45

1644 Words

Dengan tatapan dendam Ben melihat kepergian Azura. “Lihat saja kamu, Azura. Aku akan melakukan segala cara untuk membuatmu jadi milikku.” Ben sangat kesal dan marah. Baru kali ini ia mendapatkan penolakan dari seorang wanita. Ia pulang ke rumah langsung ke kamar Sheila. “Sel, itu si Azura mau nya apa sih,” ucap Ben kesal. Sheila yang sedang membaca novel langsung menutup bukunya dan melihat Ben heran. “Memangnya ada apa Kak?” tanya Sheila penasaran. “Bukannya lagi makan malam sama Azura.” “Iya tadi makan malam terus aku nembak Azura. Eeh, malah ditolak.” “Serius kak ditolak?” “Memangnya wajahku yang lagi jengkel begini kelihatan bahagia gitu?” “Hmm, ga sih. Malah kucel.” “Nah, seharusnya kamu tau dong.” “Memangnya aku peramal yang bisa tau kalau kakak lagi bahagia atau s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD