Vino menemui Azura. Ia heran kenapa gadis itu mengajaknya bertemu secara mendadak dan di atas jam 9 malam, sedangkan Azura biasanya paling malas kalau bertemu dengannya di malam hari. Senyuman Vino mengembang di wajahnya saat melihat sosok Azura berjalan mendekati mobilnya yang terparkir di depan gang rumah teman dekatnya tersebut. “Hai Sayang,” sapa Vino begitu Azura masuk ke dalam mobil. “Apa kamu merindukan aku? Sampai-sampai jam segini maksa banget pengen ketemu.” “Aku mau bicara penting sama kamu,” ucap Azura dengan wajah serius. Vino mengerutkan keningnya. Alisnya yang tebal mulai saling mendekat. “Kenapa wajah kamu serius begitu, Ra?” “Vin, aku mau nanya sesuatu, tapi kamu harus jawab dengan jujur” “Iya. Apa sih yang ga buat kamu.” Vino tersenyum jahil. “Kalau kamu minta ma

