Part 47

1065 Words

Irish menoleh pada Aarav dan mengeryitkan dahinya. "Apa?" Aarav tersenyum. "Terlihat jelas sekali kamu menyayanginya." Aarav memegang tangan kecil Anna dan Anna tersenyum pada Aarav. "Apa aku salah, Irish?" Irish menghela napas. Dia menolehkan pandangannya ke arah lain. "Aku tidak tahu. Aku tidak membencinya, tapi tidak bisa dikatakan juga aku menyayanginya. Hanya saja, aku tidak pernah menyesal karena sudah mengadopsinya." Aarav tertawa kecil. "Aku tahu dia bukan anakmu." "Lalu?" "Kamu mengatakan bahwa kamu sudah memiliki anak waktu itu, tapi aku tahu dia bukan anakmu yang sebenarnya." Aarav menatap Irish lekat-lekat. Irish menghela napasnya. "Dia tetap anakku." Irish tetap menggendong Anna lebih erat. Tanpa dia sadari, Aarav melihat hal itu. "Iya, tentu saja..." Irish tidak mend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD