PROLOG
“Aku pulang,” ucap seorang wanita yang tiba-tiba hadir di acara pernikahan dua orang yang sedang bahagia karena cinta mereka sudah tidak lagi diragukan oleh keduanya.
“Key?” Serentak semua orang yang ada di acara tersebut terkejut dengan kedatangan seorang wanita yang sudah hampir 10 tahun menghilang tanpa memberi kabar kepada siapapun.
Degup jantung berdetak dengan kencang, Ardian berusaha untuk menetralkan dirinya ketika kedua matanya melihat siapa yang tiba-tiba datang dihari pernikahannya bersama wanita yang sudah dia sangat yakini bisa membuatnya bahagia dan tidak akan lagi membuatnya kecewa ataupun menjadikannya duda tiga kali.
Siapa Key? Apakah wanita itu sangat berarti bagi Ardian?
Hati dan pikirannya sendiri tidak sama, semua luka dan rasa sakit dimasa lalu membuat Ardian benar-benar hancur layaknya seperti golongan benang yang sudah kusut tak jelas lagi bentuknya.
Setiap orang memiliki masa lalu yang berbeda dan tentu saja setiap orang tidak bisa menyalahkan takdir atas semua yang sudah terjadi di masa lalu tersebut, kelam, pilu, menyakitkan atau bahkan masa lalu yang mengerikan akan terus tersimpan rapi dalam ingatan walaupun waktu terus berjalan dengan seiring berjalannya waktu.
“Acara apa ini? Apakah kalian benar-benar akan menikah dengan mengkhianati ku?” tanya Key, dia berjalan dengan santai mendekati kerumunan orang yang tengah duduk bersiap untuk acara ijab qobul.
Apa yang dia lakukan sekarang? Kenapa dia tiba-tiba datang lagi, dan kenapa hatiku merasa aku memang masih miliknya, sial tapi aku juga sudah jatuh cinta pada calon istriku.
Ardian melamunkan akan hal itu dan terus bertanya pada hatinya, apa yang harus dia lakukan dalam situasi seperti ini? Tangan yang semula sudah berjabat tangan bersama wali nikah calon istrinya yang tak lain adalah tangan Reyhan, kini sudah dia lepaskan setelah mendengar suara wanita yang tiba-tiba datang hari ini.
“Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu lepasin tanganmu dengan tangan ayahku?” bisik Karey pada calon suaminya, tetapi sayangnya Ardian sudah tidak bisa konsentrasi lagi dengan acara hari ini.
“Apa kamu akan menyerah dengan mudah setelah datangnya masa lalamu itu? Apa cintamu padaku hanya sampai di sini? Katakan padaku, katakan sekarang,” ucap Karey lagi, air matanya pun mulai menetes karena dia tidak bisa lagi menahan ataupun membendung perasaannya yang tersayat saat ini.
Terlebih lagi, sebelum mereka berhasil berada di titik bahagia seperti hari ini tidaklah mudah untuk dijalani ataupun dilewati bersama, Ardian yang memang sudah menjadi duda selama dua kali tetap Karey terima apa adanya seperti Ardian yang menerima semua masa lalu kelamnya.
Status duda dua kali yang memang sejak awal masih tidak ada kejelasan dari pihak manapun, tetapi menghilang selama 10 tahun bukanlah hal yang bisa dikatakan wajar jika siapapun masih mempertanyakan akan pernikahan di masa lalu Ardian bersama istrinya dulu.
Suasana semakin terasa mencekam, tidak ada satupun orang yang berani mengatakan apapun lagi bahkan penghulu yang sudah menunggu lama pun hanya terdiam karena berusaha menghormati keluarga yang saat ini mempercayakan suatu pernikahan kepadanya.
Kata tidak lagi terucap akan tetapi hati tetaplah rapuh, luka masa lalu kini terbuka lagi, apa yang sudah terkubur kembali tergali.
Apa yang akan Ardian putuskan? Apakah dia akan menjadi pria plin-plan seperti kebanyakan pria, atau bahkan dia akan memilih?