Bab 2. Menjadi Agen Rahasia

1164 Words
"Maaf menunggu lama," ucap Cherry yang baru saja masuk ke dalam mobil Gilbert. "Astaga!" Gilbert menutup mulutnya berusaha menahan tawa saat melihat penampilan Cherry. Cherry mendelik dan mengerucutkan bibirnya. "Kenapa, Mister?" Gilbert kembali mengamati penampilan Cherry dari atas ke bawah. Jaket kulit hitam ketat, celana hitam yang membentuk lekuk tubuhnya, wig pendek berwarna hitam, dan juga kacamata gelap. Cherry benar-benar terlihat seperti seorang agen rahasia pikir Gilbert, tapi dia terlalu berlebihan. "Kamu mau syuting film? Efort banget pake kostum segala," sindir Gilbert terkekeh pelan. Cherry mendengus kesal. "Aku pake ini biar enggak dikenali sama Devano. Kita kan lagi jadi mata-mata, jadi outfitku ini sangat cocok. Kamu malah mengejekku mau syuting film!" Gilbert geleng-geleng kepala lalu menyalakan mesin mobilnya. "Justru dengan penampilanmu yang nyentrik seperti itu, kamu terlihat sangat mencolok. Orang-orang pasti akan melihat ke arahmu dengan tatapan curiga!" Cherry melipat tangan di d**a dan menatap Gilbert dengan expresi kesal. "Dari pada kamu malah pake kaos putih dan celana putih! Kamu lebih terlihat mencolok dari aku! Dasar, kamu pikir, kita mau piknik?" "Justru dengan pakaian seperti ini, aku terlihat sangat biasa dan orang-orang tidak akan curiga. Lagi pula aku terlihat sangat tampan dengan penampilan casual seperti ini," balas Gilbert santai sambil mengemudikan mobilnya. "Dasar narsis!" Cherry berdecih dan mengalaihkan pandangan ke depan. "Kalau kamu tampan enggak mungkin istrimu selingkuh dengan suamiku. Jujur saja, suamiku lebih tampan daripada kamu!" "Enak saja!" balas Gilbert cepat. "Kau itu yang jelek, gendut dan pendek! Makanya suamimu berselingkuh dengan istriku yang spek model." "Apa? Kamu bilang aku gendut!" Cherry kembali menatap Gilbert. "Aku ini seksi, tubuh sepertiku ini disebut gemoy, semok dan montok. Istrimu itu yang terlalu tinggi dan kurus!" Sepanjang perjalanan Gilbert dan Cherry terus saja bertengkar dan berdebat, hingga tanpa terasa sampailah mereka di kota tetangga. Gilbert memarkirkan mobilnya di depan salah satu gedung kantor, yang dia ketahui bahwa saat ini sang istri sedang meeting di gedung kantor itu. "Kau yakin mereka ada di dalam?" tanya Cherry mengetuk-ngetukkan jarinya di dasboard karena merasa bosan menunggu lama di dalam mobil. "Iya, sekretarisku tak pernah salah," jawab Gilbert lalu melihat jam tangannya yang mahal. "Sebentar lagi mereka akan keluar dan makan malam." Cherry mendesah dan menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi. "Aku bosan dan kelaparan." "Sabar, Nona!" Gilbert menatapnya dan tersenyum. "Namanya juga lagi cosplay jadi mata-mata, padahal kemarin dan tadi kamu sangat semangat. Dasar, seperti anak kecil saja." "Aku memang anak kecil." Cherry meringis memperlihatkan giginya yang putih dan rapi. "Dibandingkan dengan kamu tentu saja. Usia kita selisih 10 tahun, Mister. Dan usia Bianca lebih tua 5 tahun dari pada Devano karena aku dan Devano selisih 5 tahun." "Owh, kau 25 tahun, ya?" tanya Gilbert memastikan. "Iya." Cherry mengangguk. "Setelah lulus kuliah, aku menikah dengan Devano, kita LDM Amerika - Indonesia, tapi karena 3 tahun menikah aku tak kunjung hamil, pada akhirnya aku diajak tinggal ke sini sama Devano." Namun, sebelum Gilbert menjawab, keduanya melihat Devano dan Bianca keluar dari gedung itu. Mereka tampak berjalan santai sambil berbicara dengan klien, lalu masuk ke dalam mobil. "Ayo cepat kita ikuti mereka, Mister!" ajak Cherry dengan semangat. Mobil yang Devano dan Bianca tumpangi berhenti di salah satu restoran mewah. Cherry dan Gilbert menunggu beberapa menit di dalam mobil, sebelum menyusul masuk ke dalam restoran itu. Lalu, mereka sengaja memilih meja yang jaraknya jauh, tapi tetap masih bisa mengawasi Devano dan Blanca dengan jelas. Cherry menggertakkan giginya saat melihat Devano begitu perhatian pada Bianca. "Sialan! Padahal dia enggak pernah melayani aku di meja makan seperti itu!" Cherry menempelkan telapak tangannya di atas meja. "Lihatlah mereka, Mister! Mereka pasti benar-benar selingkuh di belakang kita!" Sementara Gilbert tampak tenang, dia malah asik menikmati makan malamnya. "Mereka masih wajar kok sebagai sekretaris dan bos. Tugas sekretaris memang seperti itu, Cher! Sekretarisku juga begitu soalnya." Cherry menatap Gilbert penuh dengan kemarahan. "Kau ini, dasar tidak peka!" "Sudahlah, Cherry. Nikmatilah makan malammu sebelum dingin! Steak di sini enak sekali," perintah Gilbert santai lalu memasukkan potongan steak ke dalam mulutnya. "Dasar, bule menyebalkan!" Cherry menghela napas panjang lalu memasukan potongan steak ke dalam mulutnya. "Enak, kan?" tanya Gilbert mengangkat sebelah alisnya. "Katanya tadi kamu lapar, makanlah sebanyak mungkin, nanti aku yang bayar." Cherry mengangguk, setelah menelan makanannya dia berkata, "Setelah ini, apa yang mereka akan lakukan, Mister?" "Istirahat di hotel. Mereka kan besok masih ada pertemuan dengan klien yang tadi." Gilbert menyesap springkle water sebelum menlanjutkan, "Kamu mau juga nginep di hotel itu?" "Kita lihat saja nanti," jawab Cherry lalu kembali menikmati makan malamnya. Namun, saat mobil Gilbert dan Cherry membuntuti mobil Bianca dan Devano, mereka terkejut karena mobil itu tidak berhenti di hotel, melainkan di depan sebuah bar eksekutif. Hal itu membuat expresi mereka berubah tegang dan perasaan tidak nyaman saat menyusul masuk ke dalam bar. Cherry menyesap soft koktailnya, tatapannya penuh kebencian. "Sial, mereka lama banget di sini. Apa kau dan sekretarismu juga suka mampir ke bar?" Gilbert menatap santai sambil menyesap minumannya yang tanpa alkohol karena dia nanti akan menyetir. "Tidak, sekretarisku kan laki-laki. Aku tidak begitu dekat dengannya di luar job desk kami. Apalagi sampe mabuk bersama." Dari kejauhan, tampak Biannca yang semakin mabuk, wajah cantik itu memerah, tawanya semakin sering terdengar. Hingga akhirnya Bianca berdiri dan memilih duduk di pangkuan Devano. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Devano menggendong Bianca dengan gaya bridal style keluar bar menuju mobil mereka. Cherry membeku di tempatnya dengan mata yang memanas menahan tangis. Namun, Gilbert tiba-tiba meletakkan gelasnya dengan kasar dan rahangnya mengeras. "Sialan!" Cherry menoleh, menyadari untuk pertama kalinya Gilbert ternyata terlihat menakutkan saat marah. "Mister, apa yang akan kita lakukan?" tanyanya dengan suara pelan. "Ayo kita ikuti mereka!" jawab Gilbert lalu mengengam tangan Cherry dan menariknya ke dalam mobil. Hingga akhirnya mereka sampai di hotel dan terus mengikuti Devano yang mengandong Bianca masuk ke dalam kamar. Cherry mengengam erat lengan tangan Gilbert, air matanya menetes karena hatinya terasa sangat sakit. "Aku benar-benar diselingkuhi ... suamiku ... dia ... ternyata seperti itu di belakangku." Suara Cherry sangat pelan, namun Gilbert bisa mendengarnya. Darah Gilbert terasa mendidih, dia menghela napas panjang, lalu menatap ke arah Cherry dan betanya, "Lalu, apa yang akan kau lakukan pada suamimu?" "Menceraikannya dan aku akan pulang ke Indonesia." Cherry mendongak air matanya semakin mengalir deras. "Iya kan? Apa lagi yang bisa aku lakukan selain itu?" Gilbert mengangkat satu sudut bibirnya. "Kau bisa balas dendam padanya, Cherry. Jangan jadi wanita lemah! Hapus air matamu!" "Balas dendam?" beo Cherry menghapus air matanya dengan punggung tangan. "Apa maksudmu Mister?" Gilbert menunduk, mendekatkan bibirnya di telinga Cherry dan berbisik, "Mereka menghianati kita. Jadi, bagaimana kalau kita juga membalasnya dengan cara yang sama?" Cherry hanya terdiam, bulu kuduknya meremang dan menelan salivanya. Gilbert melanjutkan, suaranya terdengar lebih rendah dan menggoda. "Bagaimana kalau kita check-in di hotel ini dan menghabiskan malam dengan penuh gairah sampai pagi menjelang?" Cherry menghela napas, jantungnya berdetak lebih cepat. Bibirnya terlihat bergerak, tapi tidak ada suara yang keluar dari bibir mungilnya. "Apa kau mau?" Mata hazel Gilbert tepat di depan mata cokelat Cherry. "Aku jamin permainanku akan lebih menyenangkan dan memuaskan dari permainan suamimu, Cherry."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD