Ditrisya benar-benar diperlakukan seperti korban penculikan, alih-alih orang dewasa yang sedang memberontak. Ibunya bahkan sampai mencetuskan ide agar Ditrisya dibawa ke psikiater karena curiga otak Ditrisya telah dicuci oleh Ahyar, serta kembali mengungkit-ungkit perkataan Lisa. Ditrisya biarkan semua orang sahut menyahut bicara di sekitarnya, ia lelah karena sepanjang perjalanan dari rumah Ahyar tadi ia menghabiskan tenaganya untuk bertengkar dengan Dhika. Sekarang, satu-satunya hal yang Ditrisya pikirkan adalah bagaimana keadaan Ahyar? Ia meninggalkannya dalam keadaan babak belur. Siapa yang akan merawat lukanya? Atau jangan-jangan dia akan membiarkan dirinya begitu saja tanpa perawatan. Ditrisya meringis membayangkan, bagaiamana Ahyar melewati sisa malam ini dengan sekujur badan saki

