105 | The Fight Isn't Over

1841 Words

Air mata lega Ditrisya luruh bersama kedipan matanya. Walaupun sempat tersinggung dengan ucapan Ahyar, Ayah ternyata diam-diam memikirkannya. Tentu saja, ia sudah tahu sejak awal hati ayahnya tidak sekeras batu, terlebih saat ayah menyaksikan sendiri Ditrisya tersiksa atas rencana pernikahannya dengan Imran. Jika sesuai dengan rencana, seharusnya kedatangan kedua orangtua Imran sore ini adalah untuk menentukan tanggal kapan lamaran secara resmi sebab hari ini istilahnya baru perkenalan keluarga meski sesungguhnya kedua keluarga sudah saling kenal. Ayah memang tidak secara gamblang menolak, tapi Ayah memberi pilihan waktu minimal tahun dengan pernikahan itu boleh digelar dengan alasan tahun ini keluarga mereka sudah menyelenggarakan hajatan pernikahan Dhika dan Wilda. Ibu jelas terkejut,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD