"Bolehkah masuk ke dalam?" Tanya ibu Albian. Theo yang baru datang setelah menemui dokter bahagia melihat kedatangan ibu Albian. "Boleh," ucap Theo langsung. Setelah memakai pakaian khusus. Ibu Albian masuk ke ruangan Adhiti. Dengan senyuman samar, dia memandangi Adhiti. "Sejujurnya, pertama kali saya mengunjungimu waktu itu. Kemarahannya sudah menumpuk di dalam hatiku. Tapi, melihatmu juga tidak dalam keadaan tidak berdaya. Dengan sepenuh hati saya mencoba memaafkanmu. Hari ini, di tempat yang sama. Keadaanmu sama seperti dahulu. Hanya sekrang, saya lebih bisa mengenalimu lebih dekat. Saya juga tidak tahu bagaimana nantinya di kemudian hari." Ucap Albian di dekat Adhiti. "Adhiti, ayah, kakakmu bahkan sahabatmu tidak pernah berhenti menyayangimu. Jika keadaanmu makin hari makin menuru

