holla readers jangan lupa tinggalkan jejak okeeey ? cukup dengan tekan love sajah
_ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __
"selalu saja seperti ini" tuturnya sambil membenahi selimut yang di pakai ayunda.
Tersenyum manis menatap putri cantiknya lalu mengecup singkat puncak kepala ayunda dengan pelan agar tidak mengusik tidurnya. Kebiasaan bunda dewi ketika pulang kerja tidak bertemu dengan putrinya adalah datang dan melihat ayunda di dalam kamarnya yang selalu saja tertidur tanpa mengenakan selimut dengan rapi.
wanita yang tidak muda lagi tapi masih terlihat cantik itu perlahan melangkahkan kakinya keluar kamar.
...
Mata cantik Ayunda mengerjap pelan saat sinar sang surya perlahan memasuki kamarnya melalu celah jendela.
"hooooaaam" menggeliat kecil merentangkan tangannya agar badannya tidak terasa kaku. Menatap jam kecil yang terletak di atas nakas sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.
Ayunda turun dari tempat tidur nya menuju ke kamar mandi untuk bersiap ke sekolah.
....
"buundaaaaa" teriak ayunda saat menuruni anak tangga dengan berlari
"ya tuhan Ayundaaa, kenapa berteriak segala sih ini buka hutan sayang dan kami mendengarmu" cicit bundanya
"tau nih kayak di hutan aja" tambah sang ayah
" baiklah-baiklah mari mulai sarapan karena aku harus segera berangkat" kata ayunda sambil mengambil air putih di gelas dan meminumnya.
"bik inem ambilin sepatuku ya" teriaknya lagi
"Yunda kenapa nggak ambil sendiri sih, kan bisa sekalian ke depan nanti" jawab sang ayah
" suka-suka aku dong" kesal Ayunda
" kamu ini kalau di bilangin ngeyel aja terus, biasaain mintak tolong jangan main suruh-suruh aja" bentak ayah satya
" buah jatuh tidak jauh dari pohonnya kan yah ,, mungkin aku ngeyel karena ayah juga suka begitu, akukan dirimu versi wanita yah" jawab Ayunda santai
Pak Satya mulai mendelik ke arah putri semata wayangnya itu
disisi lain Bu Dewi sudah mulai pening dengan perdebatan anak dan ayah itu di pagi hari, beliau menundukkan kepala sambil memijit keningnya
"sudah-sudah masih pagi udah ribut aja" cegah Bu dewi yang sudah mulai gerah dengan anak dan suaminya
" aku berangkat dulu bun" pamitnya tanpa menyalami sang ayah.
Pak satya semakin di buat kesal oleh tingkah Ayunda
"sudahlah yah, kau tau sendiri bagaimana sifat anakmu itu" tutur bu dewi lembu.
....
Ayunda sedikit berlari dan segera masuk ke mobilnya.
"berangkat pak" suara ayunda yang mengagetkan supir pribadinya itu.
"baik non" jawab pak supir dengan sedikit melirik ke arah nona mudanya lewat kaca kecil yang ad di depan kemudi "jangan-jangan berantem lagi sama tuan" gumamnya pelan sambil mulai melajukan mobilnya.
Ya begitulah keseharian Ayunda, berdebat dengan sang ayah seakan menjadi sarapan wajib atau bahkan makanan wajib baginya. Tiada hari tanpa berdebat, karena memang anak dan ayah itu memiliki sifat sama-sama egois jadi tidak ada yang mau mengalah. Hal itu sudah biasa di saksikan para pekerja di rumah Ayunda.
...sekolah....
"gila loe udah nangkring aja disini, kepagian loe, mau jadi anak teladan hahahahahah" kelakarnya menyentakkan tubuh Ayunda.
"eeh buset kaget gue bangs*d tuh mulut gak bisa diturunin dikit volumenya" jawab Ayunda melirik gerah ke arah Sabila yang baru saja datang
"ya ya ya sorry bro, lagian loe pagi banget datengnya"
"lagi males dirumah gue .. oh ya ziza mana? gak bareng sama loe?"
"nah tuh orangnya baru nongol, panjang umur tuh anak" tunjuknya ke arah Aziza yang baru saja datang
"hai semua embeb-embeb akuh" sapanya dengan gaya lucu.
"hiidddiiih jijay" sahut Ayunda kegeliah
"gaes masuk yuk" ajak Fani yang sedari tadi bermain ponsel di sebelah Ayunda
"hmm" jawab ziza singkat
Akhirnya jam pelajaranpun dimulai dengan perkenalan masing-masing siswa dan begitu juga guru Bahasa Indonesia yang kebetulan menjadi wali kelas mereka.
saat pergantian jam menuju guru berikutnya yang tidak kunjung datang ayunda mengajak para sahabatnya ke kantin sekolah untuk sekedar membeli cemilan.
" gaiis ke kantin yuuuuk,, laper nih gue cari cemilan gitu kek" ajanya
"ide bagus tuh, ayok ayook" kata Sabila antusian
Fani dan Ziza pun turut mengikuti mereka tanpa berkomentar karena memang mereka juga mau jajan.
"hei loe ketua kelas, nanti kalau ada tanda-tanda guru mau masuk sini langsung caht gue ya" perintah Ayunda kepada sang ketua kelas.
"oke siap" sahut sang ketua kelas
Berjalan beriringan menuju kantin sambil bersenda gurau adalah hal yang menurut mereka menyenangkan.
Sampai di kantin tanpa sadar mata cantik ayunda bersitrobos dengan mata elang milik siswa yang duduk menghadap pintu keluar. ayunda memutuskan pandangan matanya saat dadanya terasa sesak entah perasaan apa yang menghampiri karena selama ini ayunda hanya menganggap cinta di masa sekolah adalah cinta monyet. Banyak laki-laki dari yang seangkatan atau kakak kelas menyukainya di sekolah sebelumnya. Tapi ayunda hanya menanggapi dengan santai tanpa menaruh hati berlebih.
Mata elang siswa yang tiada lain adalah Agra itu terus saja mengunci satu sosok cantik di depannya itu. Matanya selalu mengikuti kemanapun siswi itu bergerak.
"yunda nanti loe jadi ikut kan?" tanya Ben yang mulai menangkap gelagat aneh pada sahabat barunya itu
"oh hai Ben, entahlah aku belum memutuskannya, nanti aku akan ke kelasmu kalau aku mau ikut" jawab ayunda dengan senyum yang sedikit di paksa saat mengetahui mata agra tidak berpaling sedetikpun dari buah d*d*nya
"oke baiklah aku tunggu" sahut Agra tanpa sadar
Mata mereka kini kembali melihat satu sama lain karena Ayunda yang kaget dengan jawaban ambigu dari sahabat teman sekolahnya dulu itu. Namun sesaat kemudian ponsel pintarnya berdering dan tertera nama sang ketua kelas
"omoo Yanma telfon gua nih" paniknya seraya mengangkat telfon dari sang ketua kelas
"ya ada apa?" jawabnya sambil memandang ketiga sahabatnya yang juga ikut penasaran.
" udah ad guru nih, balik gih cepet" sahutnya dari seberang sana
" haaah oke gua balik" ditutupnya telfon itu dengan sepihak "gaiiis yuk kabur udah ada guru di kelas, kalian udah bayar kan?"
"udah yuk buruan" jawab ziza panik
"ayoooook" teriak Sabila yang mulai berjalan dengan menenteng 1 kanting plastik jajanan itu
Ayunda, Ziza dan Fani hanya bisa menggeleng melihat si gembul yang doyan jajan itu.
"woi jaga noh mata, gak bisa apa di kondisiin dikit" senggol andre kepada agra yang tak lepas memandang kepergian Ayunda dari kantin
"aahh shiit, gila tuh cewek, masih SMA badannya udah mont*k abis" kelakar agra yang tak henti-hentinya mengagumi body aduhay milik Ayunda.
"ck awas jatuh cinta loe" sahut Andi sambil berdecak
sedangkan Ben dan Dika hanya menggeleng gerah melihat tingkah sahabatnya itu
Waktu yang terus bergulir hingga saatnya jam pulang sekolah. Karena masih tahun ajaran baru di sekolah inipun masih banyak siswa siswi yang sibuk berkeliaran hanya untuk mengambil formulir beberapa ekstrakulikuler. Sedangkan amAyunda sendiri sudah mengambil formulir untuk keanggotan OSIS sejak kemarin bersama.
"gue duluan ya, mau ke kelas sebelah mau bilang kalau ikut salam silaturahmi" kata Ayunda yang mulai mengenakan tas di punggungnya.
akhirnya diapun berjalan ke kelas sebelah tanpa menunggu jawaban para sahabatnya itu. Ayunda masuk ke kelas itu karena memang sudah terlihat sepi dan hanya tinggal Ben dan teman-temanya
" hay Ben yuk katanya mau salam silatirahmi" ajak Ayunda
"oh loe jadi ikut, tunggu disini dulu deh gue mau ngajakin yg lainnya dulu kesini" jawab Ben yang mulai melangkahkan kakinya keluar. Entah kebapa setelah Ben keluar beberapa temannya pun ikut keluar hanya menyisakan satu orang saja.
"hai gue Agra" ucapnya sambil berjalan mendekat ke arah Ayunda
"emang gue tanya?" ketusnya
"gue cuman mau kenalan sama loe" semakin mendekat ke ara ayunda
Dan kini ayunda perlahan memundurkan tubuhnya "gue gak mau" jawabnya yang sudah mentok didinding tembok kelas sebelah pintu yang sedikit tertutup
"harus mau karena gue maksa" sbil kedua tangannya mengurung sosok cantik di depannya ..
_ _ _ _ _ _ _ _ _
nulisnya tuh sambil bayangin masa lalu ? karena ada sedikit kesamaan sama cerita othor di real ? jangan lupa love nya