"Perkenalkan ini, Dave. Menantuku." Ia masih mengenalkannya sebagai menantu. Dave tersenyum kecil lantas menjabat tangan lelaki yang seumuran dengan ayah mertuanya ini. Mereka mengobrol cukup lama. Yaah mungkin karena ayah mertuanya bertemu dengan sahabat lama. Jadi mereka tak sadar kalau telah bernostalgia cukup lama. Ia hanya sesekali menimpali. Perbedaan usia yang cukup jauh tetap bis amembuatnya membayangkan bagaimana persahabatan kecil ini dulu dari remaja hingga setua sekarang. Ia bahkan tak punya yang seperti ini. Karena sudah terpisah jarak dan kesibukan. Menjelang jam sebelas malam, ia akhirnya berpamitan. Diminta menginap tentu keberatan. Besok ia harus kembali berdinas dan tak memnawa baju dinasnya ke sini. Jadi lah diantar sampai ke parkiran. Ia mungkin akan menemui lelaki i

