Biasanya ia memang tidak tidur lama. Mungkin hanya empat atau lima jam di malam hari. Sepanjang hari biasanya ia memang akan beraktivitas. Tapi aktivitas kali ini berbeda. Ia benar-benar terjun sebagai seorang dokter. Bukan lagi sebagai mahasiswa. Bukan lagi sekedar aktivis kampus. Ya bukan lagi. Ia menarik nafas dalam. Kemarin saja punggungnya terasa pegal. Bahkan maaih terasa hingga kini. Ia berjalan menuju bangsal. Setidaknya hari ini diberi sedikit istirahat. Ia tidak ke ruang operasi karena laporan kemarin saja belum selesai. Para dokter juga sadar kalau ia tak mungkin sempat mengerjakannya. Kesibukannya sepanjang hari ini hanya mengunjungi pasien. Lalu beristirahat di siang hari begini. Maunya sih tidur di mushola. Tapi yang menjadi malasah, laporan operasi kemarin sudah harus dibe

