“Bella, ayo kita pulang!” ajak Reynold dengan mencengkram pergelangan tangan istrinya. Julie menolak. Tentu saja dia masih ingin menikmati pesta orang-orang kaya. Banyak lelaki tampan yang masih ingin dia lihat. “Suamiku, pestanya baru saja dimulai. Kenapa kita buru-buru pulang?” Julie mulai menggerakkan sedikit tubuhnya mengikuti irama musik yang mengiringi acara tersebut. “Jangan membantah!” tegas Reynold dengan penuh penekanan. Netranya membulat sempurna, seolah akan keluar dari porosnya. Julie tidak suka, Reynold terus mengusik kebahagiaannya. Sedangkan di tempat yang sama Arwah Bella sedang duduk di meja para tamu undangan. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat ada sosok Alex yang baru memasuki ruangan. “Alex,” ucap Bella dengan bibir terbata. Ada rasa senang sekaligus sedih.

