Bab 28

1093 Words

“Papa, bikin malu...” Yuanita menarik suaminya. “Papa senang loh, Ma, akhirnya saingan Papa di rumah sudah nggak ada.” Yuanita menggeleng-gelengkan kepalanya. “kenzie, Seva, sini duduk dulu!” Kenzie dan Seva menghampiri meja, duduk di kursi yang kosong.”Ma, dirayakan besar-besaran, kan, Ma?” “Iya, dong...anak kesayangan Mama.” Yuanita memeluk Kenzie. Pria itu melayangkan tatapan mengejek pada sang Papa yang langsung cemberut. “Ken, kamu mau nggak nikah secara resmi sekarang?”tanya Kenzo dengan mata tajam dan misterius. “Mau,Pa.” “Pak, nikahin mereka sekarang, Pak,”kata Kenzo pada Papa Seva. “Ya ampun, Papa...” Yuanita terkekeh sambil mengusap lengan suaminya.”Kok, Papa yang semangat sekali, sih...” “Ya sudah, kita nikahkan saja. Berkas-berkasnya juga sudah selesai, kan, Pak Kenzo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD