"Pak, kita juga butuh healing kali. Dan self healing terbaik itu pergi ke alam."
"Gaya banget dek, self healing. Sebesar apaan sih beban nya?" Tanya Devan sembari menggelengkan kepalanya.
"Tidak besar, hanya saja rumit." Jawaban Naira membuat mereka semua terdiam
Tidak besar tapi rumit. Mengandung banyak makna sekali bagi seseorang yang mendengarnya. Bahkan Kenzi pun terhenyak, memang nya Naira mempunyai masalah serumit apa?
Hujan tak kunjung reda, membuat Naira beberapa kali mendengus kesal. Memang mamih nya tidak akan marah karena dia bermain bersama dengan Kenzi tetapi udara disini benar benar dingin, sial dirinya tak memakai baju hangat. Kalau tahu begini, mending tak usah kesini saja. Lagian ada nya Kenzi bertemu dengan Maya membuat hati nya panas.
"Nai, lo gak apa-apa kan?" Tanya Keisha, sembari menepuk lengan bagian atas Naira.
Naira terhenyak kaget, lalu menggeleng pelan. "Gak apa-apa kok Kei, lo tenang aja." Jawab Naira dengan suara bergetar. Naira tak mempunyai riwayat penyakit seperti alergi atau hipotermia, tetapi saat cuaca seperti ini Naira pasti akan sangat kedinginan. Sebut saja Naira tak suka dengan dingin. Bahkan jika di ajak keluarga negeri pada musim salju, Naira tak mau.
"Lo mau pakai jaket double gak? Punya gue nih?" Tawar Keisha, lalu Naira menggeleng dengan cepat. Jaket Kenzi memang tak terlalu menghangatkan tubuhnya, tetapi ini saja sudah lebih dari cukup. Bayangkan jika dirinya tak bertemu dengan Kenzi. Ah mungkin menerobos hujan untuk turun ke bawah adalah jalan ninja bagi Naira. Tetapi, bertemu dengan Kenzi juga sekaligus membuat hati nya kesal bukan main.
"Mau ikut camp sama kita gak?" Tawar Devan kepada empat perempuan itu. Siapa lagi kalau bukan Naira, Keisha, Cindy dan Maya.
Keisha dengan mata berbinar segera menatap Devano, yang lain terkejut dengan tawaran tak terduga dari rekan nya itu, bisa-bisa nya Devan seberani itu di hadapan komandan. Apalagi yang mereka ajak adalah sebagian keluarga Kenzi. Sedangkan Naira menggeleng dengan kencang dan cepat.
"Ayolah, Nai. Ini pasti seru kok!" Bujuk Keisha.
"Bener tuh Nai, lagian kan lo udah ada izin juga dari nyokap lo." Timpal Cindy, membuat Naira kembali menggelengkan kepalanya.
"Jangan Gilak ya! Kita itu gak ada persiapan sama sekali buat nge camp." Jawab Naira ketus, sedangkan Maya tak mengeluarkan suaranya sedikitpun.
Entah kenapa dengan Maya, tetapi semuanya tak ada yang sadar kecuali Kenzi. Sebenarnya Naira dan yang lain nya juga menganggap Maya hari ini sangat aneh.
"Tenang aja, pasti udah ada persiapan kan bang?" Tanya Keisha pada Kenzi, membuat Kenzi menggeleng pelan.
"Lain kali ya nge Camp nya, kalian semua pulang aja nanti teman abang yang bakalan nganterin kalian." Ucap Kenzi, membuat Keisha dan Cindy menghela nafas secara kasar.
"Ah gak asik umhhhh." Jawab Cindy sembari mencebikkan bibir nya kesal, karena keinginan nya tidak terkabul kan.
*
Akhirnya setelah menunggu tiga puluh menit, hujan pun benar-benar reda. Naira menghela nafas lega, Naira segera melirik ke arah Kenzi dan tersenyum kecil.
"Pulang dulu ya, dan gak usah ada yang nganterin gak apa-apa kok." Ucap Naira membuat mereka semua menggeleng pelan. Sudah jelas jika akhir-akhir ini banyak sekali orang yang melakukan segala cara untuk me dapatkan harta.
Naira segera melepaskan jaket yang melilit tubuh mungil nya. Segera memberikan nya pada Kenzi.
"Makasih ya pak, udah dua kali nolongin Naira. Kayak nya kita jodoh deh," ucap Naira.
Kenzi menghela nafas baru saja Naira bersikap santai dan kalem, sekarang lihatlah wanita itu sudah petakilan kembali.
"Sana masuk ke mobil, saya sendiri yang bakalan anterin kalian semua dari belakang." Ucap Kenzi membuat Naira membulatkan mata nya tak percaya.
"Eh pak gak usah repot-repot, nanti Naira jadi baper lagi. Hehe, eh Nai kan udah baper'." Ucap Naira sembari tersenyum-senyum.
Kenzi menggeleng pelan. "Saya tuh nganterin Keisha aja bukan niat nganterin kamu, jadi jangan kegeeran ya!" Peringat Kenzi membuat Naira kembali membulatkan matanya.
Sungguh! Luar biasa, benar tingkat kepercayaan diri Naira benar-benar luar biasa.
Lihatlah, Naira jadi malu sekarang, tak sedikit orang yang tertawa karena tingkah Naira yang berusaha menggapai Kenzi. Bagai seseorang ingin pergi ke bulan menggunakan pesawat. Seperti itulah Naira menggapai Kenzi.
Naira segera masuk ke dalam mobil jeep yang tadi ia kendarai, ia masuk di bagian kemudi. Membuat Kenzi mendengus kesal. Kenzi mengetuk kaca mobil kemudi Naira.
"Kamu beneran bisa nyetir kan?" Tanya Kenzi seperti was-was.
Naira mengerutkan kening nya bingung. "Memang nya kenapa, pak?" Tanya Naira.
"Mending jangan kamu aja yang nyetir, siapa tahu teman kamu gitu?" Tanya Kenzi.
"Abang, yang paling jago nyetir di antara kita itu cuman Naira aja." Ucap Keisha yang duduk di samping Naira.
Kenzi menghela nafas lalu mengangguk, ia menyuruh mereka supaya mengunci jendela dan pintu, jangan dibuka walau ada orang yang meminta tolong. Karena kedok nya begal sekarang itu seperti itu. Kenzi juga segera masuk ke dalam mobil jeep milik nya. Ia akan mengantarkan Naira bersama teman-temannya sampai jalan raya, setelah itu ia akan kembali ke bukit. Kenzi tak sendiri, dia di temani oleh Fauzi.
Di sepanjang perjalanan nya yang licin tak membuat Naira kesusahan. Beruntung mereka membawa mobil jeep yang cocok di ke adaan seperti ini. Naira cukup ngeri melihat pepohonan yang meliuk-liuk seperti angin, fokus menyetir nya terbagi. Tetapi sebisa mungkin, dia harus fokus. Di jok belakang ada Maya dan Cindy yang sudah tertidur. Niat nya mereka akan menginap di rumah Keisha yang paling dekat di antara rumah mereka semua. Popi sudah tak aneh jika Naira tidur di tempat sahabat-sahabat nya.
"Lain kali, kalau lo mau Nai. Gue bakalan rencanain liburan sama Abang." Ucap Keisha membuat Naira segera menoleh ke arah Keisha yang duduk di samping nya.
Naira tersenyum kecil lalu menganggukkan kepala. "Ide bagus tuh, Kei. Di bali uh enak sekalian honeymoon, hehee."
"Honeymoon? Tunggu tunggu.. Honeymoon siapa yang nikah b**o?" Tanya Keisha membuat Naira cengengesan tak jelas.
"Ya maksudnya kan, hehe. Yaudah deh liburan kemana aja gitu, nge camp juga gak apa-apa deh." Jawab Naira membuat Keisha menganggukkan kepala. Nanti dia akan merencanakan semuanya, dia bertekad untuk mendekatkan Naira dan Abang nya-Kenzi. Siapa tahu kan jodoh.
"Lo gak akan bisa rebut Kenzi dari gue. Seberusaha apapun kamu mengejar Kenzi, tak akan tergapai. Karena Kenzi hanya milik gue! Tunggu saja tanggal main nya, sampai semuanya sudah terjadi. Lo jangan nangis." Ucap seseorang di dalam hati nya, sembari tersenyum miring.
**
Obsesi dan cinta sangat berbeda, Cinta menjadi diri sendiri, tapi obsesi melakukannya demi mendapatkan pesetujuan. Menurut pakar hubungan Marni Kinrys, cinta adalah timbal balik. Tanpa diminta atau disadari memberi dan menerima memiliki kadar yang sama di dalam hubungan. Tapi berbeda saat seseorang menjalaninya hanya karena obsesi.
Jadi, Naira harus meyakinkan beberapa kali, jika apa yang ia rasakan pada Kenzi bukanlah Obsesi atau ambisi melainkan adalah cinta..apakah mencintai seseorang semudah itu?
tentang mencintai seseorang bisa menjadi ungkapan isi hati terdalam sekaligus bentuk rasa syukur bisa mencintai dan dicintai orang lain.
Jatuh cinta dan mencintai seseorang merupakan satu di antara perasaan yang paling indah. Itu mengubah duniamu dan juga mengubahmu sebagai pribadi.
Dalam konteks hubungan, obsesi bisa diartikan sebagai pikiran atau bayangan tentang “objek cinta“, serta dorongan menjalin hubungan atau berdua dengan “objek cinta“. Bayangan dan dorongan ini muncul tiba-tiba dan sulit dihilangkan sehingga mengganggu dan menimbulkan kecemasan tersendiri. Seseorang yang terobsesi dengan “objek cinta“nya akan berusaha keras untuk menekan atau menghilangkan bayangan/dorongan tersebut. Salah satu cara menghilangkannya ialah dengan mengejar dan berusaha mendekati sang “objek cinta“. Dengan mengejar maka orang tersebut menjadi sedikit lega sesaat. Tapi tidak menghilangkan obsesinya. Sehingga ia akan melakukan perilaku mengejar tersebut secara berulang-ulang dan tidak bisa menerima penolakan. Sekilas, mirip dengan pengorbanan cinta bukan? Bukankah saat seseorang jatuh cinta, ia terus menerus memikirkan kekasihnya, dan akan berjuang untuk bertemu?
Memang, saat jatuh cinta, ada fase dimana kita sering memikirkan kekasih, dan ingin terus berdua. Fase tersebut sangat wajar dan memang terjadi, durasinya bervariasi tiap orang, biasanya antara 1 hingga 6 bulan pertama. Lihat saja gambaran di film-film Hollywood atau sinetron, mengenai orang yang sedang jatuh cinta. Berbunga-bunga, berjuta rasanya. Sangat mirip dengan terobsesi! Bedanya dengan obsesi, masa ini akan berakhir dan diikuti dengan perkembangan hubungan. Hubungan yang sehat dan dilandasi cinta bukan saja dipenuhi hasrat ingin bertemu, tetapi juga diwarnai kedekatan emosional dengan sang kekasih. Saat jatuh cinta, seseorang mulai nyaman berbagi, menunjukkan rasa kasih sayang dan mendukung kekasihnya. Hasilnya, ia makin memahami diri sang kekasih. Makin memahami jika suatu saat si kekasih tak bisa menemani karena hal yang juga penting baginya. Pada titik ini, cinta akan membebaskan pasangannya, bahkan mendukung si pasangan untuk meraih mimpi.
Beda dengan obsesi, yang tidak bisa menerima penolakan. Bagi orang yang terobsesi dengan objek cintanya, penolakan sangat menyakitkan karena ia cenderung menggantungkan dirinya ke si objek cinta. Orang yang terobsesi melakukan usaha mendekati objek cinta, untuk kepentingannya sendiri, agar merasa lega. Ia tidak terlalu peduli, apakah si objek cinta suka atau tidak, nyaman atau tidak. Bahkan, tak segan melanggar privasi si objek cinta, dengan cara stalking atau membuka telepon genggam tanpa sepengetahuan pemilik.
Orang yang terobsesi juga cenderung jatuh cinta dengan “bayangan si objek cinta” yang ia buat di benaknya sendiri. Bukan jatuh cinta dengan diri si kekasih sesungguhnya. Sehingga, jika suatu hari si objek cinta berperilaku beda dengan bayangan, maka ia bisa sangat kecewa. Sementara, cinta yang sehat menerima pasangan apa adanya, mengijinkan pasangan menjadi diri sendiri, sambil merajut kisah berdua. Cinta yang sehat juga menghormati keputusan dari si kekasih. Kalau akhirnya si kekasih memutuskan hubungan, orang dengan cinta yang sehat akan bersedih, patah hati, tapi pada akhirnya belajar menerima, asalkan orang yang ia cintai bahagia dengan caranya sendiri.