bc

My First Love For You

book_age18+
15
FOLLOW
1K
READ
time-travel
second chance
student
drama
tragedy
sweet
ambitious
male lead
school
slice of life
like
intro-logo
Blurb

Rama—seorang mahasiswa seni, pintar, tampan, dan termasuk laki-laki idaman di kampusnya. Banyak anak perempuan yang menyukai karena kepintaran dan keramahan. Namun tak satupun perempuan yang bisa meluluhkan hatinya.

Rupanya, ia masih terjebak masalalunya saat kehilangan pacarnya Yumi karena hal sepele.

Lantas datang seorang anak kecil yang mengatakan, untuk memohon pada bintang jatuh agar ia bisa kembali. Awalnya Rama menghiraukan anak kecil itu, namun ketika ia berkesempatan bertemu dengan Yumi di acara pesta, rupanya Yumi sudah memiliki tunangan lain. Hancur sudah harapan Rama, ia pergi di tengah hujan dan tanpa disadari ia menangis dan memohon untuk kembali dan memperbaiki semuany dari awal.

Ketika ia diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masalalunya ia kembali ke masa sekolah sebelum putus dengan pacarnya Yumi. Rama pun melakukan apapun agar takdirnya berubah yang justru berdampak ke masa depannya. Ia terpaksa harus memilih mengorbankan jiwanya atau orang yang disayanginya.

chap-preview
Free preview
Chapter 1: Tentang Rama
Chapter 1: Tentang Rama 2021 Mei “Kak Rama!” teriak seorang gadis berlari ke arahnya dengan tergopong-gopong membawa banyak buku di tangannya. “Sebentar lagi Amel akan mengadakan ulang tahun, ini undangan untuk kakak, semoga kakak bisa datang ya!” ucapnya tersenyum simpul menyerahkan undangan berbentuk segitiga berwarna merah muda itu. “Terima kasih, Amel.” Jawabnya lantas membawa undangan itu pergi. Amel tersipu malu, rencananya berhasil. Dari balik dinding dua temannya mengacungi jempol padanya. *** “Rama!” seorang laki-laki bernama Nico masuk ke salah satu restoran dan langsung melambaikan tangan pada sahabatnya itu. Keduanya duduk di meja yang kosong sembari memesan minuman dingin di atas meja., “Lama ya nunggu, sorry…sorry!” “Dari mana lo? Udah hampir 30 menit gue nungguin. Ngapain lo minta gue datang kesini?” gerutunya. “Sorry deh, tadi gue telat karena macet di jalan, lo tahu sendirikan—“ “Udah nggak usah banyak ngomong, sekarang lo minta gue kesini buat apa? Waktu gue tinggal 30 menit, karena gue mau balik ke kampus lagi!” ucap Rama. Nico mengeluarkan kotak kecil berwarna merah di hadapan Rama, lantas membukanya. “Lo mau ngelamar gue?” Rama mengernyit heran. Nico langsung menutup kotak itu kesal, “Enak aja, bukan buat lo Pea, ini buat Rika!” Rama terkekeh, “Iya tahu, Gitu aja marah. Jadi—“ “Gue mau ngelamar dia, cantik kan. Tadinya sih gue mau beli sepasang buat lo juga. Tapi berhubung lo nggak punya pasangan, ya— mau gimana lagi?” ledek Nico. Rama mendengus, “Iya..iya, gue tahu.” “Coba lo sama Yumi masih—“ Nico menggantungkan kalimatnya sesaat setelah mendapat tatapan sinis dari kedua mata Rama. Rama buru-buru menghabiskan minumannya kemudian bangkit, “Gue harus balik ke sekolah lagi.” “Lo nggak makan?” tanya NIco mencoba mencegah kepergiannya. “Udah kenyang.” Sahabat yang satu ini memang sedikit sensitive apalabila menyangkut seorang di masa lalu, dan baru saja Nico tanpa sengaja mengingatkannya pada seseorang di masa lalu Rama, yaitu Yumi. Yumi adalah pacarnya sewatu masih SMA. Mereka pacaran hampir lima tahun. Namun, saat kelas tiga, Rama terlalu sibuk dengan banyak kegiatan yang menyita waktu bersama Yumi. Mereka akirnya putus dan yumi pindah ke luar kota selepas lulus SMA. Dan sejak saat itu keduanya sudah tak menjalin komunikasi lagi. Bisa dibilang alasan putus hanya masalah sepele karena kesibukan. Bukan tanpa alasan, Rama yang memutuskan Yumi pertama kali. Dan Yumi dengan gamblangnya menyetujui keputusan itu, secara sepihak. “Mas…mas, ini burgernya sudah jadi!” Rama langsung mengambilnya. ia lalu berjalan dan dududk di salah satu taman yang saat ini banyak anak kecil bermain di sekitar tempat itu. Disela-sela ia makan, Rama melihat anak menendang ke arahnya. Disaat ana kecil itu mengambil bola, anak itu menatap padanya yang sedang makan sambil memegangi perutnya yang terlihat kelaparan. Merasa dilihat, Rama langsung menoleh pada anak itu. Ia merasa iba untuk makan. “ Kamu mau?” Anak itu langsung mengangguk senang. Rama kembali berlari ke tempat penjual burger tadi. Anak kecil itu lalu duduk di tempat yang diduduki Rama dan menunggunya. Tampaknya anak itu melihat sesuaru di atas kursi tempat Rama tadi duduk. Sebuah foto. “Buat kamu.” Rama menghampiri anak itu dan memberikan secara cuma-cuma. “Makasih kak” anak itu langsung makan dengan lahap karena kelaparan. Rama tersenyum melihat anak itu makan. Mungkin anak itu sangat kelaparan sampai ia begitu lahap makannya. “Ini foto punya kakak?” Anak itu memperlihatkan foto yang diambilnya tadi dan memperlihatkan pada Rama. Rama sontak terkejut bagaimana foto itu bisa jatuh dari tasnya.”Wah makasih banget ya dek, untung nggak hilang.” Rama bernapas lega. Anak kecil itu menoleh, “Itu pacar kakak ya?” “Huh? Oh Bukan, dia—dia masa lalu kakak.” Jawab Rama menyembunyikan perasaannya. “Kakak mencintainya?” Anak itu terus bertanya disela-sela ia makan. Rama tersenyum, “Itu dulu.” “Dan sekarang?” Anak itu terus saja bertanya. Rama diam sejenak mencerna kata-kata anak itu, lidahnya kelu untuk menjawab pertanyaan singkat dari anak kecil itu. Ia menghela napas sejenak. “Kami udah lama berpisah, dan hubungan kami sudah berakhir sejak lama.” Mata Rama berkaca-kaca. “Buatlah permohonan!” ucap anak kecil itu selesai menghabiskan burger miliknya. “Maksud kamu?” Rama mengernyit bingung dengan ucapan yang dilontarkan anak kecil di sebelahnya. “Kalau kakak masih mencintainya. Buatlah permohonan, agar dia kembali!” anak itu kembali melanjutkan kata-kata yang menurut Rama sulit untuk dicerna. Membawanya kembali? Apa maksudnya? Membawa Yumi kembali ke sisinya, bahkan keduanya sudah lama tak berkomunikasi hampir lima tahun lamanya. “Permohonan? Apa maksud kamu?” “Nanti malam dia akan datang, saat hujan turun.” Anak itu menatap langit yang saat ini terlhat cerah. Rama masih tak sulit mengartikan kalimat anak itu, “Dia siapa?” tanyanya bingung. Anak itu menengadah wajahnya menatap langit dengan sedikit memincingkan mata. “Di langit, ada satu bintang yang akan jatuh hari ini.” “Bintang jatuh?” Rama terheran. “Ssttt… ini rahasia. Rahasia ini hanya aku dan kakak yang tahu ya?” bisik anak kecil itu di telinga Rama. Sesaat kemudian anak itu berlari saat temannya memanggilnya. “Iya!” anak itu kembali menoleh ke belakang. “Janji ya kak, buat permohonannya.” Setelah mengucapkan itu, anak itu berlalu pergi. Di jalan Rama kembali mengeluarkan foto Yumi dari saku jaketnya. Foto saat masih memakai seragam sekolah, gadis berambut panjang yang tengah tersenyum manis. Ia kembali ke kampus tempatnya mengenyam pendidikan di jurusan seni. Rama termasuk idola yang banyak diincar beberapa anak gadis di kelasnya, tidak hanya sikapnya yang ramah. Wajah rama yang memikat menjadi salah satu magnet yang membuat gadis-gadis suka. Namun, dari semua gadis di kampusnya tak ada satupun yang menarik perhatiannya. Rama cenderung mengabaikan mereka. Bukan tanpa alasan, Karena hatinya sudah tertutup untuk menyukai seseorang lagi. Kini ia bersila di atas rerumputan sambil mengeluarkan sketchbook dan pensil dan mulai menyekets gadis dalam fotonya, Yumi. Disaat tengah serius, sebuah benda kecil yang terbuat dari kertas origami berbentuk bintang terlempar padanya. Bulatan bintang kertas itu jatuh tepat di atas sketchbook miliknya. “ Apa ini? Origami bintang?” “Buatlah permohonan pada bintang jatuh. Buat dia kembali lagi.” Kata-kata itu masih terngiang di kepalanya. Anak kecil yang barusaja ditemuinya dan mengucapkan hal konyol tentang sebuah permohonan. Ini sungguh lucu, pikir Rama kembali menyelesaikan sketsa foto Yumi. Tampak dua orang berjalan menghampirinya. “Rama!” teriak gadis berkuncir kuda itu menepuk bahunya. “Kemana aja sih!” Disusul temannya Nico dibelakangnya. “Serius banget lo, gambar apa sih?” Nico curiga. Dengan gesit, Rama langsung menutup sketchbook miliknya. “ Bukan apa-apa. Hanya tugas!” jawabnya berbohong. “Oh ya, kita mau ngasih tahu. Lusa depan kita mau ngadain pesta, “Ucap Nico disertai anggukan dari kekaksihnya, Rika yang barusan menepuk bahunya. “Iya, lo datang ya. Harus itu!” “Terus gue jadi obat nyamuk kalian gitu. Ogah!” tolak rama mentah-mentah. “Nggak setiakawan lo. Pesta pertunangan kita, masa lo nggak datang!” “Temen-temen sekolah juga bakal datang kok!” lanjut Rika , “dan aku dengar Yumi juga akan pulang dari LA.” Mendengar nama Yumi dipanggil membuat Rama sontak tertegun. “Yumi?” “Ini kesempatan lo Ram!” NIco menyenggol bahunya. “Gue sibuk, gue nggak bakal datang!” “Dasar pengecut. Percuma lo pintar tapi sikap lo nggak pernah berubah, egois!” “Egois!” Rama pergi begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya. Mata Nico menangkap sesuatu yang taka sing terjatuh di bawah. Sebuah remasan kertas yang barusaja dibuang Rama begitu saja. Rika kemudian memanggilnya. “Nico lihat!” Sebuah sketsa seorang gadis yang tak asing. “Yumi!” ucap mereka bersamaan Pesta “Rama tampak rapi dengan setelan jas hitam melekat di tubuhnya. Sebenarnya hari ini ia begitu malas untuk menghadiri acara pesta. Namun, Nico memaksanya untuk datang ke pesta. Nico bilang akan ada kejutan istimewa yang telah disiapkannya. “Rika!” suara dari belakang mengintrupsinya. Rika, gadis yang saat ini memakai gaun terusan putih menoleh ke belakang, mendapati sahabatnya datang. “Yumi!” keduany langsung berpelukan. “Gue kangen banget sama lo!” ungkap Rika dengan wajah melasnya. Kali ini Yumi tak datang sendiri. Ia membawa seseorang di sampingnya. Laki-laki berkacamata itu tersenyum ramah. “Kenalin dia Mike, tunangan aku!” “Tunangan?” Rika menyambut uluran tangan dari laki-laki bernama Mike itu dengan sedikit keterkejutan. “Rika!” Datang Nico menghampiri Rika, “Sayang, kemana aja sih, tamunya udah pada datang tuh! Eh Yumi apa kabar? Udah lama nggak ketemu.” Sapanya “Dia siapa?” “Gue Mike, tunangan Yumi!” Nico menoleh pada Rika. “Tunangan?” …. “Gue harus cegah Rama ketemu sama Yumi.” “Percuma Nico, semua udah terlambat!” “Kita nggak bisa biarin Rama melihat Yumi bersama orang lain.” “Kita yang merencanakan mereka bertemu bukan? Dan sekarang—“ “Kita nggak tahu kalau Yumi udah bertunangan.” “Aku tahu, tapi percuma saja mencegah mereka, pada akhirnya Rama juga harus tahu.” Rama yang merasa bosan memilih pergi ke belakang rumah di samping kolam renang, bersamaan dengan Yumi yang berjalan tak sengaja sampai ke belakang rumah yang terlihat sepi. Sepasang mata bertemu saat keduanya menoleh bersamaan. “Yumi!” “Rama!” Sorot mata menunjukkan kerinduan satu sama lain. ini untuk pertama kalinya mereka bertemu sejak satu tahun yang lalu. “Hai apa kabar?”sapa Yumi pertama kali, dapat dilihat mata keduanya tampak berkaca-kaca. “Aku baik-baik saja, kamu” sapa balik Rama lirih, ia tak sempat mengucapkan kalimat lain saat ini. Yumi tersenyum simpul, “Aku selalu baik, Ram—“ “Yumi!” panggil seseorang dari jauh, terlihat seorang laki-laki menghampiri mereka berdua, bukan—lebih untuk mendekati Yumi. “ Kamu kemana saja? Aku cariin dari tadi, yuk pulang!” Mata Rama membulat, kedua kakinya mendadak kaku melihat keakraban keduanya. Siapa dia? Dan apa hubungannya dengan Yumi—mungkinkah? “Rama, kenalin, dia—“ “Gue Mike, tunangan Yumi.” Runtuh juga pertahanan Rama saat ini mendengar kata Tunangan. Yumi telah bertunangan. “Aku pergi Rama!” pamit Yumi meninggalkan Rama seorang diri disana. Rama masih berdiri di tempat, bahkan lidahnya sekarang benar-benar kelu untuk berucap. Kesempatan telah hilang, ia tak mungkin bisa mengulang waktu untuk memperbaiki semuanya. Bersamaan dengan air hujan yang saat ini membasahi seluruh tubuhnya. Rama berjalan seorang drii dengan langkah tertatih. Sorot matanya kelam sekelam langit malam hari ini, pandangannya kosong. Seketika ucapaan anak kecil itu kembali terngiang dalam pikirannya. “Kalau kakak masih mencintainya. Buatlah permohonan, agar dia kembali” Saat itu juga tubuh Rama rubuh sambil menahan isak tangis. Bukankah selama ini ia begitu egois membohongi dirinya. “Yumi!” “Tuhan, aku mencintainya, tolong kembalikan dia padaku.”. Tinnn, suara klason mobil mendekatinya. Siluet cahaya menyilaukan matanya, bersamaan dengan hujan yang mereda. Perlahan tapi pasti bayangan Rama hilang sekejab dalam cahaya putih. Kalau memang waktu bisa kembali, aku ingin semua dari awal. Menjadikan hitam menjadi putih, agar kau tetap berada disini.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Menjadi Orang Ke Tiga

read
5.5K
bc

Scandal Para Ipar

read
708.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Marriage Aggreement

read
87.0K
bc

JANUARI

read
49.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

TERNODA

read
199.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook