Bab 2

1006 Words
Rosmalia Dayana adalah istri dari Tengku Fadli, Ia mantan seorang kupu-kupu malam yang di persunting Seorang Fadli yang merupakan pengusaha sukses di bidang properti dan arsitektur. Fadli sendiri merupakan Anak sulung dari 3 bersaudara, ia lahir dari keluarga yang cukup kaya dan terpandang, ayahnya bernama Rahman Hidayat, Seorang pengusaha minuman kemasan yang sudah menjangkau ke seluruh Nusantara. Usia Fadli sendiri kini sudah menginjak 34 tahun, Ia menikah dengan Rosmalia saat usianya 27 tahun, dan dalam masa pernikahannya itu, dia belum di karuniai seorang anak, oleh karena kehidupan bebas di masalalu Rosma lah yang menjadikan Rahim istrinya itu bermasalah, bahkan di vonis susah memiliki keturunan. Keadaan Rosma yang exs kupu-kupu malam pun tak ada yang mengetahuinya, rahasia itu di tutup rapat-rapat oleh Fadhli selalu suaminya. pun dengan keadaan Rahim Rosma yang tak baik-baik saja di sembunyikan juga oleh Fadhli dari kedua orang tuanya dan keluarga besarnya. Dari sinilah bencana itu bermula, Rosma yang merasa di atas awan dengan Bucinnya sang suami pun seolah lupa diri dan bertindak sesuka hati. "Aku ingin kamu menyewa rahim seorang wanita untuk melahirkan anak kita...!" kata Rosma di suatu sore. "Kenapa harus seperti itu? apakah tidak ada opsi lain?" Tanya Fadhli sedikit tak menganggap serius ucapan istrinya itu. Fadhli sendiri merasa tak terlalu wajib untuk memiliki keturunan, tak ada hal yang mewajibkannya untuk itu. "Aku takut jika nanti Orang tuamu menyodorkan istri kedua atau bahkan yang ketiga di pernikahan kita...!" jawab Rosma dengan tatapan yang entah. "Tentu saja aku akan menolak...!" jawab Fadhli masih santai. "Mungkin saat sekarang kamu masih bisa menolak, lalu bagaimana jika kerinduanmu sebagai seorang ayah terpanggil? aku yakin kamu tak akan sanggup menolaknya, meskipun tanpa cinta sekalipun...!" jawab Rosma mengungkapkan ketakutannya. "Lantas...?" Pancing Fadhli. "Aku tak ingin merasakan luka itu, aku tak ingin di paksa untuk pergi saat aku masih nyaman dalam pelukanmu...!" Kata Rosma dengan tatapan sendu dan genangan yang hampir tumpah di pelupuk matanya. "Kamu tahu kan mas kalau aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini?" lanjutnya lagi. "Aku tak akan menduakanmu, ataupun melepaskanmu demi yang lain, itu janjiku baby...!" jawab Fadhli tegas. "Aku mohon, turuti permintaanku kali ini, seperti permintaan ku yang lain yang tak pernah kamu tolak selama ini...!" Pinta Rosma yang kini sudah banjir dengan airmata. Setelah cukup lama berfikir, Akhirnya Fadhli menjawab. "Baiklah... jika itu bisa menenangkan hatimu, Aku bersedia...!" Jawab Fadhli pada akhirnya dan langsung mendapatkan pelukan hangat dari Rosma. "Aku terima beres saja...!" lanjut Fadhli yang di angguki oleh Rosma. "Oh ya mas, Supir kantor yang sering antar jemput kamu itu siapa namanya?" tanya Rosma. "Pak Adit...?" tanya Fadhli memastikan maksud sang istri. "Ya, apakah dia masih belum mengembalikan pinjamannya?" Tanya Rosma. "Belum sih, kenapa? kemaren dia juga mengajukan pinjaman lagi untuk pengobatan lanjutan istrinya.." Jawab Fadhli. "Bukannya hutangnya itu lumayan banyak ya mas? kalau nggak salah sekitar 60 juta kan ya?" tanya Rosma memastikannya. Fadhli hanya mengangguk dan belum faham dengan ucapan sang istri. "Kalau nggak salah dia punya seorang putri kan mas? kelas 3 SMA kalau tidak salah...!" tanya Rosma lagi. Fadhli pun mengangguk kemudian menanggapi perkataan istrinya. "Kemaren selain mengajukan pinjaman, Pak Adit juga meminta tolong untuk memasukkan putrinya itu bekerja di kantor secara part time, katanya mau sambi kuliah begitu...!" jawab Fadhli lagi polos. "Alamatnya dimana mas? kapan-kapan aku mau berkunjung ke rumah pak Adit di kediamannya, boleh kan mas?" tanya Rosma meminta izin. "Boleh, mau ngapain kesana? mau kasih santunan?" jawab Fadhli di lanjutkan dengan pertanyaan. Rosmalia hanya tersenyum dan tak menjawab pertanyaan dari suaminya itu, dan hal itu tak di bahas lagi oleh Fadhli. Selama ini Fadhli memang memberikan kebebasan untuk Rosmalia bahkan diapun di berikan akses untuk mengetahui dan ikut campur di perusahaan. *** "Selamat malam Pak Adit, boleh saya masuk?" Sapa Rosmalia saat pintu rumah itu terbuka dan kebetulan Pak Adit sendiri yang membukanya. "Ibu Rosma, silahkan masuk Bu, maaf...!" jawab Pak Adit sopat dengan mempersilahkan Istri dari atasannya itu masuk ke dalam rumah. Pak Adit kaget dengan kedatangan dari wanita yang menurutnya bermuka dua tersebut, tapi karena memang statusnya adalah istri dari bos tempatnya bekerja, maka Pak Adit pun harus bersikap sopan kepadanya. Setelah Rosmalia duduk di temani pak Adit, tak berapa lama Anak perempuan pak Adit pun. keluar dengan membawa minuman untuk tamunya tersebut. Saat Anak perempuan itu hendak masuk ke dalam kembali, Rosma pun mencegahnya. "Duduklah ada hal penting yang ingin aku bicarakan, dan ini juga menyangkut dirimu...!" Kata Rosma memberikan perintah. "Saya Bu?" tanya Anak perempuan pak Adit yang bernama Dayu Anggraeni Mustofa dan lebih di kenal dengan sebutan Dayu. Dara cantik berusia 18 tahun yang baru saja lulus SMU. "Ya, duduklah, kalau memungkinkan aku pun ingin Ibumu juga hadir di sini supaya kita bisa enak bicaranya...!" kata Rosma tegas dan terkesan angkuh. Tak menunggu lebih lama, Pak Adit pun pamit berdiri untuk membawa istrinya, meskipun masih di selimuti kebingungan apa maksud dari wanita yang ada di hadapannya tersebut. Setelah semua berkumpul, tanpa basa-basi lagi Rosma pun mengungkapkan maksud dari kedatangannya ke rumah pak Adit tersebut. "Saya ingin menawarkan sebuah kerjasama untuk bapak selaku dari putri bapak ini, eemmm namanya siapa?" tanya Rosma menatap gadis cantik tersebut. "Nama saya Dayu Anggraeni Mustofa Bu...!" jawab Dayu. "Kerjasama apa ya Bu? apakah ini tentang permintaan tolong saya kepada pak Fadhli?" tanya Pak Adit hati-hati. "Ya, menyangkut itu, tapi hanya sedikit...! tapi yang akan saya tawarkan bukan tentang itu...!" mendengar jawaban dari Rosma membuat pak Adit mengerutkan keningnya karena bingung. "Saya ingin Anak bapak ini menjadi Ibu dari anak kami...!" Kata Rosma sarkas dan kembali membuat ketiga orang di ruangan tersebut kebingungan. Pasalnya setahu mereka, bosnya itu belum memiliki anak. "Aku ingin menyewa rahim putri anda...!" Kata Rosma. Mendengar itu sontak saja Dayu berdiri karena sangking kagetnya. "Maksudnya apa ya Bu?" tanya Dayu meminta penjelasan. "Darah muda memang tak bisa di kendalikan...!" Rosma terkekeh dengan reaksi Dayu yang berlebihan. "Tenang saja, aku menawarkan ini tidak gratis, dan perlu kamu ketahui, bahwa kamu tak ada pilihan lain...!" Ejek Rosma seolah meremehkan wanita muda yang ada di hadapannya. "Tentu kamu tahu bukan kalau ayahmu berhutang di perusahaan dengan nominal yang sangat tinggi?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD