Mata Dayu membelalak kaget saat mengetahui nominal uang yang di pinjam oleh sang ayah.
"Mana mungkin? Ayah...?"Dayu menatap ke ayahnya meminta penjelasan.
"Maaf Pak Adit, karena usia usia bapak yang sudah tidak mudah lagi, maka kami terpaksa memberhentikan bapak...!" kata-kata lanjutan dari Rosmalia membuat Dayu dan juga Pak Adit beserta istrinya kaget.
"Maksudnya bu? saya di PHK? tapi saya sudah lama mengabdi di perusahaan, kenapa tidak ada kompensasi sama sekali...!"Pak Adit memprotes atas pemecatan sepihak yang tak sesuai dengan aturan kantor.
Pak Adit sendiri usianya belum begitu tua baru memasuki usia 45-an, sedangkan kantor akan memensiunkan karyawannya di usia 50 sampai 55.
"Bapak bisa baca sendiri alasan pemecatan bapak, dan mohon maaf keputusan tersebut tidak bisa diganggu gugat...! dan oleh karena hutang Bapak ke perusahaan yang sangat tinggi, maka pesangon bapak ditiadakan...!"kini bukan hanya Dayu saja yang berdiri dari duduknya melainkan juga Pak Adit mendengar keputusan yang diucapkan oleh Rosmalia.
Melihat reaksi dari dua orang yang ada di hadapannya membuat Rosmalia tersenyum sinis, "Uang pesangon, hutang bapak di perusahaan akan di anggap lunas jika Putri Bapak yang bernama Dayu ini mau menerima tawaran saya...!" ucapan Rosmalia terhenti dengan sanggahan yang diucapkan oleh Pak Adit.
"Saya menolak, Saya tidak akan menggadaikan kebebasan anak saya untuk menjadi pemuas nafsumu...!" kata Pak Adit dengan sengit.
Sementara istri dari Pak Adit hanya bisa diam dan memegangi dadanya yang terasa sakit, Semua orang hanya terfokus dengan sikap semena-mena Rosmalia tanpa melihat keadaan wanita yang ada di kursi roda di antara mereka.
"Saya akan membayar hutang saya meskipun saya harus kehilangan rumah kami sekalipun...!" lanjut Pak Adit.
"Yah...!" Lirih Dayu merasa terharu dengan sikap tegas bapaknya.
"Yakin bisa melunasi hutang Bapak dengan menjual rumah reot ini...? pikirkan baik-baik, selain yang Saya tawarkan tadi jika selama Dayu mengandung anak kami, selama itu pula kami akan memberikan tunjangan bulanan untuk kalian berdua, dan juga menanggung pengobatan dari istri bapak...!" lanjut Rosmalia kemudian.
Semuanya saling terdiam dengan pemikiran masing-masing tak terkecuali Dayu, sementara Rosma merasa yakin jika Dayu pasti tak akan menolak dengan tawarannya, walaupun itu dengan terpaksa.
Setelah cukup lama suasana menjadi hening, ini Rosmalia berkata kembali untuk meminta keputusan dan jawaban dari keluarga tersebut.
"Saya tetap menolak menggadaikan anak saya, lebih baik saya menjual ginjal saya untuk melunasi hutang-hutang saya...!"lanjut Pak Adit kemudian.
Rosmalia tertawa dengan sangat keras mendengar apa yang diucapkan oleh Pak Adit, sementara Dayu menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar apa yang diucapkan oleh ayahnya tersebut.
"Stop pengobatan ibu yah, semuanya bersumber dari ibu yang merepotkan ini, jika memang ibu harus dipanggil oleh yang kuasa, Ibu ikhlas yah, Ibu Ridho...!" akhirnya ibunya Dayu yang bernama ibu Diyana angkat bicara. beliau merasa menjadi beban untuk suami dan anaknya oleh penyakit yang dideritanya itu. namun dengan serempak Pak Adit dan juga Dayu berkata.
"Tidak Bu, Sama sekali Ibu tak pernah merepotkan kami...!" kata Dayu dan Pak Adit bersamaan.
"Sudah cukup dramanya, Saya hanya butuh jawaban, dan jika jawaban tidak sesuai dengan yang saya inginkan, dengan kata lain kamu menolak tawaran saya tadi, maka bersiaplah untuk ayahmu mendekam di penjara...! karena tentu akan ada tuntutan lain selain hanya hutang tersebut...!" kata-kata terakhir dari Rosmalia lagi-lagi membuat Pak Adit dan juga Dayu terkejut.
"Maksudnya...?" kata keduanya bersamaan.
"Bersedia aku sewa rahim kamu atau penjara...!" kata Rosmalia sinis.
Aku berikan waktu 30 detik untuk kamu berpikir dimulai dari sekarang.Kata Rosmalia kemudian menyalakan timer di ponselnya.
Diana menggeleng tanda tak menyetujui jika Dayu menerima tawaran tersebut begitupun Pak Adit, namun Dayu tak berdaya dia lebih memilih untuk kehilangan kebebasannya daripada melihat ayahnya berada di penjara dan tentu sang ibu akan semakin terpuruk keadaannya.
"Apa keputusanmu?" setelah 30 detik Rosmalia kembali angkat bicara.
"Bismillahirrahmanirrahim, Saya bersedia, tapi bukan dengan sewa rahim melainkan menjadi istri kedua...!" jawab Dayu dengan sangat tegas.
Rosmalia tertawa dengan sangat keras mendengar apa yang diajukan oleh Dayu, ia tak menyangka jika perempuan yang dianggapnya lugu ternyata adalah suhu.
"Ternyata Kamu licik juga, apakah kamu berpikir akan memanfaatkan situasi untuk menguasai harta suamiku dan menyingkirkanku...? apakah kamu tidak tahu sebucin apa suamiku terhadapku...?"ucapan Rosmalia terhenti karena Dayu memotongnya.
"Lalu apa yang kamu takutkan? apa kamu takut kalau suamimu itu akan berpaling kepadaku karena aku bisa memberikannya keturunan? apakah kamu merasa tak akan dicintai lagi setelah kamu menghadirkanku diantara kalian...?" Dayu memancing dan menohok langsung sisi ego dari Rosmalia.
"Maafkan aku ya Allah karena telah sengaja menghina makhluk ciptaanmu Dan juga takdirnya yang telah engkau gariskan, aku hanya tak ingin memutus sebuah nasab, akan aku terima meskipun itu hanya pernikahan siri, asalkan status anak yang akan kulahirkan nanti tetap bernasab pada bapaknya...!"batin Dayu dalam hatinya.
"Siapa takut? tapi jangan pernah berharap ada pernikahan resmi diantara kamu dan suamiku, kamu hanya akan mendapatkan status sebagai istri siri ataupun pernikahan di bawah tangan...!" jawab Rosmalia.
"Deel...!" Dayu mengulurkan tangannya setelah mengatakan kata deal dari mulutnya.
Rosmalia kemudian mengeluarkan selembar kertas di mana di dalamnya sudah berisi tentang poin-poin perjanjian antara dia dan juga Dayu.
Dengan seksama Dayu membaca isi perjanjian tersebut, Dayu membacanya dengan sangat teliti takut ada jebakan dari tulisan yang tertera di sana.
"Semua poin-poin itu akan kamu dapatkan setelah kamu menandatanganinya...!" kata Rosmalia datar.
"Kenapa poin ke 5 mengatakan bahwa tidak ada kontak fisik? lantas bagaimana aku bisa hamil? jangan berpikir bahwa kamu akan melakukan sistem bayi tabung?" tanya Dayu mempertanyakan tentang tak adanya kontak fisik.
"Kamu fikir? aku akan merelakan suamiku untuk berpeluh ria dan bermain lendir denganmu? bayanganmu terlalu jauh nona...! aku hanya membutuhkan keturunan bukan berbagi suami...!" jawab Rosmalia dengan senyum sinis.
"Dasar iblis...! punya dendam apa kamu terhadap keluarga kami? tak cukupkah kamu menghancurkan masa depan putri kami...?" kata Pak Adit dengan gramnya.
Namun, lagi-lagi Dayu berfikiran lain dengan apa yang di minta oleh Rosmalia, yang menganggap ini sebuah kesempatan untuknya, karena dengan begitu kesuciannya akan tetap terjaga dan dia akan meminta melahirkan secara caesar untuk kelahiran anaknya kelak.
"Aku tidak punya dendam pribadi kepada kalian, nasib Putri kalian saja yang buruk, dia ada untuk menjadi rahim pinjaman bagi kelahiran keturunan kami...!" Dengan sangat datar dan tanpa ekspresi Rosmalia menjawab.
"Sudahlah yah, Bu, Aku siap dan ikhlas menjalani takdirku... Aku bersedia Nyonya Rosmalia Dayana, dengan kesadaran hati yang penuh saya menerima tawaran anda, dan tolong tepati janji anda...!"