Sulit dimengerti kenapa dalamnya Luka dalam hati ini tak bisa membuat aku mudah melupakannya, setiap hari bahkan setiap waktu kenapa aku harus terus mengingatnya , apa belum cukup luka ini untuk mengubur rasa cinta ini untuknya. Sampai kapan aku begini ? Sudah seminggu aku disini tapi tak ada yang berbeda dengan fikiranku , masih seperti ini, Bahkan kenapa aku masih berharap ada keajaiban untuk hubungan ini . Apakah yang aku rasa juga dirasakan oleh mas Raka juga ? tidak ,,,, tidak mungkin, jika mas Raka merasakan apa yang aku rasakan . Jika dia mencintaiku sebesar apa yang dia ucapkan , pasti dia ngak akan tega seperti itu, apalagi dengan kakakku sendiri,tapi kenapa tak sedari dulu?
Saat siang Ana masih bisa mencari pelampiasan untuk mengalihkan fikirannya , namun jika malam menjelang semua itu kembali tumpah dalam otak Ana . Apalagi omnya yang sering pergi keluar kota, seperti saat ini , Ana sendiri dirumah , sudah 3 hari ini om Ardy pergi ke Jakarta . Sebenarnya om Ardy sudah meninggalkan kartu kredit untuknya jika ingin jalan – jalan, tapi moodnya ngak ada untuk jalan jalan , apalagi sendirian .Andai saja ada trio kwek-kwek pasti rame , sayang mereka jauh .
Air mata masih setia mengantarkan tidurnya, Ana sering tidur karena capek menangis dari pada tidur karena mengantuk .
Suara dering handphone mengagetkan Ana yang baru saja ingin memejamkan matanya
“selamat malam cantiknya om,, udah tidur kah?” suara om Ardy di seberang sana
“belum om ,, baru saja mau tidur, ada apa om” suaranya lemah dan sedikit terbata bata
“ kamu habis nangis? “ tanya Ardy menyelidik
“ ngak kok om Cuma ngantuk aja , kan ini udah malam” elak Ana agar ngak ketahuan habis nangis, padahal siapapun yang mendengar suaranya pasti yakin dia habis nangis
“ dengerin om na, jangan sampai apayang terjadi sama om terjadi sama kamu, menyesal yang tak bisa aku perbaiki na, kamu ingat nenek Kusuma ? Beliau wanita yang kuat hebat, kamu taukan dia membesarkan 2 anak sekaligus tampa seorang suami, dia bekeja keras untuk membesarkan kedua anaknya, menghadapi apapun menjadi benteng bagi kami berdua walau dia seorang wanita, tapi kamu tau titik paling rendah yang tak mampu dia hadapi teryata ,,, melihat anaknya sedih,saat om terpuruk dengan penghianatan tunangan om sendiri, om sangatlah egois saat itu memikirkan diri sendiri karna depresi semata. Dan ahirnya om menyesal dan sadar, tapi Sudah terlambat na nenek pergi untuk selamanya, kini yang tertinggal hanyalah penyesalan . Maka om mohon cepatlah untuk bangkit na berlama lama pun kamu seperti ini ngk akan merubah kenyataan ini bukan? Fikirkan keluargamu ok” kisah yang hampir sama mereka alami hingga mereka bisa saling mengerti
“ iya om aku paham , tapi aku belum tau cara untuk bangkit om “ tangis kembali pecah , yang semula ia tutupi kini bisa ia ungkap , karena kini ia tau omnya juga pernah mengalami , walau sampai kini dia masih sendiri paling tidak kini dia sudah bangkit , membuktikan pada semua jika dia bisa lebih baik tampa mantan.
“besok om pulang , oh ya,, ada kabar baik, teman om yang punya supermarket lagi butuh karyawan,jadi besok kita berjumpa dengannya siapa tau kamu bisa masuk kesana “
“ Baik om semoga saja aku bisa mengurangi waktu melamunku dengan fokus bekerja” setelah pembicaraan itu Ana menutup telfonnya duluan
Pagi ini Ana kembali kesiangan , karena sulitnya dia tidur tadi malam hingga dia tidur sudah menjelang subuh, rasa kantuk sebenarnya masih menggelayut di kelopak matanya, tapi dia harus bangun , tak baik seorang gadis bangun siang siang, ( nanti jodohnya diambil orang ) begitu kata orang dulu, tapi kenyataannya selalu bangun pagipun Jodohnya tetap diambil orang
Ana bangun lalu melakukan rutinitas paginya mandi , memasak dan beres beras. Rencana hari ini ia ingin membuat kue untuk om tersayangnya , tadi pagi om Ardy telah menghubunginya , kemungkinan dia sampai sekitar jam 1 siang, maka masih ada waktu untuk kepasar dan membuat kue, Ana bergegas menuju pasar , dengan memesan ojeg online , dia bergerak cepat agar kue buatannya sudah siap saat omnya datang nanti,
Jm 12 tepat kue sudah siap, Ana menarik nafas lega ' Alhamdulillah siap juga ahirnya, kue zebra kesukaan om sudah siap, lucu sih memang om malah suka kue jama Jepun , padal kan sekarang banyak kue varian baru yang lebih enak dan nikmat, hehehe” Ana tertawa geli mengingat selera omnya yang masih jadul itu , setelah membersihkan dapur dia bergegas mandi lagi
Kini Ana melihat tv , kebetulan ada Drakor kesukaannya jam ini,sambil membawa camilan ditangannya . Dia larut dalam suasana yang disuguhkan oleh drama yang ditotonya sampai sampai tak mendengar salam dari omnya
“ Hemmm pantesan ngak dengar, lagi nonton drama , gitu amat kamu hanyut dalam cerita” sambil membawa koper kecil ditangannya dia geleng geleng melihat kelakuan keponakannya ini
“ lho om Ardy, kapan masuknya kok Ana ngak dengar , “ sambil mengusap air mata Ana menoleh kearah om Ardy yang sedang bersedekap sambil melihat kearahnya
“ gimana ngak tambah sedih kalau tontonannya kayak gini, tambah baperlah “ ledeknya
Ana dan omnya makan bersama tampa sepatah katapun , hanya denting sendok dan piring yang saling bertambrakan yang terdengar
“Na , nanti malam kita bertemu dengan teman om ya, siapa tau kamu bisa diterima disana”
“ iya om, tapi kenapa malam om melamar kerjanya?” Ana agak sedikit takut karena tak biasanya melamar kerj malam malam
“ dia mau terbang ke Kalimantan besok , jadi ini kesempatannya, tadi om belum datang dan sekarang dia ada meeting dengan pemasok katanya” jawaban Ardy sedikit meredakan rasa takut Ana
Jam tujuh malam mereka berangkat menuju kafe yang telah disepakati bersama untuk pertemuan ini, Ana yang memakai celana jeans yang dipadu dengan kemeja biru muda menambah kesan anggun dan sopan , awalnya om Ardy menyarankan memakai gaun biar terlihat elegan tapi Ana menolak , karena tak ingin memberi kesan merayu , karena acaranya memang ingin melamar kerja
Setelah melihat pengalaman kerja Ana , ahirnya Ana diterima kerja di supermarket milik teman om Ardy, rasanya senang sekali , semoga ini adalah awal untukku .
Diperjalan pulang om Ardy tak hentinya memberi semangat kepada Ana , agar Ana tak larut dalam kesedihan terlalu lama,
“Na ,, ingat ini kesempatan buat kamu untuk bangkit, buat ini adalah permulaan menjadi dirimu sebenarnya , buktikan pada mereka jika kamu mampu bahagia walau tampa dia , kamu mampu , kamu bisa dan ingat jangan mengantungkan lagi harapan hanya pada satu arah, kamu harus punya referensi lain, jika yang kita tuju tak berjalan seharusnya paling tidak kita bisa menjadikan yang lain itu untuk kita jadikan pilihan yang lain. Ya bukan berarti kita ngak boleh setia, tapi kita harus memikirkan hal yang tak terduga juga kan,intinya kita harus bisa memetik pelajaran yang telah ditunjukan Allah sama kita na, ok,, kita ini pernah merasakan hal yang sama , jadi kita harus bisa bangkit dari semua ini. Om juga belum bisa dibilang muveon tapi om sudah bisa bangkit dari semua ini na, “ Ardy hal pahit pengalamannya agar tak terjadi pada Ana.
“ tapi kenapa om belum punya pengantinya sekarang? Jangan bilang om malah kehilangan rasa suka om sama wanita ya” sambil senyum senyum meledek
“ iish ni anak ya, ,, diberi tau malah ngedek , awas kamu ya” tangan Ardy meraih daun telinga Ana sambil sewikit menjewernya
“ ampun om ampun ,iya iya Om aku mendengar semua kok please lepasin om”