Kalian adalah kenangan

1682 Words
Seminggu sudah Ana mencoba mencari pekerjaan, di bantu teman temanya juga mencari , namun mereka selalu mendapatkan loker di luar daerah. Sedangkan Ana ingin bekerja yang tak jauh dengan orang tuanya, meninggalkan orang tuanya adalah pilihan sulit baginya . Bu Rina berjalan menghampiri Ana yang sedang duduk digasebo sendiri, dengan kaki didalam air mungkin bagi Ana bisa sedikit mengurangi bebannya, menikmati polah tingkah ikan yang berenang kesana kemari memberikan hiburan tersendiri baginya. “ Nak,, jangan sering melamun gitu, nanti ada setan ganteng mampir lho” Bu Rani sedikit memberi candaan pada putrinya  “ Ibuk bisa aja’ senyum khas Ana yang selalu dia suguhkan pada semua orang walau perasaanya tak terwakilkan sama sekali di sana “ nak apa udah ada kerjaan buat kamu nak? Bukan apa apa ibuk hanya tidak ingin selalu melihat anak ibuk yang cantik ini terus bersedih seperti ini,” “ belum buk , ngak tau kenapa sulit sekali . Padahal kalau ngak dicari banyak yang nawari’ beberapa toko dan pabrik – pabrik kecil di kota itu telah dia datangi , namun semua mengatakan jika sedang tidak membuka lowongan pekerjaan , karna memang dalam situasi seperti sekarang ini , sangat sulit bagi usaha usaha kecil untuk maju. Pandemi yang belum juga usai membuat banyak pengusaha yang gulung tikar, karna tidak singkronnya antara pemasukan , pengeluran biaya modal dan bayar karyawan. “ nak ,, bagaimana jika kamu pergi ke Surabaya aja dulu, sambil liburan menenangkan diri, syukur jika disana kamu mendapat pekerjaan kan nak” tutur Bu Rani mencoba memberikan solusi  “ tapi buk Ana ngak mau jauh dari ibuk sama bapak, nanti ibuk sedih sediri “   “ dengarkan ibuk, kamu tau ibuk lebih tersiksa saat melihat putri ibuk sedih dan murung seperti ini, ibuk seperti kehilangan sosokmu nak, walau ibuk bisa melihatmu tapi ibuk ingin kamu bahagia,,dari pada ibu bisa memelukmu tapi tapi sedih terus kayak gini” bu Rina terus membujuk anaknya agar mau berangkat ke surabaya, harapanya ,,disana Ana bisa menata hatinya kembali ,paling tidak tak melihat apa yang akan menambah sakit hatinya bertambah parah. Lama Ana bisa menjawab pertanyaan ibunya tersebut , selain berat meningalkan orang tuanya , Ana juga berat berpisah dengan teman teman yang selalu ada untuknya, tapi jika dia pikir mungkin ada benarnya juga untuk pergi kesana , sampai hatinya membaik. “ baiklah buk, Ana akan pergi kesana, tapi  disana Ana akan tinggal bersama om Ardy berdua saja buk?” walau Ardy adalah adik sang ibuk , namun Ana tetap malu jika hanya tinggal berdua saja  “ ommu kan sering tinggal diluar kota nak , maka akan sangat jarang pulang. Jadi kamu akan lebih sering sendiri nak” sedikit kelegaan mendengar kesanggupan Ana untuk pergi  .’ya allah hamba mohon kuatkan hati anak hamba,menghadapi ujian darimu ini , berikan jalan terbaik untuknya, semoga ini adalah jalan yang kou berikan ya Allah”.   “ besok kebetulan bapak kan libur nak , jadi bisa nganterin kamu ke terminal, Ardy juga masih dirumah nak jadi bisa jemput kamu nanti, ibu akan tenang nak,” walau terlalu mepet tapi ini adalah yang terbaik, ibu akan tenang jika Ana mau untuk berangkat besok,  “ tapi buk apa ngak terlalu cepat ya? Bahkan aku belum siap siap dan ngabarin teman -teman” jujur Ana kaget jika ternyata ibunya telah menetapkan keberangkatanya besok, terlalu mepet memang namun mungkin itu adalah yang terbaik yang akan membuat ibunya tenang. " Nanti malam undang teman teman kamu kesini ya, itung itung untuk perpisahan sementara kalian , ibu akan masak enak nanti gimana?” ternyata ibunya telah benar benar telah merencanakan semua ini,. Krik krik krik, , semua menoleh ke arah jojo setelah mencari asal suara itu ternyata adalah dari hp si jojo.  “ kenapa sih pada ngliatinya kayak gitu banget” dengan gaya manjanya jojo mengibaskan rambutnya yang agak panjang itu “ jadul amat sih ringtoon mu itu, aduh titisan dimensi berapa coba ni anak” sindir si Ajenk si ratu galak . “ iya dasar alai” bryan sambil tangannya nonyor kepala jojo Ternyata panggilan itu dari sahabat mereka Ana, setelah tau siapa yang memanggil siapa yamg telfon mereka antusias untuk menjawab telfon itu,  “ Hallo cin,, ada apa ni”   “ tumben kamu ngak telfon ke aku sih say” sosor Ajenk dari belakang yang ngak terima , biasanya Ana lebih dulu menghubunginya di banding para kwek ini “ cek’ilah Mak lampir bisa cemburu juga ni critanya” ledek Jojo, dan hanya mendapat pelototan dari Ajenk saja. “ iya iya maaf,, tadi aku dah hubungi kamu tapi ngak aktif jenk, gini lho nanti malam kalian bisa ngak kerumah?” Ana langsung dengan tujuan dia telfon  “ nanti malam ? emang ada acara apa An”bryan curiga , tak biasany Ana mengundang ke rumah , biasanya mereka hanya ngumpul di kedai bakso pak Jono “ ngak apa apa kok, biar ngumpul aja gitu” Ana ngak tega untuk memberitaukan maksudnya sekarang, takutnya mereka akan marah karna Ana aka pergi dadakan gini.  “ Aduh tapi kayaknya aku ngak bisa deh An, aku harus nganterin ibuk pergi kedokter An” bryan mengutarakan alasan tidak bisanya dia menghadiri undangan Ana Malamnya Ajenk dan jojo datang kerumah, Pak Nugraha dan Bu Rina menyambut dengan suka cita, beberapa menu makanan telah disiapkan oleh Bu Rina dan Ana , Jojo yang ngak mau berhenti makan , membuat Ajenk malu .setelah makan usai mereka menuju gasebo belakang rumah, disana Ana mengutarakan rencana keberangkatannya ke Surabaya.  “Temen temen, aku mau bicara sesuatu sama kalian,  besok aku harus berangkat ke Surabaya say” sontak Jojo dan Ajenk tersedak minuman. “ Apa? Ngak usah ngada – ngada deh, “ Ajenk benar – benar kaget,, karna baru kemarin Ana ngak mau pergi saat ada kerjaan di Jakarta ,dan sekarang tiba – tiba mau berangkat ke Surabaya “Iya jenk , ibuk minta aku kesana , sebenarnya aku belum ingin, tapi melihat ibuk seperti nya ingin sekali aku kesana, mungkin ngak mau melihat aku bertambah sakit terus jika tetap disini” Ajenk mengerti maksud dari Bu Rina ingin Ana pergi ke surabaya, Ajenk dan Jojo hanya bisa mengangguk setuju dengan ide Bu Rina. Besok pagi sekali Ana akan berangkat , berarti ini adalah terakhir kalinya mereka bisa melihat Ana sebelum berangkat, sayang Bryan ngak ikut. Mereka saling memeluk , melepas rindu sebelum perpisahanitu benar benar terjadi  “ Janji ya sering ngabarin aku, awas kalau ngak!” Ajenk sedih walau sebenarnya ada rasa senang juga , temannya ngak melihat mereka berdua lagi. “ Iya say kabar – kabarin lho ya, aku pasti kangen banget Ama kamu hu hu” si Jojo lelaki berhati lembut ini akan sangat cengeng di suasana seperti ini,  “ Iya , iya  aku janji aku kan bisa pulang kapanpun ketemu kalian , doain aku ya, moga disana aku bisa dengan cepat mengikhlaskan ini semua,, aku ngak mungkin bisa melupakan bukan, karna dia sekarang adalah kakak ku sendiri, aku ngak bisa menghindari dalam waktu yang lama, aku hanya bisa mengikhlaskan saja” matanya berkaca kaca , melihat itu Ajenk dan Jojo semakin bertambah sedih, mereka ngak nyangka hidup temanya ini jadi seperti ini. Sebetulnya mereka juga ngak percaya kenapa Raka bisa seperti itu, padahal jika dilihat perhatianya Sama Ana begitu besar, mengingat mereka menjalin hubungan jarak jauh. Kenapa malah digerbang pernikahan malah seperti itu, memang sedikit tak masuk diakal , tapi mau bilang apa itu adalah faktanya. Hari sudah mulai malam mereka berdua pamit pulang,  “Aku pulang ya , besok kalau mau berangkat chat ya” Ajenk berpesan pada Ana Sambil memeluk sahabatnya ,sebelum melangkah keluar dari rumah Ana. “ iya sayang aku akan kabari ya, hati hati ya disini ,titip Jojo cariin dia pacar biar keluar jiwa lelakinya” di suasana kayak gini Ana masih sempat bercanda “ iiih Ana ,kok gitu sih aku ma tetap LAKIK,,” Jojo membesarkan suaranya yang terdengar lucu , membuat gelak tawa sahabat – sahabatnya . Setelah sahabatnya pergi Ana kembali ke dalam rumah , menghampiri kedua orang tuanya yang sedang melihat televisi. “ Nak apa kamu sudah menyiapkan apa yang kan di bawa besok? Besok jam lima pagi kita berangkat dari rumah karna bapak dapat tiket keberangkatannya jam Ini nak”Pak Nugraha menyodorkan selembar tiket yang dia beli saat pulang kerja tadi sore. “ Sudah pak , insyaallah sudah semua Ana tidak banyak bawa barang kok pak, tadi om Ardy bilang ngak boleh bawa banyak baju, nanti mau dibeliin disana katanya pak”  “ Ibuk , selama Ana disana ibuk baik -baikya,jaga Kesehatan jangan capek- capek ya buk, maafin ana ngak bisa bantui. Ibuk masak dan bersih bersih lagi” kata Ana dalam Isak tangis yang tak mampu lagi dia tahan, walau Ana ngak tau ternyata ibunya itu sedang sakit, tapi persaan Ana begitu khawatir sama ibunya .Setiap melihat ibunya duduk ditengah pekerjaan yang dilakukan Ana bertambah khawatir ,berulang kali Ana mencoba bertanya namun tak pernah ibunya mengakui, Ana tak memaksa namun tetap mengganjal dihatinya akan keadaan ibunya itu. “ iya nak ibu janji, lagi pula bapak kan juga akan bantuin ibu disini. Iya kan pak?” Bu Rina menoleh suaminya dengan tatapan meminta dukungan ,agar anaknya lega dan tak khawatir meninggalkan orang tuanya. Ana pergi ke kamarnya setelah berbincang dengan kedua orang tuanya, ia memasuki kamar dan melihat sekeliling kamarnya, besok dia akan meninggalkan kamar kesayangannya ini. Langkah lemah nya menuju kemeja dimana barang- barang pemberian Raka dia simpan. “ Aku akan simpan semua ini Ketempat yang tersembunyi, harusnya aku membuangya ,namun kenapa hati ini belum juga rela ya Allah. Tolong bantu aku untuk melepasnya dengan keikhlasan”   tangannya mengambil satu persatu barang itu dan memasuknya kedalam sebuah box berwarna pink , dulu box itu adalah tempat hadiah ulang tahun nya yang ke 22 tahunya tahun lalu. Sebuah boneka panda yang lucu membawa bantal love , dulu dibantal yang bisa dibuka tengahnya itu berisi sebuah kalung emas berinisial A , barulah dia masih ingat kalau kalung itu masih dia pakai saat ini, ahirnya dia melepaskan dan mengembalikan ketempat dulu dia berada. Barang sudah di packing semua , diapun menaruh box itu di kolong tempat tidurnya, Ana melihatnya dan berkata ( kalian adalah kenangan , sulitku lupakan tapi harus aku ikhlaskan)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD