Penuh cerita

2148 Words
DiPagi telah datang, awan mendung menghalangi sang Surya untuk menyinari bumi , Ana membuka matanya perlahan seakan malas untuk melebar, pagi ini waktunya Ana untuk berangkat ke Surabaya. Matanya beralih memandang jam yang telah menunjukan pukul lima, waktunya dia untuk bersiap karena jam tujuh tepat bisnya akan berangkat, sedang jarak rumah ke terminal memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan, Ana bergegas mandi dan mempoles wajahnya tipis, dia memang tak suka berdandan berlebihan lain dengan kakaknya . Ana terlihat sangat cantik walaupun hanya memakai mekeup samar samar saja, Ana keluar kamar membawa koper kecil dan tas ransel di punggung nya, terlihat sang ibu dan ayah sudah menunggu di ruang makan, “ nak sarapan dulu sini, bareng bareng” ibu menepuk kursi sebelahnya yang masih kosong, Ana pun berjalan mendekat, dia Memandang ibunya matanya yang bengkak menandakan sang ibu habis menangis,  tak disadari air matanya pun mengalir, ini adalah pertama kalinya dia akan meninggalkan sang ibu untuk waktu yang lama, biasanya hanya beberapa hari saja rasanya ngak kuat , apalagi nanti Ana belum bisa membayangkan hal itu, tapi sang ibunyalah orang yang berkeinginan keras untuk Ana pergi ke Surabaya, mereka saling berpelukan menguatkan ,  “ Ibuk ,,, ibuk jangan nangis , nanti Ana berat untuk ninggalin ibuk “  “ Tidak nak ibuk tidak akan nangis lagi setelah ini , hanya saja untuk kali ini ibuk belum bisa menahan air mata ibuk nak, tapi ibuk janji setelah ini senyumlah yang akan menghiasi hari hari ibuk,” tangannya menyisir rabut depan anaknya dengan tangan , sambil sesekali mengecup kening ananya. Bu Rina Memang tak sedekat Ana dan neneknya namun semua itu ibu lakukan agar Abel ngak merasa iri, hingga dia lebih menjaga diri untuk terlalu dekat dengan anak kandungnya sendiri, karena sedari awal dia menerima pinangan dari suaminya , Bu Rina tau jika suaminya adalah seorang duda beranak satu, maka dia harus bisa menganggap anak tirinya juga sebagai anak kandungnya, namun karena rasa itulah berdampak pada hubungannya dengan putrinya, walau tetap baik namun tak sedekat hubungan ibu kandung dengan putri kandung seharusnya , untung Ana adalah anak yang baik dan pengertian . “ Makanlah sarapanmu nak, ibu sudah membuatkan khusus untuk anak ibu yang cantik ini” Bu Rina menyendokkan nasi goreng buatannya ke dalam piring beserta telor mata sapi dan beberapa potongan mentimun dan tomat kesukaan Ana. Ayah hanya memandangi perlakuan sang istri pada anaknya yang mau pergi ini dengan hati yang miris ‘ maafkan aku istriku , aku yakin kamu sangat tersiksa dengan semua ini, andai Adela bukan anakku mungkin kamu ngak akan sesulit ini, kini kamu harus rela berada jauh dari anak kandungmu dari pelukanmu, maafkan aku’ suara hati pak Nugraha yang tak bisa dia ungkapkan dan hanya dia pendam dalam hati, benar benar menjadi keadaan yang sulit juga untuk dia lalui.    Setelah selesai sarapan kini waktunya berangkat,Bu Rina mengantarkan kedepan pintu,  “ hati – hati ya nak dijalan sering kabari ibuk selama dijalan nanti, jangan melamun ya nak di bis, takut ada copet ,jambret ya nak, nanti kalau udah dekat terminal Surabaya langsung hubungi ommu biar langsung di jemput, dan cemilan yang udah ibuk bawakan nanti di makan selama perjalanan biar ngak bengong “ wejangan panjang berturut turut Bu Rina bak kereta , maklum ini adalah pertama kalinya juga Ana naik bis sendirian , biasanya pasti ada temanya, seorang ibu dimanapun akan sama jika pada posisi Bu Rina sekarang. “ iya ibuk, Ana akan berhati hati, ,, ibuk juga hati – hati di rumah ya buk, kalau ada apa-apa langsung kabari Ana ya buk” anggukan Bu Rina sebagai pertanda kesanggupan nya  “ ya sudah ayo berangkat nanti terlambat sampai terminalnya, bisnya udah berangkat lagi”  “iya pak,, d**a ibuk aku pasti akan merindukanmu buk” “ Ehh tapi pak aku belum sempet pamit sama kak Adel pak, bisa mampir sebentar pak mau pamit aja,” Ana baru sadar kalau dia belum sempat pamit sama kakak tirinya itu, walau sering disakiti sampai saat ini , Ana masih tetap baik sama Adel, itulah Ana yang tak mau berbuat jahat sama orang, sekalipun orang itu orang salalau menyakitinya. “ tidak akan usah nak nanti bapak yang akan sampaikan sama kakakmu, takutnya nanti kamu ketinggalan bis nak, lagi pula mau hujan kayaknya jadi lebih baik kamu berangkat saja ya .” sebenarnya pak Nugraha hanya ngak tega kalau sampai harus pamit dulu sama Adel, bukan kasihan paling malah mengejek adiknya yang baginya bisa dia kalahkan, pak Nugraha tau sifat putrinya itu, beda jauh dengan Ana. “ baiklah pak ,nanti salam sama semuanya ya pak,” lalu beralih menghampiri ibunya dan memeluknya lagi,  “ buk Ana berangkat dulu ya, doain Ana selalu ya buk” Bu Rina hanya mengangguk lemah dan Berkata” doa ibu slalu meyertaimu nak, “    Ana berangkat diantar pak Nugraha baik motor, Ana melambaikan tangannya pada sang ibu sampai sang ibu tak terlihat lagi. Sesak d**a Bu Rina melepas kepergian putrinya kali ini, tapi Bu Rina yakin ini adalah jalan terbaik untuk anaknya,   ' ibu akan merindukanmu nak, ya Allah lindungilah anakku dimanapun dia berada, semoga ini jalan yang terbaik untuknya dan menemukan kebahagiaan yang baru disana,, amiiin’ air mata yang sejak tadi tertahan ahinya tumpah juga, kemarin dia membayangkan akan mengantar anaknya untuk pindah ke Jakarta bersama suami yang dia cintai, karena rencana awal Ana akan dibawa Raka untuk menetap di Jakarta , tapi sekarang dia mengantar anaknya pergi membawa luka yang harus di obati sendiri, bahkan luka itu karena orang orang yang sangat dia cintai miris bukan nasib anak perempuannya ini,    Suasana riuh terminal kota dipagi hari ini terasa amat ribet, ada yang berlarian , menawarkan jualan mereka , suara kenek yang mencari penumpang , bisingnya suara mobil dan motor yang hilir mudik bergantian , keluar masuk terminal menambah riwehnya pagi ini, tapi ya,,, itulah teminal. Pak Nugraha berhenti tepat di depan bis yang akan ditumpangi Ana ke Surabaya, belum begitu penuh tapi sepertinya sudah mau jalan , karena mesin sedah mulai di nyalakan.  “ nak” tiba-tiba pak Nugraha memegang bahu putrinya dan menitikan air mata, Ana begitu terkejut baru kali ini bapaknya terlihat begitu sedih smpai sampai meneteskan air matanya. “ Jaga diri baik baik ya nak bapak yakin kamu kuat, maafkan kakakmu ya nak , kamu sudah banyak mengalah untuknya , dan maafkan bapakmu ini yang ngak bisa bertindak tegas sama kakakmu, kamu selalu jadi korban nak, kamu memang anak bapak yang paling baik,, sekali lagi maafkan bapak ,, maafkan bapak nak” sambil menarik Ana kedalam pelukannya mengelus rambut sang anak lembut. “ bapak jangan nangis pak , aku jadi sedih , ini bukan salah bapak, ini sudah nasibku , aku titip ibu ya pak , tolong kabari Ana jika ada apa apa sama semua keluarga kita disini ya pak” “ pasti nak bapak akan jaga ibuk,, kamu tenang disana” setelah itu bapak meminta Ana untuk naik, sebelum naik ke bis Ana mencium punggung tangan Pak Nugraha dan memeluknya sebentar, di dalam bis terlihat penuh hanya beberapa kursi saja yang belum terisi, Ana duduk paling belakang bersebelahan dengan seorang nenek sekitar usia 75 tahun , beliau hanya diam menatap keluar jendela, bahkan tak sadar jika sudah ada yang duduk disebelahnya. “ permisi nek “  berulang kali Ana memangil namun ngak ada respon dari sang nenek, ahirnya Ana memberanikan diri menyentuh tangan si nenek yang sedari tadi meremas remas pucuk selendang yang di kalungkan dilehernya, nenek itu terkejut dan menoleh pada Ana “ astaga,,, ya Allah maaf nak nenek melamun”  “ iya nek sedari tadi aku panggil nenek ngak jawab makanya saya pegang tangan nenek, maaf ya nek saya lancang” sebenarnya Ana takut terjadi sesuatu sama nenek itu makanya dia berani memegang tangan si nenek “ ngak papa nak,, kamu mau kemana nak?”  “ mau ke rumah om di Surabaya nek, nenek sendri?”  “ nenek mau kerumah anak nenek, dia lagi sakit nak , makanya nenek gelisah karena dia hanya sendiri disana” nenek begitu sedih menceritakan anaknya yang sedang sakit, banyak hal yang nenek ceritakan sampai dia menangis saking sedihnya, maklum anak satu satunya itu ditinggal istrinya saat dia sakit , anaknya tidak bisa jalan karena sebuah kecelakaan yang menimpanya , istrinya tak kuat jika hidup pas pasan , hanya sisa tabungan yang selama ini diandalkan untuk hidup. Kebiasaan hidup enak membuat sang istri sulit beradaptasi dengan keadaan , dan ahirnya meninggalkan suaminya untuk bersama lelaki lain. Saking asiknya ngobrol sampai tak sadar jika bis sudah jalan, sampai di sebuah lampu merah dia anak laki laki naik  “ selamat pagi bapak bapak , ibu ibu, kakak kakak dan pak sopir untuk memani perjalanan anda ijinkan kami menyanyikan sebuah lagu” dua anak laki laki itu kira – kira berumur 12 keatas seharusnya mereka masih sekolah, bukan mencari sesuap nasi ini. Suara petikan gitar mulai terdengar , suara dari anak itu begitu merdu ,cengkok seperti yang begitu cantik membuat lagu yang dibawakan begitu mengena dalam hati , apalagi lagu yang dibawakan Sangat pas  Aku titipkan dia  Lanjutkan perjuanganku ‘tuknya Bahagiakan dia, kau sayangi dia Sepertiku menyayanginya  Begitulah kira-kira lirik ref dari lagu yang dibawakan anak itu, lagu yang lagi tren dibawakan oleh Tri suaka saat ini, suara anak ini bisa menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya. Air mata Ana tiba-tiba turun tampa aba- aba, melihat ada penumpang yang menangis mendengar suara nya anak laki-laki yang bertugas menjadi vokalis ini menghampiri Ana, dan duduk di depan Ana sambil bernyanyi, Ana bagaikan hanyut dalam rasa sedih yang dia rasakan. Anak ini begitu pandai menyentuh hati, tak satupun penumpang yang tak hanyut dalam alunan lagu yang dibawakan, apalagi Ana. “ kakak harus semangat ,, ngak boleh sedih ngak boleh putus asa ya,, di depan sudah siap semua yang lebih indah untuk kakak, “ seakan tau apa itu ang Ana rasakan anak itu memberi semangat kepada Ana, Ana tersenyum mendengarnya dan menganggukkan kepala tanda setuju . Dan yang ngak diduga anak itu malah tertunduk dan menangis setelah memberi semangat pada Ana,  Ana dan penumpang lain bingung dengan anak ini yang tiba tiba menangis sesegukan di depan Ana, Ana mencoba membangunkan anak ini dan mendudukkannya di tempat duduk yang dia duduki tadi “ dek kenapa,, ada apa dek?” tanya Ana sambil mengelus elus pundak sang anak, tapi tiada jawaban darinya, tapi ahirnya anak ini mendongak ke atas melihat Ana dalam.  “ kak, ,,, kalau kakak sekarang sedang bersedih karna ditinggal kekasih kakak , tolong jangan putus asa, sampai mengorbankan nyawa , ingatlah keluarga kak, dampak kedepanya begitu besar kak” begitu dalam ungkapan perasaan anak ini hingga air mata mengiringi semua kata-katanya yang terdengar terbata bata, teman si anak mendekati temannya “ Sudah , sabar mbak Nias udah tenang disana , ayo kerja lagi ibumu butuh obat yang semangat”  “ gini mbak sebetulnya kakaknya ini dulu dihianati pacarnya sama temen sendiri, trus kakaknya ini depresi ujung ujungnya bunuh diri mbak minum racun, sedang ibunya sedang sakit keras, dan sekarang hanya tinggal dia dan ibunya , makanya mbak pas lihat mbak nangis karena lagu ini , dia langsung inget kakaknya begitu kak” penjelasan dari temannya ini membuat semua penumpang sedih, Ana mengambil beberapa lembar uang lima puluhan, walau uang yang dimiliki Cuma pas Pasan tapi dia ngak tega melihat anak ini, yang harus rela putus sekolah karena kakak yang menjadi tulang punggung lebih memilih mengahiri hidup demi seorang laki-laki dibandingkan dengan keluarga tercintanya, karna sang ayah telah lama meninggal dunia jadi kakaknya menjadi tulang punggung , tapi setelah kakaknya meninggal adik kecilnya inilah yang harus menggantikan posisi kakaknya, dia putus sekolah sejak kelas 4 SD . Penumpang lain ternyata juga sangat berempati , mereka memberikan sejumlah uang yang lebih dari biasanya memberi uang pada pengamen, bahkan ada yang memberi sampai hampir satu juta,  “ ya Allah terimakasih rejekimu ini ya Allah, semoga Semua mendapatkan balasan atas kebaikan anda semua dari Allah SWT,” sambil menerima uang pemberian para penumpang ini sang anak tak henti mengucap syukur dan mendoakan mereka,  “ Sekarang adik pulang , bawakan makanan untuk ibuk dan bawa berobat lagi ya” kata Ana sambil memeluk anak laki-laki itu “ iya kakak aku akan segera pulang, hari ini aku benar-benar beruntung bertemu dengan orang-orang baik” “ ohya namanya siapa ?siapa tau besok kita ketemu lagi kalau Allah mengizinkan “ ohya namanya siapa ?siapa tau besok kita ketemu lagi kalau Allah mengizinkan” Ana “ Bagas kak namaku Bagas , kakak sendiri?”anak itu kembali bertanya “ nama kakak Zivana, biasa dipanggil Ana ya udah cepet pulang ya anak baik, ohya ngomong – ngomong suara kamu bagus banget?” suara anak itu begitu merdu , tak satupun penumpang tak tersentuh dengan merdunya suara Bagas.  “ Terimakasih kak” setelah menyalami semua penumpang , Bagas turun dari bis, di bawah Bagas berteriak terimakasih dan melambaikan tangan, semua penumpangpun membalas lambaiyan tangan Bagas walau ngak tau Bagas melihatnya atau tidak. Selama perjalanan ini aku mendapat banyak cerita yang menguatkan aku agar tetap kuat menjalani hari-hari kedepan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD