Richo terdiam sejenak dan kemudian ia memarahi Majarani yang telah merahasiakan hal sebesar itu darinya, "Kenapa kamu nggak pernah bilang? Kenapa kamu menahan rasa sakitnya sendiri? Kenapa?" Majarani menatap Richo dengan mata yang berair, kala pria itu meninggikan suaranya. "Ayah sudah membenci Maja, apakah kakak juga?" tanya Majarani pada kakaknya. "Kakak nggak benci kamu, kakak hanya nggak mau kamu terluka, harusnya kamu bilang," jawab Richo seraya menggenggam kedua tangan Majarani. "Maja! Majarani! Richo!" Panggilan seorang pria membuat Richo segera berdiri dan lanjut membersihkan tubuh Majarani. "Sebentar, Maja masih dibersihkan!" jawab Richo dari dalam. "Oh, oke." Beberapa menit kemudian, Majarani keluar dengan mengenakan baju rumah sakit yang baru. Namun dirinya terus memel

