Majarani terdiam kala sang kakak tiba-tiba memiliki prasangka buruk terhadapnya. "Tolong bantu Liza," mohon Saka pada putrinya. "Baiklah, tapi tolong siapkan tempat untuk Maja ya," pinta Majarani seraya memasang tatapan sendunya. "Tempat apa?" tanya Richo seraya mengernyitkan dahinya. "Tempat untuk istirahat," jawab Majarani sambil tersenyum, menutupi maksud dari ucapannya. Majarani kemudian lanjut jalan ke arah ruang transfusi darah. Beberapa saat kemudian, dua kantung darah Majarani sudah ada di tangan Saka. "Ric, ayo ikut ke tempat Liza, kasihan dia," ajak Saka pada putranya. "Baiklah," jawab Richo. "Kakak di sini aja, Maja takut!" pinta Majarani. "Takut hantu itu? Tenang aja, ada perawat yang menjagamu kok," jawab Richo yang kemudian pergi bersama dengan ayahnya, meninggalkan

