bc

karena perjodohan

book_age16+
47
FOLLOW
1K
READ
like
intro-logo
Blurb

saat mengetahui akan dijodohkan dengan anak rekan bisnisnya, Adam kala itu sangat marah dan tdk trima dengan apa yg ayahnya lakukan.. Adam memilih pergi dari rumah ketimbang harus menikah dengan orang yang tidak dia cintai...

Di sisi lain Aqila Dwi Az-Zahra yg biasa orang panggil Zahra mendengarkan pembicaraan ayahnya dan jg rekan bisnisnya bahwa dia akan dijodohkan dengan anak rekan bisnisnya dan disaat itu jg Zahra memilih kabur dari rumah dan ingin mencari kakak nya yg jg pergi dari rumah

apakah Adam dan Zahra akan menemukan jodohnya simak selanjutnya..

terimakasih sudah mau baca

chap-preview
Free preview
pembicaraan dijodohkan
pagi itu seseorang lelaki duduk sambil membaca koran sesekali dia meminum kopi yg ada di meja makan... disisi lain wanita paruh baya yg cantik sedang memasak di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan suaminya.. meski memiliki pembantu namun Sinta lebih memilih memasak sendiri.. kala itu seorang pria tampan turun dari tangga menuju meja makan.. " pagi mah pah" sapanya pada kedua orang tuanya "pagi juga sayang" sapa Sinta saat mereka smua makan dan makanan hampir habis tiba tiba Hendra bicara "Adam kemarin papah bertemu dengan rekan bisnis papah dia bukan hanya rekan bisnis papah tp jg sahabat papah dulu waktu kami masih sekolah.. dan kami berniat bahwa pertemanan kami tidak hanya akan menjadi teman saja melainkan keluarga" "itu bagus dong pah" jawabnya "Iyah dan kami telah setuju bahwa kau dan anaknya pak Herman akan kami jodohkan sebagai pembuktian kesetiaan kami dan jg perusahaan kami jg" timpalnya. Bagai di Sampar petir di siang bolong adam pun terbatuk-batuk kala itu "pah papah nga bisa gitu dong, aku nga mau nikah sekarang pah" jawab Adam dengan emosi " papah nga nyuruh km nikah sekarang Adam tp setidaknya km bisa lebih kenal dulu sama anak pak Herman" timpalnya " nga pah aku nga mau dijodohkan, kenapa papah egois, pembuktian tdk harus menjodohkan aku dan anaknya pah" " dengar Adam papah tdk mau tau km suka atau tdk suka km akan papah jodohkan dengan anak pak Herman" "pah aku tidak mau menikah dengan orang yg tidak aku cintai pah" emosi Adam "ini sangat menguntungkan Adam ini demi masa depan km gadis itu sangat cantik dan pintar dan kita akan mendapatkan peringkat orang terkaya dan tersukses di taruh ini dan berikutnya" "aku nga mau pah.." "ADAM jika kamu menolak maka kamu tdk akan menjadi pewaris Mahardika group dan kamu harus pergi dari rumah ini dan papah tidak akan memberikan fasilitas apapun ke kamu ngerti" ancamnya penuh penenkanan di setiap kata "ok jika itu keputusan papah maka aku terima.. aku akan pergi dari rumah ini sekarang jg" tanpa berfikir panjang adam pun langsung pergi dan mengemas pakayanya.. "pah tolong jangan biarkan Adam pergi pah tolong hentikan semua ini pah biarkan Adam menjalani hidup nya sendiri pah" Sinta pun menangis karna sikap suaminya " biarkan saja mah papah ingin liat semampu apah anak itu tanpa harta" "pah Adam itu anak kita pah anak satu-satunya kita pah" Setelah selsai berkemas Adam pun pamit " aku pergi mah" " tidak Adam kamu tidak boleh pergi dari rumah ini.. mamah akan bicara sama papah kamu supaya membatalkan perjodohan ini" Sinta sambil memegangi tangan Adam sambil menangis "biarkan dia pergi.. papah ingin melihat berapa lama dia akan bertahan tanpa harta" ancam Hendra adam pun dengan terpaksa melepaskan tangan ibunya yg memeganginya kuat dan berjalan tanpa berbalik sampai dia menemukan taksi didalam taksi Adam menelfon seseorang "loh dimana?" d " di apertemen ada apa?..." suara sebrang telfon Tut Tut. Tut. suara sambungan ponsel di matikan sesampainya didepan pintu apertemen temanya Adam pun langsung masuk kedalam apertemen temanya itu karna Adam jg sudah tahu password apertemen temanya Adam pun langsung menjatuhkan pantatnya di sofa panjang sambil memegangi pelipisnya yg mendadak pusing " loh kenapa? ada masalah? kenapa sampe bawa koper segala? cerita sama gw" tanya temanya Adam " huuff..".( Hela nafas panjang) akhirnya Adam pun menceritakan semuanya. " gila bokap loh ko kejam bener si sama loh" kaget temanya Adam " gitu lah.. mangkanya gw memiliki pergi dari rumah" jawab Adam "btw gadisnya cantik nga sexy, gimana sampe loh nolak dia" lanjut nya " gw nga tau" jawab simpel " knpa bisa nga tau emang loh nga liat seperti apa gadis itu" " nga males, loh tau kan gw, udah lah gw cape pengin istirahat" adam pun tidur di sofa panjang " ohy vano thenk ya udah mau nampung gw" bicara sambil rebahan " iya sama-sama loh jg udah banyak bantu gw kan dulu sekarang gantian gw jg harus bantu loh" jawab lelaki yg di panggil vano Adi jaya biasa di panggil vano Adam dan vano mereka berteman sejak mereka masih SMA sampe sekarang sebenarnya bukan hanya vano teman Adam, masih banyak lg temanya.. hanya saja vano lebih bisa mengerti bagai mana sifat Adam.. keesokan harinya setelah bangun tidur Adam dan vano sarapan bersama mereka mengobrol seputar pekerjaan karna vano tau kalo Adam blum ingin bercerita banyak tentang dirinya yg lebih memilih pergi dari rumah ketimbang dijodohkan.. "bro kalo loh mau loh bisa pegang salah satu perusahaan gw, itu jg klo loh mau, daripada loh nganggur kan" tawar vano sambil memakan makanannya " loh serius Van?" " ya serius lah, lagian cabang gw salah satunya belum ada pemimpinnya kalo loh mau loh bisa nempatin disitu" tawarnya "tp Van gw takut nanti bakal merugikan perusahaan loh" " dam gw percaya loh bisa, gw tau loh, gw jg yakin jika perusahaan itu loh yg mimpin pasti bakalan maju" vano meyakinkan "baiklah gw terima, kapan gw bisa masuk kerja?" " terserah loh aja maunya kapan, lebih cepat lebih baik kan" jawab vano " ok besok gw brangkat" " loh serius, bagus deh nanti gw Anyer ya sambil memperkenalkan loh bos barunya" sambil tersenyum senang " thenks banget Van udah mau bantu gw, sory banyak ngrepotin loh" " santai saja dengan begitu jg gw jadi terbantu" Pagi hari pun seperti biasa mereka sarapan bersama bedanya karna hari ini hari Senin vano pun sudah berpakayan rapi ala orang kantoran dan hari ini jg hari pertama Adam akan memimpin perusahaan milik vano. takalah dengan penampilan vano Adam pun jg sama berpakayan rapi ala kantoran berjas dan berdasi mereka sama sama rapi dan tampan hanya saja Adam lebih tampan. " loh udah siap" tanya vano kepada Adam yg sedang menyeduh kopi "udah" " nih minum kopi dulu lagian masih jam setengah delapan karyawan jg masih ada yg belum brangkat pasti" sambil meletakan kopi di atas meja "tenks" setelah menempuh jarak hampir 20 menit vano dan Adam pun telah sampai di kantor milik vano kantor cabang yg akan di pimpin Adam. mereka disambut begitu sampai di kantor ada saja karyawan yang menvuri curi pandang ke bos mereka dan ada jg karyawan wanita yg berbisik-bisik mengagumi ketampanan mereka. yahh mau gimana lg memang mereka tampan tajir melintir usaha dimana mana " selamat pagi pak vano dan pak Adam" itu sekertaris vano "pagi Selin, ohy tolong buat rapat keseluruh pemimpin dan karyawan beritahu mereka bakal ada CEO baru di sini" suruh vano kepada wanita yg bernama Selin itu " baik pak saya akan kabari nanti" jawab Selin " baiklah saya masuk dulu jika sudah beritahukan saya" " baik pak, ada yg bisa saya bantu lagi pak?" " tidak itu saja kalo gitu saya dan Adam masuk dulu" baik pak" setelah menunggu 1 jam akhirnya selin pun mengabari kalo smua pemimpin maupun karyawan sudah kumpul.. Adan akhirnya semua sudah di jelaskan bahwa Adam akan memimpin perusahaan cabang vano. semuanya ikut senang bagai mana tidak bos baru mereka lebih tampan dan jg yg pasti pintar. setelah perkenalan selesai akhirnya vano pun pamit karna dia jg harus kekantor karna ada pekerjaan yg harus diselesaikan " dam sort bgt ya gw tinggal dulu ada kerjaan yg harus gw tanda tangani kalo loh butuh apa apa loh bisa minta tolong sama Selin karna dia sekarang sekertaris loh, dan klo loh blum ada yg di mengerti loh bisa telfon gw" " iya nga Papa ko, loh urus aja kerjaan loh biar gw urus yg disini" " kalo gitu gw pergi dulu ohy ini mobil loh pake aja ini kuncinya nanti loh pulang jam 5 sore aja ya" " loh trus loh naik apa kekantor loh?" " tenang disini jg masih ada mobil gw yg satunya" jawab vano sambil memberikan kunci mobil kepada Adam " terimakasih Van" sambil memeluk vano udah nga usah terimakasih terus kaya sama siapa aja loh ah, gw pergi dulu ya" sambil menyudahi pelukannya inilah hari pertama Adam bekerja di kantor cabang vano Adam pun bekerja dengan giat karna dia jg tau bagaimana cara menanganinya karna sebelum dia bekerja di perusahaan milik vano dia jg memimpin perusahaan milik ayahnya. 3bulan kemudian Adam sudah memimpin perusahaan milik vano dan dia sekarang akan pergi miring di luar kantor. tok. tok. tok. (suara pintu di ketok) " masuk" " mf pak pertemuan hari ini jam 9 pagi di restoran Cina" selin pun menjelaskan " ok Selin sekarang kita berangkat" sambil bersiap siap pergi " baik pak" sambil mengikuti langkah kaki Adam sesampainya di sebuah restoran yg di maksud Adam pun bertemu dengan klayen nya mereka membicarakan tentang mereka membicarakan kesepakatan pekerjaannya dan bukan hanya membicarakan tentang pekerjaan kala itu jg ada vano disana dan klayen vano kebetulan adalah temanya juga akhirnya mereka jg berkenalan. " senang berkenalan dengan anda pak Adam" sapa temanya vano itu " senang jg berkenalan dengan ada pak Kenan" sambil menjaba tangan Adam " saya dengar anda adalah anak dari pak Hendra Mahardika tp kenapa anda bekerja di perusahaan milik vano?" Ken pun bertanya soalnya dia penasaran dengan Adam siapa si yg nga tau Adam anak konglomerat terkaya dan sukses tampan pula tiba-tiba lebih memilih bekerja dengan temanya sendiri ketimbang memimpin perusahaan sendiri. "mf bukanya lancang tp semua orang jg tau kalo anda adalah pewaris tunggal Mahardika group" lanjutnya "tida papa Ken sebenarnya saya yg minta bantuan ke Adam untuk memegang perusahaan saya untuk sementara soalnya saya Akir-akir ini sering keluar kota" vano pun menjelaskan karna vano tau Adam tidak mungkin jujur tentang alasan smua ini. "oh gitu mf trlalu banyak bicara" " tidak papa pak Ken" jawab Adam " tidak usah formal gitu panggil saja saya Ken" kata Ken " baik Ken dan panggil saya Adam saja lagi pula usia kita tidak terpaut jauh juga" jawab Adam sambil sesekali meminum kopi disisi lain Selin sebagai sekertaris Adam yg tidak jauh dari sana mendengarkan pembicaraan antara ketiga Pria itu " oh jadi Adam itu anak pak Hendra Mahardika orang terkaya itu" (dalam hati) " ini bagus udah kaya, tampan lagi"( dalam hati) karna bukan hanya Selin melainkan sekertaris vano dan keen pun duduk disana. " baiklah vano, Adam saya permisi dulu saya jg harus kembali kekantor" pamit keen sambil berdiri " baiklah pa keen senang berbisnis dengan anda" sambil berdiri dan menjabatangan keen " baiklah saya permisi, oh ya kalo tidak keberatan kau bisa datang ke pesta pertunangan Andre, vano loh di undangkan?" " tentu saja saya di undang, dan Adam jg pasti di undang lah dia jg kenal dengan Andre" jawab vano " kau kenal Ander" tanya keen ke Adam " tentu saja saya kenal dia teman saya waktu saya masih SMA kami bertiga teman satu kelas" jawab Adam " baguslah kalau begitu, dia sepupu saya.. baiklah klo begitu jangan lupa datang ya" "pasti" jawab vano dan Adam" setelah kepergian keen dan semua sekertaris nya tinggalan Adam dan vano "loh nga ke Moll?" tanya vano "untuk apa ke Moll?" jawabnya sambil meminum jus jeruk kesukaannya "ya kalo mau menghadiri acara kan pasti kebanyakan orang beli baju baru atau ke salon dan...." sebelum melanjutkan kata-katanya Adam lansung mencelanya "gw bukan perempuan yg setiap pergi pesta harus tampil sexy biar bisa di pandang paling bagus.. hehh menjijikan" "hey bukan menjijikan itulah perempuan dia itu ingin menjadi yg trbaik dari yg terbaik loh aja yg nga ngerti" ejek vano " gw bukan loh. yg selalu melihat wanita seperti ingin menelannya saja" " hey wanita itu sendiri yg diminta dipuaskan gw si cuman mengiyakan ya saja sayang kan menolak rejeki" sambil cengengesan " otak loh itu ya bener bener" " hey loh itu belum tau gimana rasanya ena ena mangkanya ngomong begitu saat loh tau wanita atau jatuh cinta atau menyukai wanita loh pasti tau sendiri gimana rasanya" " udah deh nga usah bawa-bawa nama cinta muak gw.. gw nga akan pernah jatuh cinta ok" "loh akan kemakan omongan mu sendiri Adam saat loh bertemu dengan seorang wanita itu makan jantung dan perasaan loh akan berubah" " udah lah Lo nga usah nyeramahin gw, kalo loh mau ceramah Sono di masjid aja" "hahahaha kita liat aja nanti.. btw emang loh nga mau beli kado gitu buat Andre?" "hadiah?.. " " ya iya lah hadiah masa kita datang dengan tangan kosong kan nga banget" "menurut loh gw beli hadiah apa?" " itu si terserah loh mangkanya gw nawarin loh ke Moll" "ya udah yuk kita brangkat keburu sore"

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Because Alana ( 21+)

read
364.3K
bc

PERFECT PARTNER [ INDONESIA]

read
1.3M
bc

Perfect Revenge (Indonesia)

read
5.1K
bc

Mendadak Jadi Istri CEO

read
1.6M
bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

Perfect Honeymoon (Indonesia)

read
29.6M
bc

MY ASSISTANT, MY ENEMY (INDONESIA)

read
2.5M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook