pertemuan pertama

1050 Words
disisi lain pagi itu seseorang wanita cantik yg masih tertidur pulas di kasur king size menggeliat kala bunyi dering telepon " hallo" dengan suara has orang bangun tidur " ya ampun loh itu ya ini udah jam berapa loh masih aja tidur bangun woy ini udah siang loh mau rejeki loh dipatok ayam" sebrang telvon sambil mengomel pasalnya wanita itu selalu saja malas bangun pagi "berisik banget si km ndre, mana ada ayam matok rejeki yg ada ayam tu matok nasi" sambil mengusap-usap telinganya karna kebrisikan " ada apa loh nelvon gw sepagi ini" lanjutnya "gila loh ini udah jam 9 loh bilang sepagi ini? buka mata loh lebar-lebar liat matahari udah diatas b**o" omelnya " berisik bgt si loh kaya perempuan aja, ada apa loh nelvon ganggu tidur gw aja loh, loh tau kan ini itu hari Sabtu kantor tutup" "tuh kan loh pasti lupa" " lupa? lupa apa si?" "loh itu bener bener lupa atau pura pura lupa?" " apaan nga jelas tau nga, apaan tudepoin aja apa" "astaga loh itu ya nanti malam itu pertunangan gw dengan silfi loh inget kan? jadi hari ini tolong loh kerumah silfi untuk mempersiapkan semuanya" "oh astaga ndre gw lupa loh kenapa nga ngomong si dari tadi" omelnya sambil menyibak selimut yg menutupi badannya " loh itu emang pikun masih muda tp udah pelupa" " Yee bukan pelupa tp emang nga inget loh tau kan krjaan gw nanya" "iya gw tau loh itu orang penting tp jangan lupain hari bahagia gw jg kali" " iya iya bawel ah ya udah gw mau siap siap dulu gw mau ke Moll dulu abis tu langsung ke rumah silfi" "ok kalo gitu bay sampe ketemu di pesta" pamitnya sambil mematikan telvonya setelah mematikan sambungan telponnya gadis itu pun langsung masuk kamar mandi untuk melakukan ritualnya setelah selsai gadis itu memakai pakayan dengan Dres setengah lutut warna biru muda sangat pas dengan rambut yg tergerai dan poni didepannya sangat cantik dengan makeup yg tipisnya.. setelah selesai gadis itu langsung keluar rumah menuju mobil untuk menuju ke Moll. Disisi lain Adam dan vano telah sampai di Moll mereka memilih- milih baju untuk kado dan dirinya "loh mau beli kado apa Van?." Adam bertanya "gw beli ini aja" sambil memegangi sepatu. "loh apaan" " gw bingung.. gimana kalo jam tangan?" "itu jg bagus" "ya udah gw cari toko jam tangan dulu" " ya udah loh cari dulu aja nanti gw nyusul soalnya gw masih cari jas dulu" disisi lain gadis itu gadis canti bernama Az-Zahra Az-zahra putri Maheswari atau yg kerap di sapa Zahra sedang memilih-milih gaun untuk di pake nanti malam di acara pertunangan sepupunya " mba coba gaun itu saya pengin liat" Zahra sambil menunjuk gaun merah muda dengan hiasan bunga di depannya "iya ini saya ambil yg ini saja" sambil memegangi bajunya yg kelihatanya pas dan cocok untuk dirinya setelah sudah membayar gaun Zahra pun keinget akan membelikan kado untuk sepupunya itu " kado apa ya yg bakal gw kasih ke Andre dan silfi nanti malam" setelah berfikir lama sambil jalan akhirnya Zahra pun berinisiatif untuk membeli jam tangan saja dan saat itu dering telfon berbunyi "hallo" sambil jalan "Lo dimana? loh jadi kan Dateng ke pesta tunangannya sepupu loh?" dari sebrang telfon "iya jadi gw di Moll nih lg mau beli hadiah buat Andre dan silfi, kenapa emang?" tp tiba-tiba saat di tengah jalan Zahra menabrak seseorang BRAK.. "aduhh.." "kalo jalan liat-liat dong nga punya mata apa" sambil marah-marah namun masih posisi duduk "apah hei nona anda yg salah anda sendiri yg menabrak saya.." "oh jadi kamu nyalahin saya iya begitu" saat mencoba bangun tiba-tiba kakinya menjadi sakit "auww" sambil memegangi kakinya yg sakit "anda tidak papah nona?" "loh pikir apa, kaki gw sakit bukanya bantuin ke ini malah liatin aja" masih sambil memegangi kakinya. tanpa mereka sadari orang-orang di sekitar mengliatin mereka berdua "oke baiklah mari saya bantu" dengan memberikan tangannya untuk memapah gadis itu "kau ingin kemana nona biar saya antar" "gw mau cari jam tangan tp keburu sakit kaki gw jadi antar saja saya keparkiran" pintanya " baiklah" saat sudah di parkiran " dimana mobil anda nona" " disana itu yg warna merah" " apakah anda menyetir mobil sendiri?" " tentu saja" " to nona dalam keadaan seperti ini anda tidak bisa mengendarai mobil" "bener juga apa kata dia(dalam hati)"sambil berfikir "baiklah nona sebagai permintaan mf saya telah menabrak anda dan membuat anda terluka ijinkan saya untuk mengantar anda pulang" tawar Adam "baiklah, ini kuncinya"sambil memberikan kuncinya setelah masuk dalam mobil adamoun menelvon vano untuk memberitahu kalo dia akan pulang lebih dulu padahal dia ingin mengantar gadis ini " di mana rumah mu" " dari sini belok kekanan dan belok kiri lalu kekanan lagi apertemen itu" sambil menunjuk jalan "baiklah" setelah sampai parkiran adamoun membukakan pintu mobil dan memapah gadis itu dengan hati-hati dan satu tangannya dia memegang barang milik gadis ini setelah masuk log dan sudah berada di lantai 22 adam pun pamit untuk pergi dan tidak disangka- sangka ternyata apertemen gadis itu sama dengan apertemen milik vano mereka satu apertemen " makasih udah mau anterin gw sampe sini" gadis itu "sama-sama" saat akan pergi tiba tiba gadis itu menghentikannya "tunggu.." sambil jalan tertatih-tatih "nama gw Zahra loh? "Adam.. nama gw Adam" sambil menjaba tangan gadis yg bernama Zahra tanpa di sengaja ini pertama kalinya Adam tersenyum dengan seorang wanita maksudnya wanita asing ya yg baru Adam kenal setelah pergi adamoun turun ke life no 19 dimana dia tinggal "loh ko baru sampe katanya tadi pulang duluan" sapa vano " ada urusan bentar" "oh gimana kadonya" tanya vano pasalnya tadi Adam ingin membeli jam tangan untuk kado pertunanganya Andre "gw nga jadi beli" " kenapa?" terpaksa Adam cerita soal kejadian tadi di Moll dan sampe nganter Zahra " oh namanya Zahra cantik namanya pasti orangnya lebih canti" ejek vano kepada Adam sambil senyum-senyum " apaan si loh.. loh tau gadis itu sangat cerewet dia yg salah eh dia yg ngomel-ngomel" "hahahaha itu si biasa wanita itu selalu benar dan priya selalu salah" "tp btw ko ada yg berubah ya dari sikap loh?" lanjutnya " berubah apaan?" tanya Adam penasaran "ya itu sejak kapan seorang Adam Mahardika peduli dengan wanita atau jangan-jangan??" sambil tertawa " apaan si loh ah.. gw cuman bantuin doang gw.. gw cmn kasian aja kakinya sakit" " oh kasian doang" sambil cengengesan " apaan si loh ah"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD