setelah berdandan Zahra pun turun ke tangga
"hai ka" sambil tertatih-tatih
"loh dek kaki km kenapa?" tanya Ken kepada Zahra pasalnya adiknya ini berjalan dengan tertatih-tatih
"nga papa ko ka cuman tadi pas di mol ada orang yg nabrak za jadi za jatuh ngataunya kaki za keseleo, tapi tadi udah di urut ko ka tadi bibi udah manggil tukang urut
" oh gitu, tp kamu yakin nga papa?.. kalo kaki kamu sakit mending kamu nga usah Dateng aja ke pestanya ya?"
" nga papa ko ka za masih bisa jalan ko kasian jg kan Andre kalo za nga Dateng"
" kamu yakin nga papa kalo nanti kamu udah nga kuat Kam bilang kaka ya nanti kakak Anyer kamu pulang ya"
"siap ka" sambil hormat
di tempat lain Adam dan vano jg sedang dalam perjalanan ke pesta Andre setelah sampai
"hai ndre apa kabar loh? btw selamat ya atas pertunangan loh dan silfi" sambil berpelukan Andre dan Adam dan vano
"thenks bro smoga loh cepet nyusul ya" canda Andre ke Adam membuat Adam sedikit masam mukanya
"apaan si loh ikut -ikutan vano aja loh ah"
"btw silahkan nikmati pestanya ya saya ke sana dulu nemuin calon gw"
"ok deh"
setelah sampai di pesta Zahra, keen dan Keysa masuk ke dalam dan bertemu silfi dan Andre juga ayah ibu silfi dan Andre
Keysa itu adalah pacar dari keen ya.
"Andre, silfi selamat ya " Zahra sambil memeluk silfi dan cipika cipiki dan Andre jg"
" makasih udah Dateng ya" balas silfi kepada keen, Zahra dan Keysa
"pasti Dateng dong kalo nga nih ada yg PMS" canda Zahra sambil melirik Andre
" Om Tante selamat ya" sambil menyalami kedua orang tua silfi dan Andre
"makasih sayang"
" dimana papah kamu? dia nga ikut?"
tanya ibu Andre karna beliau adalah kakak dari alm ibu Zahra dan Ken
" mm.. tanteh sebenarnya.." sebelum melanjutkan pembicaraan Herman pun Dateng
"oh rupanya kalian kesini juga" sambil berjalan mendekati Zahra dan keen
Zahra pun terlihat sangat takut dia bersembunyi di balik sang kakak keen
"papah" ucap keen dan Zahra
"jadi kamu kabur dari rumah sama kaya kakak kamu itu iya"
"pah.. za.. za.." sambil gelagepan dan takut
"pah seharusnya papah tuh tau kami tidak mau dijodohkan pah" balas keen kepada ayahnya
"DIAM KAMU KEEN ANAK PEMBANGKANG TAU APA KAMU HA.."
" Semua papah lakuin itu demi kamu Dan Zahra demi masa depan kalian "
flashback
" pak Hendra kita sudah berteman sejak lama apakah tidak sebaiknya kita berkeluarga?"
"maksud anda gimana ya pak"
" begini saya mempunyai putri usianya masih muda 20 th canti dan pintar dan anda memiliki anak laki-laki yg tampan dan pintar bagai mana kalo mereka kita jodohkan.. lagi pun usia anak anda dengan putri saya tdk jauh beda"
"itu ide yg bagus baiklah saya akan coba bicara dengan anak saya nanti"
tak di sangka pembicaraan ayahnya dengan temanya itu terdengar oleh Zahra Dan Zahra berfikir tidak ingin di jodohkan akhirnya Zahra pun kabur saat tengah malam dan dia mencari kakak nya keen dan setelah bertemu dengan keen Zahra pun lebih memilih tinggal di apertemen sang kakak daripada balik ke rumahnya. begitupun sebaliknya keen pun awalnya dijodohkan namun Ken membantah dia sudah mencintai wanita lain yaitu Keysa dan dia tidak ingin di jodohkan dengan rekan bisnis ayahnya akhirnya keen pun memiliki pergi dari rumah.
"Zahra papah minta kamu pulang sekarang" sambil menarik tangan Zahra
" nga pah za nga mau" sambil memegangi tangan sang kakak
sampe acara pertunangan pun menjadi bahan gosip karna adegan sang keluarga Maheswari
" Herman setidaknya bicarakan ini mati liat smua tamu liatin kita, Herman kakak nga mau malu kamu urus masalah Kam nanti mengerti" marah sang ibu Andre kepada Herman adik ipar nya
saat mereka berdebat tidak disangka bahwa Adam mendengar semuanya
"jadi Zahra itu anak pak Herman"(dalam hati bertanya)
"jadi yg di maksud papah Zahra" lanjutnya
"hei loh kenapa ko bengong" vano sambil menepuk pundak Adam
" tidak papa"
"Van?"
"hmm"sambil meminum minuman alkohol
"jadi keen itu anak pak Herman Maheswari pemilik Maheswari grup? Dan Zahra itu putrinya pak Herman?"
"ko loh nanyanya gitu kenapa? loh suka sama anaknya pak Herman si Zahra? kalo loh suka deketin aja gw setuju ko dia cantik pinter lagi"
" apaan si loh gw cuman nanya"
"jadi dia wanita itu" bicara dengan nada kecil
" apa loh bilang apa tadi dam gw nga denger"
" nga gw nga ngomog apa-apa" elaknya
saat Herman sudah pergi dari pesta Zahra pun duduk di kursi yang disediakan untuk para tamu dia duduk sendirian
" sendirian aja"
"loh.. (ekspresi syok) loh ko ada di sini"
" kenapa tidak boleh?"
" bukan gitu maksud gw, loh dari pihak siapa pria atau wanita"
" gw temannya Andre"
"ohh temanya tp aku ko nga pernah liat km nongkrong bareng Andre ya"
"apa perlu pembuktian kalo gw temen Andre?"
" ya nga maksud gw, gw nga pernah liat Andre dengan Lo kalo smua teman Andre gw kenal"
" gw teman Andre waktu SMA yah memang kami jarang nongkrong karna kami kuliah di negara yg berbeda"
"ohh"
" gimana kaki loh udah mendingan atau"
" udah mendingan ko"
" gw kesana dulu ya" saat Zahra ingin bangun tiba-tiba kakinya keseleo alhasil dia jatoh tp sebelum jatuh Adam langsung sigap untuk menangkapnya jadi nga sempat jatoh dan alhasil pandangan mereka bersatu mata mereka saling menatap
dan entah kenapa ada perasaan aneh yg entah apa yg Adam rasakan begitu jg dengan Zahra jantungnya berdegup kencang tdk seperti biasa.
" maaf maaf" sambil berusaha bangun
"hati hati"
" terimakasih sudah menolong saya"
" sama-sama"
keen pun datang dengan Keysa
" Adam akhirnya kamu Dateng juga" sapa Ken sambil menyalaminya
" iya pasti saya datang Andre jg teman saya"
"loh ka kakak kenal dengan Adam?"
" iya Adam ini teman vano dan rekan kerja kakak dia yg jadi CEO di perusahaan cabang milik vano" jelasnya
"ohh"
"kamu kenal sama adik saya" tanya Ken ke Adam
" iya tadi.." blum sempat Adam menjawab Zahra lebih dulu menjawab
" iya ka tadi pas di Moll dia yg udah nolong za dan nganterin za sampe apertemen"
"oh, terimakasih dam km udah nolong adik saya"
"tidak papa itu jg sebagai tanda mf saya ke Zahra"
" tanda mf? mf kenapa?" tanya keen
" itu ka jadi tadi siang itu Adam yg nabrak za sampe za sakit"
" mf nona bukankah Anda sendiri yg nabrak saya"
"hei km duluan yg nabrak buka aku lagian kamu punya badaan ko kaya tembok keras"
" apa anda mengejek saya nona Zahra"
" sudah sudah kenapa kalian jadi ribut, ee dam makasih udah nolongin adik saya dan nganterin za"
" sama-sama keen"
" loh ko kakak malah berterimkasih ke dia" sambil menunjuk Adam
" dek km yg salah km yg nabrak Adam dan nga liat liat jalanya"
" kk ko jadi ngebiarin dia si di banding adik sendiri"
" za km jangan kaya anak kecil deh, kakak mau anter Keysa pulang kamu mau pulang bareng kakak nga?"
aku blum pamit sama Andre dan om Tante ka"
"ohy Adam bukankah rumah mu melewati gedung apertemen arenta?"
"bisa saya minta tolong? tolong antarkan adik saya Zahra ke apertemen apa anda bisa memberikan tumpangan untuk adik saya Zahra?" lanjutnya
" iya taa ..Pi ..." sebelum melanjutkan kata-katanya keen langsung berterimakasih
" terimakasih Adam kau baik sekali... dek kamu pulang bareng Adam saja ya kakak akan mengantar Keysa dulu ya dah.. jaga dirimu baik-baik... dam titip adik saya ya"
kalau keen dan Keysa pun pergi tanpa mereka tau ekspresi Adam dan Zahra yg kurang tidak suka kalo harus berduaan
"ayo aku antar kau pulang"
"kamu pikir aku tidak bisa pulang sendiri.. kamu pikir aku lemah"
" hei nona saya hanya di beri tugas untuk mengantar anda pulang itu saja"
" kalo kau mau pergi, pergi saja.. aku nga mau pulang dengan mu"
" baiklah klo begitu saya permisi dulu"
setelah adam pergi dan menemui vano dan mereka pulang naik mobil tiba-tiba ada seorang gadis berdiri di trotoar jalan sambil melambai lambai kan tangan mencoba mencari kendaraan untuk dia naiki.
"dam bukanya itu bukanya Zahra? kenapa dia ada di situ, sedang apa dia?"
"kau nanya padaku? apa kau tidak liat dia melambaikan tangan itu artinya dia ingin tumpangan"
saat vano berhenti berkendara tepat di depan Zahra vano pun menawarkan tumpangan untuk Zahra tanpa Zahra tau ternyata yg disamping mobil adalah Adam dan tanpa sengaja Zahra membuka pintu dimana Adam duduk
"Zahra "
"iya"
" loh lg nunggu taksi?"
"iya Van tp dari tadi blum ada taksi yg lewat"
"loh ikut gw aja kebetulan kan apertemen kita sama"
"serius boleh?"
"tentu saja ayo Naik"
saat membuka pintu mobil didepan tiba tiba Zahra kaget
"loh"
"kenapa anda perteriak nona" sahut Adam pasalnya Zahra berteriak pas di depan Adam karna kaget
" mf Zahra didepan sudah ada Adam kamu boleh duduk di belakang kalo mau"
"iya nga pp maaf" sambil menutup pintu dan membuka pintu masuk ke pintu belakang
Adam begitu sangat cuek dan diem begitu pun Zahra dia hanya memainkan ponselnya
"sepi amat nih mobil kaya di kuburan" vano pun bersuara
"gw nyalain musik ya?"
tidak ada jawaban dari Adam maupun Zahra
"