Istana Sang Rancher

2712 Words
Matahari sudah lumayan tinggi ketika Michelle terbangun, Dan ia berbaring seorang diri selama beberapa saat di tempat tidur besar itu, mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan itu, ia berada dirumah john, di tempat tidur. lelaki itu sudah bangun beberapa jam sebelum nya, sebelum fajar. meninggalkan Michelle dengan ciuman didahi Dan perintah untuk melanjutkan tidur nya. Michelle menggeliat, menyadari ketelanjangannya maupun rasa pegal yang mendera ototnya. Ia tidak ingin bergerak, tidak ingin meninggalkan kehangatan selimut Dan seprai yang masih membawa aroma john. Kenangan akan kenikmatan semalam membuat tubuh Michelle menggelenyar, Dan ia bergerak gerak gelisah. John tidak sempat tidur lama malam itu, Dan tidak membiarkan Michelle tidur hingga akhirnya ia meninggalkan tempat tidur untuk melakukan pekerjaan sehari harinya. Andai saja john membawa nya serta. Michelle merasa canggung dengan Eddie, si pengurus rumah tangga. Apa yang akan dipikirkan wanita itu? Mereka hanya sempat bertemu sekilas, karena tanpa rasa tengah sedikit pun john segera mengajak Michelle ke lantai atas dengan tergesa gesa, tapi kesan yang didapat Michelle adalah tinggi badannya, harga diri Dan sikap tenang nya. Pengurus rumah tangga itu tidak akan mengatakan apa apa walupun tidak setuju, tapi di pikir pikir lagi, tanpa mengatakan apapun Michelle akhirnya akan tahu pendapat Eddie. Akhirnya Michelle bangkit Dari tempat tidur, tersenyum masam ketika menyadari ia tidak perlu repot repot untuk bisa mandi air panas. AC membuat rumah terasa sejuk Dan nyaman, salah satu kenyamanan yang sudah ditinggalkan Michelle demi mengurangi beban tagihan. Tak peduli keadaan mentalnya, secara fisik Michelle akan selalu nyaman disini. Karena Michelle belum pernah mengunjungi rumah john, ia tidak tahu apa yang diharapkannya. Mungkin rumah peternakan tua seperti rumahnya sendiri? Meskipun ayahnya sudah memperbaharui Dan menambah peralatan modern di bagian dalam nya sebelum mereka pindah, sehingga akan sama mewah nya dengan yang sudah biasa Michelle nikmati. Tapi rumah john bergaya spanyol, Dan baru di bangun 8 tahun lalu. Rumah kayu yang sejuk Dan berlangit langit tinggi itu menjaga udara panas tidak masuk, Dan barisan tanaman rumah yang berwarna warni membuat udara rumah terasa segar. Michelle sempat terkejut melihat tanaman tanaman itu, tapi kemudian memutuskan bahwa itu hasil karya Eddie. Rumah berbentuk huruf U itu mengelilingi kolam renang yang dibentuk Dan ditata sedemikian rupa sehingga lebih menyerupai danau di tengah hutan Dari pada kolam renang. Dan dari setiap ruangan di rumah itu orang bisa melihat ke kolam renang. Awalnya Michelle terkejut melihat kemewahan itu. John memang jauh Dari kata miskin, tapi rumah itu menyedot terlalu banyak uang, yang biasanya diputar lagi di peternakan. Michelle mengira akan melihat sesuatu Yang lebih sederhana Dan fungsional, tapi dilain pihak, rumah itu sangat cocok disebut rumah john. Kehadiran lelaki itu sangat terasa disini, Dan semuanya diatur demi kenyamanan john. Akhirnya Michelle memaksa diri untuk tidak ragu lagi Dan turun kedapur. Kalau Eddie berniat memusuhinya, lebih baik ia tahu Dari sekarang. Pengaturan ruangan di rumah itu sangat sederhana, Dan Michelle bisa menemukan dapur tanpa kesulitan. Satu satunya yang perlu dilakukan Michelle adalah mengikuti aroma kopi. Ketika ia melangkah masuk, Eddie menoleh, wajahnya tampak tanpa ekspresi, membuat Michelle seakan ditolak. Kemudian pengurus rumah tangga itu berkacak pinggang Dan berbicara dengan tenang. "Aku sudah bilang pada john sudah waktunya ia membawa wanita ke rumah ini" Rasa lega melanda Michelle, karena ia pasti akan sedih seandainya Eddie menatap nya jijik. Michelle sudah jauh lebih sensitif sekarang terhadap apa yang dipikirkan orang lain Dari pada ketika masih muda dulu, saat masih memiliki keangkuhan alami khas anak muda. Kehidupan mengalahkan keangkuhan itu Dan mengajarkan nya agar tidak mengharapkan yang indah indah saja. Pipi Michelle bersemu merah. "John sama sekali tidak mau repot repot memperkenalkan kita semalam. Aku Michelle Cabot" "Eddie Ward. Kau sudah siap untuk sarapan? Aku juga juru masak dirumah ini" "Aku akan menunggu saat makan siang saja, terima kasih. Apakah john pulang untuk makan siang?" Michelle merasa malu untuk menanyakan itu. "Kalau ia bekerja dekat dekat sini. Kau mau kopi?" "Aku bisa mengambil nya sendiri," sahut Michelle cepat. "Cangkirnya ada dimana?" Eddie membuka lemari di sebelah kiri tempat cuci piring Dan mengeluarkan sebuah cangkir, lalu mengulurkan nya pada Michelle. "Senang sekali rasanya punya teman dirumah ini saat siang" katanya "semua koboy sialan itu jarang bicara". Apapun yang diduga Michelle tentang Eddie sebelum nya itu salah. Wanita itu pasti sudah berumur 50 tahun; meskipun rambut nya masih hitam kelam, sesuatu dalam diri Eddie membuat nya cocok dengan usia itu. Eddie jangkung Dan berbahu bidang, dengan sikap berdiri yang tegak seperti suster kepala Dan wibawa yang sama, tapi wanita itu juga memiliki tatapan bijaksana, sedikit lelah, sama seperti Yang dimiliki semua orang yang telah mengenyam asam garam kehidupan cukup lama. Sikap nya yang penuh penerimaan Dan tenang membuat Michelle rileks; Eddie sama sekali tidak menghakimi. Tapi meskipun ketegangan di antara mereka telah luluh, dengan lembut Dan tegas ia tidak mengizinkan Michelle membantunya mengerjakan apapun. " Rafferty akan memenggal kepala kita berdua." Katanya, "ia sudah membayarku untuk mengerjakan semua ini, Dan disini kami mencoba untuk tidak membuat nya gusar." Jadi Michelle berjalan jalan mengelilingi rumah, menjulurkan kepala ke setiap ruangan Dan bertanya Tanya berapa lama ia akan tahan menghadapai rasa bosan dan kekosongan ini. Mengerjakan peternakan nya sendiri sangat berat sehingga terkadang Michelle hanya ingin pingsan ditempatnya berdiri, tapi setiap jam yang berlalu selalu memiliki tujuan. Ia suka bekerja di peternakan. Tidak mudah memang, tapi itu lebih cocok bagi nya Dari pada hanya menjadi pajangan sekaligus wanita simpanan. Tidak adanya tujuan seperti ini membuat nya gelisah. Michelle berharap tinggal bersama john berarti ia bisa melakukan segala nya bersama dengan lelaki itu, membagi pekerjaan Dan kekhawatiran dengan lelaki itu......layaknya suami istri. Michelle tersentak saat memikirkan hal itu. Ia sedang berada di kamar tidur john, berdiri didepan lemari pakaian yang terbuka, memandangi barang barang pribadi milik lelaki itu, seakan dengan begitu lelaki itu bisa lebih dekat dengan nya. Perlahan lahan Michelle mengulurkan tangannya Dan menyentuh lengan sebuah kemeja. Pakaian pakaian nya berada disamping pakaian john dalam lemari itu, tapi ia bukan bagian Dari semua ini. Rumah ini rumah john, kamar tidur Dan lemari pakaian lekai itu, Dan Michelle hanya lah barang milik john, untuk dinikmati di tempat tidur tapi kemudian dilupakan saat matahari terbit. Dengan pahit Michelle terpaksa mengakui itu jauh lebih baik Dari pada tidak sama sekali. Tidak peduli betapa tinggi harga Yang harus dibayar martabatnya, Michelle akan tetap tinggal dirumah ini selama john masih menginginkannya karena ia begitu mencintai lelaki itu hingga berusaha mengambil apapun yang bisa didapatkannya. Tapi yang diinginkan Michelle; melebihi segala sesuatu dalam hidup nya; adalah memiliki cinta maupun hasrat john. Ia ingin menikah dengan john, menjadi partner, teman Dan kekasihnya, menjadi bagian Dari tempat ini sama seperti john. Sebagian diri Michelle terkejut mendapati ia bisa memikirkan pernikahan lagi, dengan john sekali pun. Roger sudah menghancurkan kepercayaan maupun optimismenya terhadap kehidupan; paling tidak, Michelle berfikir begitu. Kepercayaan itu sudah tumbuh lagi, seperti burung Phoenix rapuh yang melongokkan kepala Dari tumpukan Abu. Untuk pertama kalinya, Michelle melihat Dan menyadari keluwesannya untuk bangkit Dari penderitaan; ia sudah disakiti oleh terror Dan aib dalam perkawinannya, tapi tidak hancur Karena nya. Ia sudah mulai pulih, Dan sebagian besar karena john. Ia telah mencintai john selama bertahun tahun hingga seperti nya cinta itu merupakan satu satunya benang yang terus terentang dalam hidup nya, selalu ada disana, menjadi semacam pegangan bagi nya bahkan saat dirinya merasa hal itu tidak ada artinya. Akhirnya kegelisahan membawa Michelle keluar rumah. Ia enggan bertanya apapun, tidak ingin mengganggu siapa pun yang sedang bekerja dirumah itu, tapi memutuskan berkeliling Dan melihat lihat semuanya. Ada perbedaan besar antara peternakan nya dengan peternakan john. Disini semuanya rapi Dan terawat, dengan lumbung Dan pagar baru di cat, semua mesin berdengung aktif. Kuda kuda yang sehat yang penuh semangat melonjak lonjak di jalan berbatu atau merumput dipadang. Kondisi tempat penyimpanan jerami jauh lebih bagus Dari lumbung Michelle. Satu waktu dulu, peternakan Michelle pernah terlihat Persis seperti ini, Dan Michelle tertekad akan mengembalikannya seperti sediakala. Siapa yang mengurus ternak ternak Ku? Pikir Michelle. Ia belum menanyakannya kepada john, Dan ia memang tidak diberi kesempatan untuk menanyakan apapun. John membawa nya ke tempat tidur begitu cepat sehingga Michelle tidak punya waktu untuk berfikir; kemudian lelaki itu pergi saat ia masih terlelap. Ketika john kembali petangnya, Michelle sudah tidak tahan lagi sehingga bisa dirasakannya otot ototnya berkedut karena tegang. Segera setelah john masuk dapur, matanya langsung menyapu ruangan itu, Dan kepuasan yang kentara melintasi wajahnya ketika melihat Michelle. Sehari an penuh ia berjuang keras melawan keinginan untuk pulang, membayangkan Michelle disini, dibawah atap rumah nya, akhirnya. Bahkan ketika ia membangun rumah ini delapan tahun lalu, john bertanya Tanya apa pendapat Michelle tentang rumah ini, akan kah Michelle menyukainya? Bagaimana rasanya melihat Michelle berada didalam ruangan ruangan rumah ini. Ini bukan rumah ekstra besar yang mewah seperti rumah rumah di Palm beach, tapi ia membangun rumah ini sesuai standar kenyamanan, keindahan, Dan kemewahan menurut nya sendiri. Michelle tampak sempurna Dan sesegar sinar mentari fajar, sementara john penuh debu Dan keringat, rahangnya tampak gelap oleh bakal janggut yang tumbuh dalam sehari. Kalau ia menyentuh Michelle sekarang, ia akan mengotori gaun putih Michelle yang halus itu, padahal ia harus segera menyentuh wanita itu kalau tidak ia bisa gila. "Ikut aku ke atas," katanya parau, sepatu botnya mengetuk lantai batu itu dengan keras saat mulai menaiki tangga. Michelle mengikuti John dengan perlahan, bertanya Tanya mungkin kah lelaki itu menyesal telah membawa nya kemari. Jangan kan menciumnya, john bahkan tidak tersenyum padanya. John sedang melepaskan kemejanya ketika Michelle masuk kedalam kamar tidur, pria itu seenaknya menjatuhkan pakaian Kotor Dan basah oleh keringat itu ke karpet. Michelle menggigil melihat d**a bidang yang telanjang Dan penuh bulu itu maupun bahu kekar john, nadinya berdenyut kuat ketika mengenang bagaimana lelaki itu bergerak diatas tubuhnya yang penuh bulu bulu ikal itu ke p******a Michelle. "Apa Yang kau lakukan hari ini?" Tanya john sambil melangkah masuk kekamar mandi. "Tidak ada," jawab Michelle terus terang, berusaha menyingkirkan kelelahan sensual yang mulai menguasainya. Suara cipratan air terdengar Dari kamar mandi, Dan ketika john muncul lagi beberapa menit kemudian, wajahnya sudah bersih Dari debu. Beberapa helai rambut john yang masih basah menempel di pelipis lelaki itu. John menatap Michelle, Dan kerutan tidak sabar membuat wajahnya tampak gelap. Ia membungkuk, melepaskan sepatu botnya, kemudian mulai membuka ikat pinggangnya. Jantung Michelle mulai berdebar lagi. Lelaki itu akan bercinta dengan nya sekarang juga, Dan Michelle tidak akan punya kesempatan untuk bicara kalau tidak melakukannya sebelum lelaki itu merengkuhnya. Dengan gugup Michelle meraih sepatu bot john yang Kotor itu lalu menaruhnya kedalam lemari, bertanya Tanya bagaimana harus memulai pembicaraan. "Tunggu," kata Michelle terburu buru. "Aku perlu bicara dengan mu". John tidak melihat alasan untuk menunggu. " bicara lah", katanya sambil membuka resleting celana jinsnya Dan menurunkan celana tebal itu Dari kakinya. Michelle menarik nafas dalam dalam. "Aku sudah bosan seharian penuh disini tanpa mengerjakan apa apa...." John menegakkan tubuh, kedua matanya tampak keras ketika Michelle terdiam. b******k. Seharusnya ia sudah menduganya. Saat kau mendapatkan barang mahal, kau harus membiayai perawatannya. "Baik lah," katanya datar. "Aku akan memberi kunci Mercedes itu untuk mu, Dan besok aku akan membuka tabungan untuk mu di bank." Michelle terpaku ketika makna kata kata john menikamnya, Dan wajahnya langsung pucat pasi. Tidak. Ia tidak akan membiarkan john menjadi kan nya wanita simpanan, mainan s*x yang ceria, dipuaskan dengan Mobil mahal dam tabungan di bank untuk dikuras. Amarah meluap dalam dirinya seperti gelombang laut yang besar, menyapu Dan membuat nya kehilangan kendali. Dengan penuh emosi Michelle melempar sepatu sepatu bot ke arah john. Terkejut, john berhasil menghindari lemparan pertama, tapi lemparan kedua menghantam d**a nya. "Apa apaan....." "Tidak!!!!" Terima Michelle, mata hijau nya menyala nyala gusar, sementara wajahnya berangsur pucat pasi. Ia berdiri kaku dengan kedua tangan terkepal disisi tubuhnya. "Aku tidak butuh uang atau pun Mobil mu, b******k! Aku ingin mengurus ternak dan peternakan ku, bukannya dibiarkan disini setiap hari seperti .... Boneka seks yang mahal, yang menunggu mu pulang Dan bermain main dengan Ku!" John menendang celana nya, Dan ia berdiri disana hanya dengan celana dalam. Emosinya sendiri sudah memuncak, tapi john mencoba berusaha keras menahannya. Kontrol diri itu tampak jelas dalam suaranya Yang datar Dan tenang. "Aku tidak menganggapmu boneka seks, apa yang membuat mu tiba tiba berfikir begitu?" Michelle sangat pucat Dan gemetar. "Kau langsung membawaku naik kemari Dan mulai menanggalkan pakaian mu" Alis john terangkat. "Karena aku Kotor Dari ujung kaki hingga kepala. Aku tidak bisa menciummu tanpa membuat pakaian mu Kotor, Dan aku tidak mau merusak gaunmu." Bibir Michelle bergetar ketika menunduk Dan memandang gaun nya. "Ini hanya gaun," katanya sambil membuang muka. "Bisa dicuci, Dan aku sendiri lebih suka Kotor Dari pada ditinggalkan disini tanpa melakukan apapun setiap hari." "Kita sudah pernah membahas ini, Dan kita sudah sepakat". John melangkah mendekat lalu berdiri di belakang Michelle Dan mulai memijat lembut bahu wanita itu. " kau tidak mungkin menangani pekerjaan itu; kau hanya akan melukai dirimu. Beberapa wanita bisa melakukannya, tapi kau tidak cukup kuat untuk itu. Lihat saja pergelangan tangan mu" katanya, tangannya meluncur menuruni tangan Michelle Dan mengangkat pergelangan tangan wanita itu. "Tulang tulang mu terlalu kecil". Entah bagaimana Michelle mendapati dirinya bersandar pada john, kepala nya menemukan lekuk bahu lelaki itu. " berhenti lah membuatku merasa tidak berguna!" Jeritnya putus asa. "Paling tidak biar kan aku ikut bersama mu. Aku bisa mengejar hewan hewan yang melarikan diri Dari kawanan....." John membalikkan tubuh Michelle dalam pelukannya, lalu merengkuhnya begitu erat ke d**a nya, memotong kata kata wanita itu. "Ya tuhan, sayang Ku," gumamnya. "Aku hanya berusaha melindungi mu, bukannya membuat mu merasa tak berguna. Aku sangat takut saat melihat mu memasang sendiri pagar pagar itu, membayangkan bagaimana seandainya kawat kawat itu melecut balik kearah mu. Kau bisa terlempar, atau menderita luka luka...." "Kau juga bisa mengalami itu" "Tidak semudah itu. Akuilah, kekuatan fisik sangat penting dalam hal ini. Aku ingin kau selalu aman." Ini pertengkaran yang sudah berkali kali terjadi di antara mereka, tapi tidak ada yang bisa menggoyahkan pendapat john. Tapi Michelle tidak mungkin menyerah, karena ia tidak akan tahan menghadapi hari hari seperti ini. "Memang nya kau bakal tahan kalau tidak bisa melakukan apapun? Kalau kau hanya bisa berkeliling Dan melihat semua orang bekerja? Eddie bahkan tidak mengizinkanku membantunya!" "Memang sebaiknya begitu" "Kau mengerti maksudku? Apakah aku harus duduk duduk saja seharian penuh?" "Oke, aku mengerti," kata john dengan suara rendah. Semula ia mengira Michelle akan menikmati hidup santai seperti dulu, tapi sebaliknya, wanita itu malah memberontak sejadi jadinya. John membelai punggung Michelle, Dan berangsur angsur Michelle mulai rileks dalam pelukannya, kedua lengan wanita itu terangkat merengkuh lehernya. John harus segera menemukan sesuatu untuk menyibukkan Michelle, tapi saat ini ia benar benar tidak bisa berfikir. Sulit rasanya berfikir ketika Michelle bersandar di tubuhnya seperti kain sutera yang hangat. Payudaranya Yang kencang mendesak nya, Dan aroma feminine itu menyerbu penciumannya. Michelle selalu mengusik benak john sepanjang hari ini, memikirkan wanita itu terus menarik nya bagai magnet. Tidak peduli sesering apa pun ia bercinta dengan Michelle, hasrat itu selalu kembali lagi bahkan lebih kuat Dari pada sebelum nya. Dengan enggan, john menjauhkan tubuh Michelle sedikit. "Makan malam akan siap kira kira 10 menit lagi, Dan aku harus mandi. Aku bau kuda." Bau keringat, panas, matahari, debu, kulit, Serta aroma maskulin itu tidak membuat Michelle terganggu. Michelle mendapati dirinya tertarik lagi kearah lelaki itu. Ditempelkannya wajahnya di d**a john, lidahnya terjulur keluar Dan mulai menjilat d**a lelaki itu. John menggigil, sama sekali melupakan keinginan nya untuk mandi. John menyelipkan jemarinya di rambut keemasan itu, menengadahkan wajah Michelle, Dan mencium bibir wanita itu, sesuatu Yang ingin dilakukannya sejak berjam jam yang lalu. Michelle tidak bisa membatasi response nya. Tiap Kali john memeluknya, dalam sekejap ia langsung menjadi milik lelaki itu, siap memberikan sekecil atau sebesar apapun yang diinginkan john. Cinta nya pada lelaki itu sudah melampaui berbagai batas yang pernah ia ketahui, membawa nya ke wilayah emotional Dan fisik yang sama sekali baru bagi nya dan kontrol diri john lah, bukan Michelle yang berhasil mencegahnya menjatuhkan Michelle ke tempat tidur saat itu juga. "Mandi" guman john sambil mendongak, suaranya terdengar tegang. "Kemudian makan malam, setelah itu ada pembukuan yang harus kuselesaikan, sial, Dan itu tak bisa ditunda lagi." Michelle merasa John ingin ia memprotes Dan menuntut lelaki itu menemaninya, tapi dibandingkan siapapun Michelle lah yang paling memahami bagaimana pekerjaan pekerjaan tertentu tidak bisa ditunda. Michelle menjauh Dari pelukan john Dan tersenyum. "Aku lapar sekali, jadi cepatlah mandi". Sebuah ide muncul terbentuk dalam pikiran Michelle, ide yang perlu diselidikinya lebih jauh.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD