Lari Pagi..
“Good Moring Boy.. Ayo bangun sudah pagi kita lari pagi” seru Rei membangunkan putra kecilnya.
Keenan yang merasa tidurnya terganggu pun merenggangkan ototnya, lalu memaksakan matanya untuk terbuka, sungguh rasanya berat sekali untuk membuat matanya ini terbuka.
“Aku masih ngantuk Papa” rengeknya lemas dengan wajah yang sangat polos
“Ayo jagoan Papa bangun dong! nanti habis olahraga katanya mau jalan-jalan” rayu Rei agar sang putra terbangun dan benar saja, kedua mata anak laki-laki itu langsung terbuka lebar
Keenan menepuk jidatnya seraya mendudukan dirinya “Aku yupa Papa!” Usia Keenan yang baru 3tahun masih belum bisa mengucapkan setiap kata dengan benar, dia belum bisa mengucapkan huruf R dan L sehingga menggantinya dengan Y.
Rei tersenyum melihat tingkah menggemaskan putra nya ini “Kok bisa lupa sih, hm? Yasudah sekarang bangun terus mandi, nanti Papa siapin baju nya ya. Setelah itu Keenan turun kebawah kita sarapan, Mama sudah masakin nasi goreng spesial kesukaan Keenan”
“Siap Papa!” Seru nya, lalu beranjak dari kasur single bermotif Avengers itu dan sedikit berlari menuju kamar mandinya, Rei hanya bisa tersenyum melihat tingkah Putranya, dia pun merapihkan tempat tidur putranya lalu menyiapkan pakaian untuk sang putra.
Setelahnya pria itupun menuju lantai bawah untuk menemui sang istri tercinta, Rei menyelipkan kedua tangannya dipinggang ramping sang Istri membuat si empunya terlonjak kaget lalu mencium pipi kanan sang istri.
“Sayang! bikin aku kaget aja” ucapnya, Rei pun malah semakin mengeratkan pelukannya dan menyimpan dagu nya di bahu sang Istri.
“Nanti Keenan lihat loh” peringatnya tapi tetap tak dihiraukan oleh pria itu dia malah semakin menjadi
“Emm.. Boy masih lama mandinya kok” manjanya
“Aku mau bawa nasi gorengnya dulu ke meja makan sayang.”
“Sayang?” Panggilnya dengan suara manja nya
“Apa sayang?” Jawab Keysa
“Kalo aku pergi duluan ninggalin kamu sama Boy, gimana?”
Seketika mata Keysa pun membulat sempurna dan membalikan badannya menjadi menghadap sang Suami “Ngomong apaan sih kamu! Gak usah ngaco deh!!” Keysa pun meninggalkan Rei yang masih terdiam di dapur sambil membawa tempat berisikan nasi goreng untuk mereka sarapan.
Rei pun segera menyusul Keysa menuju meja makan “Sayang” panggilnya tapi tak di gubris oleh Keysa.
“Kamu marah, hm?” Keysa masih tak menghiraukan nya
“Aku kan cuman nanya aja sayang.”
“Pertanyaan kamu ngaco!” Kesalnya.
“Maaf sayang, gak akan aku ngomong gitu lagi deh, janji!” Ujarnya seraya mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya.
“Dimaafin kan?” Ulangnya
“Papa mayahan sama Mama?” Suara seorang anak kecil yang membuat dua orang dewasa itu terlonjak, lalu menatap lembut sang Putra yang seperti nya baru selesai mandi.
Keysa tersenyum lalu menghampiri Keenan dan berjongkok didepan sang Putra agar tinggi nya sama “Nggak kok, Mama sama Papa gak marahan, iya kan Pa?” Ucap dan tanya nya pada sang Suami seraya menatap Reinaldo.
Rei pun menghampiri Istri dan anak nya, lalu mengikuti sang istri yang berjongkok disana “Iya sayang, bener kata Mama, Papa sama Mama nggak marahan kok, kan gak baik kalau marahan nanti temennya hantu” ucap Rei seraya tersenyum lalu mengecup kening putranya dan memeluk kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
“Aku sayang Mama sama Papa” ucap polos Keenan dan bocah kecil itu pun mencium pipi Keysa dan Rei secara bergantian.
“Sekarang kita sarapan dulu oke!”
“SIAP MAMA!” Seru kedua laki-laki kesayangan Keysa.
Keluarga kecil ini pun memulai sarapannya, dengan celotehan Keenan yang membuat Rei dan Keysa selalu tersenyum bahagia dengan segala tingkahnya.
"Pa, cepetan sayapan nya katanya mau yayi pagi, ini udah jam tujuh yoh, Pa!" Tegur Keenan, karena sang Papa masih belum selesai juga sarapannya
Keysa tersenyum "Sebentar lagi Papa selesai sarapannya, sayang. Kalau Papa buru-buru makannya nanti kesedak tenggorakannya Papa nanti sakit, Keenan sabar ya, sayang!" Katanya lembut memberi pengertian kepada sang putra.
"Hm, iya deh Mama!" Sahutnya dengan bibir yang mencebik.
"Papa sudah selesai sarapannya, ayo siap-siap, Boy!" Ajak Rei kepada Keenan.
"Yeaay!! Ayoo Papa!" Serunya kegirangan.
Keysa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat dua jagoan kesayangannya ini. Wanita itupun merapihkan bekas sarapan keluarga nya setelah itu dia akan menyiapkan beberapa keperluan yang akan dibawa saat jalan-jalan rutin keluarga kecilnya ini nanti.
Rei dan Keenan pun bersiap, mereka tengah memakai sepatu snikers nya masing-masing, Rei sudah siap lelaki itupun menatap sang putra yang masih kesusahan mengikat tali sepatunya.
"Bisa nggak pakai sepatunya?" Tanya Rei menggoda Keenan
"Bisa kok!" Jawabnya sombong
"Oke!" Jawab Rei lalu kembali menatap sang putra yang masih kesusahan mengikat talinya.
"Papa." rengeknya dengan memasang pupy eyesnya, membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas kepada anak laki-laki itu.
Rei menahan tawanya "Kenapa Boy?" Tanyanya pura-pura tidak paham
"Aku gak bisa iketnya"
"Yasudah, sini Papa bantu" Reipun mengikatkan tali sepatu putranya.
"Sudah selesai, ayok!" Ujar Rei seraya berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh putra kecilnya
"Makasih, Papa!" Ucap bocah laki-laki itu
Rei tersenyum lalu menjulurkan tangannya agar sang putra memeganginya. "Sama-sama, Boy"
"Let's Go, Papa!" Serunya lalu menarik tangan sang Papa untuk berlari mengikuti langkahnya.
Mereka pun hanya memutari lingkungan komplek perumahannya saja, itu pun hanya berlari kecil saja, agar tidak terlalu capek. Setelah sekitar setengah jam mereka berkeliling, mereka pun kembali menuju rumah dan akan bersiap untuk jalan-jalan.
Keysa sudah menunggu mereka sambil terduduk dikursi depan rumahnya dan juga sudah ada minuman diatas meja untuk kedua laki-lakinya.
"Mamaaa!" Panggil bocah kecil itu seraya berlari menuju sang Mama.
"Duh, jagoan Mama" seru Keysa begitu Keenan sudah berada didepannya
"Nih, minum dulu" kata Keysa seraya menyodorkan tempat minum sang putra.
"Makasih Mama" Keenan pun meminum nya sampai habis setengah botol.
"Dan ini buat, Papa" ujar Keysa menyodorkan satu tempat minum lagi untuk suaminya.
"Terimakasih, Mama." Ucapnya dengan senyum yang mengembang.
"Sama-sama dua jagoan, Mama!" Jawab Keysa dengan senyum lebarnya.
"Habis ini, Papa dan Keenan bersih-bersih lagi biar badannya gak bau keringet"
"Hah! Mandi yagi, aku kan udah mandi, Ma tadi!" Rengeknya.
"Kan katanya, Kee mau jalan-jalan, masa nanti jalan-jalan badannya Kee bau keringet" ucap Keysa memberi pengertian kepada Keenan.
"Oh iya, Keenan yupa kita mau jayan-jayan, ih kok Kee yupa teyus ya Ma, Pa!" Ujarnya seraya memasang wajah bingungnya.
Membuat kedua orang dewasa itu tertawa dengan ucapan sang Putra.