"Boy, sudah siap?" Tanya Rei begitu Keenan sudah berada didepannya dengan pakaian yang sudah rapih dan sudah mengenakan sepatu kets nya.
"Sudah dong, Pa. Kita Let's Go!" Serunya begitu antusias.
"Come On, Let's Go Boy!" Jawab Rei tak kalah antusias.
Mereka pun berjalan menuju mobil, Keenan duduk di pangkuan sang Mama dan Rei sudah duduk di balik kemudi dengan Safety Belt yang sudah terpasang.
"Bismillah, kita berangkat, Boy." Seru Rei.
Mobilpun melaju meninggalkan pekarangan rumah minimalis itu, Rei pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena dia sedang membawa anak dan istrinya, meskipun sedang sendiri laki-laki itu tak pernah membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.
Perjalanan kali ini mungkin akan sedikit memakan waktu lebih lama, karena mereka akan menuju Taman Safari, yang berada di kawasan Cisarua Bogor. Tentu semua itu atas permintaan sang putra, yang katanya ingin melihat hewan-hewan lebih dekat. Rei dan Keysa pun memutuskan untuk membawa Keenan ke Tamab Safari, karena mereka akan melihat macam-macam hewan dari balik jendela mobil saja.
Keenan, sudah tertidur pulas di pangkuan Keysa, mungkin karena perjalanan mereka yang cukup jauh sehingga bocah kecil itu tertidur apalagi saat tadi pagi dia di bangunkan sang Papa pagi-pagi sekali.
"Keenan tidurin di belakang aja, Sayang" kata Rei, mungkin dia takut sang istri merasa pegal karena Keenan tertidur di pangkuannya.
Keysa tersenyum. "Nanti kalau aku ngerasa pegal, aku pindahin Kee ke belakang, kasian dia tadi pagi kan kamu bangunin nya pagi-pagi banget" jawab Keysa.
"Yaudah, kalau mau pindahin ke belakang bilang aku, nanti aku cari rest area."
"Iya, Sayang!"
Hampir satu jam setengah mereka di jalan karena saat keluar tol dan memasuki persimpangan Gadog jalanan sudah sedikit macet, dan sekarang di sinilah mereka Taman Safari.
Sedangkan Keenan masih tertidur pulas di car seat yang berada dikursi belakang, saat di rest area tadi, Keysa memindahkan Keenan ke balakang, karena dia sudah merasa pegal dan kasian juga Keenan kalau tertidur terlalu lama di pangkuannya.
Keysa sedang membangunkan Keenan agar anaknya itu merasa segar terlebih dahulu sebelum melihat-lihat binatang di dalam Taman Safari ini.
"Sayang." Panggil Keysa lembut seraya mengelus pipi chubby Keenan.
"Kee, kita sudah sampai loh, katanya, Kee mau lihat Jerapah sama Singa" ujar Keysa agar anaknya ini segera membuka matanya dari alam mimpi.
Reipun mencoba membangunkan putranya itu. "Boy, kita sudah sampai loh ini, ayok bangun. Kita lihat Singa nanti sama Jerapah" ujar Rei. Dan ya Keenan terbangun kala Rei yang membangunkannya, sungguh Keenan memang sangat dekat dengan sang Papa.
Bocah laki-laki itu mengerjapkan matanya, menyesuaikan pencahayaan di retinanya. Dia pun merenggangkan otot-otot tangannya seraya menggeliat.
Keysa tersenyum kala Keenan membuka matanya. "Bangun sayang, kita sudah sampai loh" ucapnya lembut seraya mengelus rambut hitam sang Putra.
"Aku haus, Ma!" Ucap Keenan, dan dengan sigap Keysa pun mengambilkan botol minum Keenan lalu memberikan kepada Putranya.
Seperti nya Keenan benar-benar haus, sampai menghabiskan hampir satu botol minumnya, memang anak laki-laki ini kuat sekali dalam minum air putih.
"Sudah?" Tanya Keysa dan Keenan pun menganggukan kepalanya.
"Oke, kita masuk sekarang, Boy?!" Tanya Rei
"Let's Go Papa!" Serunya dengan antusias.
Reipun membeli tiket masuk untuk keluarga kecilnya, setelah itu dia pun melajukan mobilnya untuk melihat-lihat binatang yang putranya ingin lihat.
"Papa, Mama, yihat itu ada jeyapah, yehernya panjang banget Ma, Pa!" Serunya bahagia begitu melihat jerapah hewan yang sangat ingin anak itu lihat.
"Ada banyak jeyapahnya, Mama!" Serunya lagi begitu melihat ada banyaknya jerapah disana.
Melihat kebahagian anaknya membuat hati Reinaldo dan Keysa menghangat, merasa bahagia saat melihat putra nya sebahagia itu.
"Kee, senang bisa lihat jerapah sedekat ini?" Tanya Keysa.
"Seneng banget, Mama! Habis ini aku mau yihat singa ya, Ma, Pa. Aku mau yihat yaja hutan haayyyg" ucapnya dan di akhiri aumam seperti singa
"Siap, Boy!" Jawab Rei dengan raut wajah bahagianya.
"Ma, itu Zeyba ya?" Tanya Keenan begitu melihat hewan yang bercorak garis hitam dan putih.
Keysa dan Reipun tersenyum begitu mendengar pengucapan sang Putra yang terbalik.
"Itu Zebra, sayang." Koreksi Keysa
"Iya, Mama. Zeyba!"
"Zebra, Boy!" Kali ini Rei yang mengoreksi ucapan putranya.
Keenan mencebikan bibirnya, Rei dan Keysa yang melihatnya pun menjadi terkekeh sendiri.
"Sayang, kok cemberut gitu, hm?" Tanya Keysa dan tak mendapat jawaban apapun dari Keenan justru melihat muka menggemaskanlah yang Keysa dapatkan.
"Mama sama Papa, ngasih tau biar Kee nanti gak salah sebut lagi kalau lagi sama teman-teman nya Kee, nanti kalau teman Kee tanya, terus Kee jawab nya gitu nanti temen Kee bingung" jelas Keysa agar putranya itu mengerti dengan penjelasan nya juga sang suami.
"Jadi?" Beo Keenan.
"Jadi, nama hewannya itu Zebra" ucap Keysa dan Keenan sedikit mencerna ucapan sang Mama.
"Ze.. Zeb.. ya Zebya" ucapnya sedikit mengeja
"Iya, Sayang Zebra" ucap Keysa sambil melirik Rei yang juga tengah meliriknya dengan senyum gelinya
"Anak, Papa pinter ya!"
Setelahnya mereka pun kembali berkeliling Taman Safari dengan mobil nya, mereka pun sampai di bagian pekarangan Singa. "Wah, Papa itu Singa nya lagi nguap!" Seru Keenan begitu melihat singa yang sedang membuka mulutnya lebar.
"Ih seyem, aku takut di makan singa" celetuknya yang membuat kedua orang tuanya tertawa geli.
Setelah melihat Singa dengan puas, Reipun kembali melajukan mobilnya dan setelah berkeliling melihat-lihat binatang disini, Rei dan Keysa pun membawa Keenan untuk menaiki kereta apai mini yang melintas perkampungan ala Afrika, lalu setelahnya mereka pun melihat pentas sirkus, melihat atraksi hewan, membawa Keenan melihat Kesenian Tradisional juga lalu membawa Keenan untuk menaiki komedi putar.
Hari ini Rei ingin membuat anaknya bahagia begitupun dengan istrinya, ntah kenapa dia merasa sangat ingin membuat keduanya bahagia karena dia tidak tahu hari esok apakah dirinya masih bisa membuat anak dan istrinya itu bahagia.
Setelah sudah cukup lelah dan Keenan pun sepertinya sudah menampakan raut wajah lesu nya, Reipun memutuskan untuk pulang saja.
Merekapun sudah didalam mobil menuju kembali ke Jakarta, semoģa jalanan sore ini tidak macet.
"Teyimakasih, Papa, Mama. Keenan seneng banget hayi ini, bisa yihat jeyapah, singa, Zebya, Yusa. Keenan seneng pokonya. Makasih ya Ma, Pa!" Ucap anak laki-laki yang terduduk dikursi belakang.
Rei tersenyum senang mendemgarnya. "Sama-sama, Boy. Jadi anak cerdas dan baik ya, Boy!"
"Siap, Papa!"
"Aku sayang Mama sama Papa!" Ucapnya
"Mama sama Papa juga sayang banget sama kamu, Kee" jawab Keysa dengan senyum terharunya