Kejadian Tak Terduga..

1037 Words
"Selamat tidur, Boy!" Ucap Rei lalu mengecup kening sang Putra Keenan dengan dalam dan mengelus rambutnya lembut. "Yuk, sayang. Kee, sudah nyenyak" ajak Keysa pada Rei, setelahnya mereka mematikan lampu kamar Keenan dan menggantinya dengan lampu tidur berbentuk kepala Captain America, karena Keenan menyukai Avengers jadi kamarnya dipenuhi dengan berbagai macam karakter super hero dari film itu. Merekapun keluar dari kamar Keenan dan kembali menuju kamar mereka. "Hari ini, Keenan bahagia banget, sayang. Makasih ya, sudah selalu buat aku dan Keenan bahagia, Sayang!" Ujar Keysa, saat ini mereka tengah terduduk di pinggiran kasur king sizenya. Rei menatap dalam manik istrinya itu, lalu tangannya terangkat dan membelai lembut pipi sang istri. "Sudah kewajiban aku, untuk membuat kamu dan Keenan selalu bahagia, karena kamu dan Keenan adalah sumber kehidupan dan kebahagiaan untuk aku, Sayang!" Tuturnya lembut membuat Keysa tersentuh dengan senyum yang begitu bahagia membuatnya semakin terlihat cantik. "Aku sayang kamu, istriku." Ucapnya lalu mengecup kening Keysa dalam. "Aku juga sayang banget sama kamu, sayang. My Hubby!" Jawabnya dengan senyum yang menampilkan sedikit deretan giginya. Reipun menuntun Keysa agar tertidur diatas tempat tidur, menatap dalam manik coklat Keysa, pria itupun mendekatkan wajahnya agar lebih dekat dengan wajah istrinya lelu mengecup bibirnya penuh kasih sayang tanpa adanya lumatan. "Terimakasih, sudah selalu berada disisi aku dan sudah melahirkan keturunan aku, kamu dan Keenan adalah segalanya buat aku, Sayang!" Ucapnya dengan sepenuh hati. Keysa melingkarkan tangannya pada leher suaminya. "Aku dan Keenan, sayang kamu juga, banget, banget, bangeeet!" Keysa pun menarik leher Rei agar lebih dekat dengan wajahnya "I Love You" dan Keysapun mengecup bibir suaminya itu dalam sampai menciptakan lumatan dan malam ini mereka pun melakukan aktifitas olahraga malam nya, tidak ada kata lelah bagi mereka meskipun seharian tadi mereka telah berjalan-jalan. *** "Boy, Papa berangkat dulu ya, kamu jagain, Mama." "Siap, Papa!" "Kamu jangan nakal ya, nurut sama, Mama. Jangan bikin Mama marah atau kesal, jadi anak yang cerdas, nurut sama, Mama. Oke, Boy!" Pesannya kepada sang anak. "Kamu, pergi ke Bogor aja udah kaya mau ke Korea, sore atau malam juga pulang kan!" Gemas Keysa mendengar pesan yang Rei sampaikan pada Keenan. Rei tersenyum mendengar ucapan istrinya itu, dia pun berdiri dari jongkok nya dan mendekati istrinya. "Aku berangkat ya, Sayang!" Pamitnya lalu mengecup kening sang istri. Keysa menganggukkan kepalanya dan memeluk Rei, ntah kenapa rasanya berat sekali kali ini melepaskan suaminya itu bekerja, dia bilang akan mengecek pembangunan Restoran yang akan dia buka di Bogor, sebagai Restoran cabang. "Hati-hati ya, Sayang" ucapnya "Papa, hati-hati ya!" Kali ini Keenan yang berucap, Rei pun menatap putranya. "Siap, komandan!!" Serunya bergaya seperti tentara "Papa, berangkat ya, kalian baik-baik dirumah. Assalamualaikum" pamitnya lalu berjalan menghampiri mobil nya. Reipun menjalankan mobilnya menuju Restoran terlebih dahulu, dia sudah membuat janji dengan teman sekaligus rekan kerjanya di Restoran yaitu Arsenio. Begitu sampai di depan Restoran, Rei pun membunyikan klakson nya memberi tanda pada sahabat nya, agar segera menghampiri dirinya. "Ck, kebiasaan lo, lama banget! Abis bikin adek dulu buat, Keenan lo!" Gerutu Arsen karena dia sudah menunggu Rei selama hampir satu jam. Rei hanya tersenyum miring mendapati ocehan sahabat nya ini. "Makannya, buruan married, biar gak ngoceh mulu lo!" Ledek Rei. Karena di usia Arsen saat ini dia masih betah dengan status single nya. "Lo itu, cukup ganteng, tajir tapi sayang, Jones! Haha" ledeknya lagi. "Sombong sekali anda, Pak Reinaldo!!" Geram Arsen. Begitulah jika keduanya sudah bertemu mereka akan santai, tapi jika sudah membahas soal pekerjaan mereka akan profesional, Arsen pun akan memposisikan dirinya sebagai bawahan Rei. Mobil sedan hitam milik Reipun sudah melaju di tengah jalanan tol, mereka akan menuju Bogor untuk melihat pembangunan butik, yang akan Rei berikan sebagai Surprise untuk sang Istri, yang selalu bercita-cita ingin memiliki butik sendiri. Dan Keysa pun hanya mengetahui, bahwa Rei sedang membangun cabang untuk Restorannya. Mereka sudah sampai di Bogor, Rei dan Arsen pun turun dari mobil dan melihat sudah berapa persen pembangunan butiknya ini, ternyata sedikit lagi rampung mungkin dua hari ke depan pembangunan butik ini akan selesai. Rei mengecek segala nya, memastikan agar semuanya sesuai dengan impian sang istri tercinta. Selesai dengan pengecekan semuanya, Rei memutuskan untuk mengajak para tukang bangunan yang sedang membangun butik ini untuk makan di restoran, tepat di depan bangunan ini adalah sebuah restoran. Reipun mengajak mereka semua makan disana. Semua ini adalah bentuk rasa terimakasihnya kepada mereka yang telah membangun semua sesuai dengan apa yang di impikan sang istri tercinta, tentu semua itu atas intruksi darinya. Selesai acara makannya, Rei dan Arsen pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta, kali ini Arsen lah yang akan mengemudikan mobil sedan hitam itu. "Langsung balik atau mau ke Resto dulu?" Tanya Arsen begitu mobil telah melaju meninggalkan parkiran. "Langsung balik aja, udah mau sore juga ini" "Oke!" "Sen?" Panggil Rei "Apa?" "Seandainya gue harus pergi ninggalin Keysa sama Keenan, gue minta tolong sama lo, buat jagain mereka dan gue minta tolong nanti kasih semua yang udah gue persiapin buat surprise nya, Key" ucapnya begitu dalam. "Ngaco! Omongan lo, ngaco banget!! Keenan masih kecil dan dia masih butuh lo! Sosok seorang Ayah, dan Key dia juga butuh lo untuk selalu di samping nya membesarkan dan mendidik, Keenan! Gak usah ngomong macem-macem kalo gak mau gue pelintirin tuh leher lo!" Kesal Arsen begitu mendengar ucapan Rei "Gue serius, Sen!" Katanya sambil menatap sendu sahabatnya itu. "Gue juga serius!" Sahutnya tak santai "Omongan lo udah ngaco, efek dari makanan tadi apa?!" Kesal nya agar Rei tidak berbicara yang aneh-aneh lagi. Rei menghelaskan nafasnya dalam. "Gue gak tau kenapa, pikiran gua akhir-akhir ini selalu mikirin kematian" lirihnya "Yaudah, jauhi pikiran lo dari hal kaya gitu!" "Tap..." Braaaaak Ucapan Rei terpotong karena benturan kencang dari belakang mobil, membuat mobil sedan hitam itu kehilangan kendali. "Sen, awaaaaas!!" Bruuuukk Mobil pun sudah tak tekendali dan mengakibatkan keluar dari jalan dan masuk ke dalam jurang yang sedikit cukup dalam, sehingga mengakibatkan mobil menjadi berguling bak bola. Kaca depan mobil sudah tidak berbentuk, serpihan kaca mengenai wajah Rei dan Arsen, mobil pun berhenti mengelinding dengan posisi memiring. Kaca pintu mobil penumpang depan pecah, dan disana sudah mengalir banyak cairan merah. "Rei, gu-gue mo-mohon ber-bertahan, Rei!!" Lirih Arsen dengan kesadaran yang mulai menghilang dan wajah yang sudah di penuhi oleh serpihan kaca.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD