Hari ini Arion akan kembali ke rumah Keysa, dia sudah sangat ingin bertemu dengan putra dari Reinaldo dan juga Keysa, maka Arion memutuskan untuk mendatangi kediaman Keysa kembali hari ini. Arion pun membawa buah tangan untuk keluarga Keysa.
Mobil hitam Arion sudah memasuki halaman depan rumah minimalis namun elegan milik Keysa, pria itu turun mobil dan tidak lupa mengambil buah tangan yang berada di kursi penumpang. Dengan gagahnya Arion berjalan mendekati pintu utama rumah Keysa, pria tampan itu memencet bel yang terpasang di pinggir pintu begitu dirinya sudah sampai di depan pintu.
ting nong.. ting nong..
Tak butuh waktu lama hingga pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya di balik pintu. Arion tersenyum ramah seraya mengucapkan salam.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Rosalind dengan raut wajah bingungnya.
"Maaf, cari siapa ya?" Tanya Rosa kepada Arion, namun belum sempat pria itu menjawab, suara seseorang sudah mengintrupsi.
"Ada siapa bu?" Tanya Keysa yang baru saja turun dari lantai atas.
Rosalind pun membalikan badannya menatap Keysa sembari menggelengkan kepalanya, lantas Keysa melihat siapa yang bertamu di siang hari ini.
"Pak Arion!" Ucap Keysa kaget karna melihat sosok Arion. Pria itu pun tersenyum kepada Keysa.
Di sisi lain Rosalind merasakan kebingungan karena ternyata putrinya mengenali pria yang bertamu ini, dengan kerutan di keningnya Rosa menatap sang putri dengan sedikit kerutan di dahinya.
"Dia pak Arion, yang kemarin aku ceritakan sama ibu dan Bella" ucap Keysa membuat wanita paruh baya itu menganggukan kepalanya mengerti.
"Mari masuk!" Ajak Keysa kepada tamunya. Sang tamu pun masuk, sesuai dengan intruksi dari tuan rumah.
Begitu mereka tiba di ruang tamu Arion memberikan paper bag yang sedari tadi dirinya bawa kepada Keysa, wanita itu pun menerimanya dan tak lupa mengucapkan terimakasih. Mereka bertiga pun duduk di atas sofa yang berada di ruang tamu ini.
"Maaf mengganggu waktu istirahatnya" ucap Arion tidak enak.
Keysa tersenyum tipis menanggapi ucapan Arion, "Anda ingin bertemu dengan Keenan?" Tanya Keysa yang tepar sekali, karena Arion menganggukan kepalanya mejawab pertanyaan Keysa.
Keysa menatap sang ibu lalu beranjak dari duduknya untuk menghampiri Keenan yang tengah menonton acara televisi di kamar Keysa, sedangkan Rosa wanita paruh baya itu berdiri pula, dia akan membuatkan minuk untuk tamu putrinya ini.
"Kee, ikut mama turun ke bawah dulu sebentar yuk sayang!" Ajak Keysa kepada putranya Keenan dengan senyuman manis di bibir sang mama.
"Nanti, setelah dari bawah baru kita tidur siang, ok!" Lanjut Keysa dan Keenan pun menganggukan kepalanya menyetujui usulan mamanya.
Lantas, ibu dan anak ini keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai bawah, di sana sudah ada Rosa yang menemani Arion dan mereka terlihat sedikit berbincang-bincang anatara satu sama lainnya.
Arion menyadari kedatangan Keenan dan Keysa, lantas pria itu pun manatap wajah Keenan yang masih lugu dan polos itu, sungguh membuat hati Arion merasakan rasa bersalah yanh teramat dalam, di usia Keenan yang akan menginjak usia empat tahun itu, harus kehilangan sosok ayah dalam hidupnya dan harus hidup tanpa sosok ayah yang mendampinginya.
Keysa mengajak Keenan duduk di pangkuannya, dan memperkenalkan Arion kepada Keenan sebagai teman dari alm papanya, untuk saat ini.
"Keenan salim dulu sama Om Arion sayang!" Titah Keysa dan di ikuti oleh Keenan dengan menyalimi punggung tangan Arion.
Arion tersenyum sendu melihat wajah lugu dan menggemaskan Keenan, sungguh dirinya benar-benar merasakan perasaan bersalah yang teranat amat sangat mendalam. Pria itu benar-benar sudah membuat anak kecil lucu ini harus kehilangan sosok sang ayah di usianya yang terbilang memang sangat membutuhkan sosok ayah, untuk mendampingi dan memberikan pelajaran kepadanya.
Setelah menyalimi Arion, Keenan kembali dalam pangkuan sang ibu.
"Dia om Arion, temannya alm papa Rei, jadi Keenan harus sopan sama om Arion ya sayang!" Ucap Keysa dan di angguki kepala oleh putra kecilnya ini.
"Om Ayiyon temannya papa?" Tanyanya kepada Arion membuat Arion tersenyum kala mendengar ucapan Keenan yang begitu lucu baginya.
Arion tersenyum, lantas Keysa pun memberitahukan kepada Arion bahwa Keenan belum bisa mengucapkan huruf 'L' dan 'R' dengan benar, anaknya itu akan mengganti dua huruf tersebut dengan 'Y'.
"Maaf pak Arion, Keenan masih belum fasih dalam pengucapan huruf, dia masih kesulitan dalam mengucapkan huruf 'L' dan 'R' dan selalu menggantinya dengan huruf 'Y'." Jelas Keysa, agar Arion mengerti dalam pengucapan yang Keenan ucapkan.
"Tidak apa, saya mengerti ko bu Keysa"
Lantas, Arion pun menjawab setiap pertanyaan yang Keenan berikan kepada dirinya, hingga pada akhirnya Keenan benar-benar merasakan kantuk menyerang matanya, dan meminta kepada sang ibu, Keysa untuk mengantarnyan ke kamar.
Arion pun merasa tidak enak dan dia ikut berpamitan, bersamaan dengan Keenan yang berjalan menuju kamarnya.
"Kalau begitu saya pamit juga, maaf sudah mengganggu waktu tidur siangnya Kee ya?" Ucap Arion dengan tidak enak hati.
"Nggak apa-apa kok om" jawab Keenan.
Arion pun tersenyum kepada Keenan, lalu mengucapkan kata selamat tidur untuk bocah laki-laki itu.
"Om pamit ya, selamat istirahat Keenan, tidur yang nyenyak ya!" Ucap Arion dengan tulus untuk Keenan.
Bocah laki-laki itu pun tersenyum dengan polos dan menggemaskannya, membuat siapa saja ingin memciumnya, begitu pun dengan Arion yang merasa gemas dengan anak laki-laki itu.
"Om juga hatu-hati di jalannya!" Kata Keenan kepada Arion.
"Siap! Bos kecil" jawab Arion "Kalau begitu saya pamit bu Keysa, bu Rosa!" Pamitnya kepada Keysa san Rosa.
Arion pun pergi meninggalkan kediaman Keysa dan kembali menuju kantornya, karena tadi Arion keluar ketika jam istirahat makan siang, dan Arion bukanlah tipe yang bisa berlama-lama tanpa pekerjaan apa pun, padahal kedua orang tuany sudah melarang Arion untuk tidak lebih dulu datang ke kantor, dan biar semua urusan kantor di handle oleh asisten Arion dan juga amsih ada sekertaria Arion. Tetapi pria itu tetap bersikeras untuk masuk ke kantor.
Mobil hitam Arion sudah sampai di basement kantor, pria itu memarkirkan mobilnya dengan rapih di sana. Lalu keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung kantornya, setiap staf yang berhadapan langsung dengan Arion membungkukan badannya memberi hormat kepada atasan mereka Arion.
Sesampainya di dalam ruangan Arion, pria itu memanggil asisten pribadiny sekaligus orang kepercyaan Arion.
Ketukan pintu membuat Arion membuka suaranya dan terpampang lah wajah tampan seorang Aditya, asisten pribadi dan orang kepeercayaan Arion.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Aditya kepada atasanya.
"Cari tau, siapa yang sudah menyabotase mobil saya kemarin dam kalu bisa bawa dia berhadapan dengan saya langsung!" Titah Arion kepada Adit yang langsug di kerjakan oelh Adit.
"Baik pak, apa ada lagi?" Tanya Aditya.
Arion pun menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Adiyta, lantas Adit pun berpamitan.
"Gue harus tau siapa dalang di balik semua ini!!"
: