True Love 7

1422 Words
Sudah seminggu atau sekitar tujuh hari Keysa dan Keenan di tinggalkan oleh sosok suami dan papa bagi mereka. Ya, ini adalah hari ketujuh kepergian Rei untuk selama-lamanya dari hidup mereka berdua, Keysa sudah mencoba mengikhlaskan kepergian sang suami dalam hidupnya, dia berusaha tegar meskipun dalam benaknya selalu terbayang wajah sang suami dan semua kenangan dirinya bersama sang suami. Keenan, putra tunggal Keysa dan Rei pun sesekali masih sering memanggil sang Papa, di saat dia terbangun di pagi hari, Keenan terbangun dan langsung mencari keberadaan sang Papa. Bocah laki-laki itu langsung melirik ke arah sampingnya mencari sang Papa, karena selama beberapa hari ini Keenan tidur bersama dengan Keysa. Saat ini Keysa, Keenan, Rosa dan Bella, tengah sarapan pagi. Ya, Bella pun tidak meninggalkan sahabatnya karena kondisi Keysa yang masih dalam suasana berkabung, selepas pulang kerja Bella akan menginap di rumah Keysa, dia selalu berada di samping sahabatnya. "Kee, hari ini jalan-jalan sama aunty yuk?" Ajak dan Tanya Bella kepada bocah kecil yang tengah makan sarapan paginya. Keenan pun menatap Bella dengan wajah polos dan mulut yang tengah mengunyah nasi gorengnya. "Jayan-jayan kemana aunty?" Tanya kembali Keenan kepada Bella. "Em, Keenan maunya jalan-jalan kemana, hm?" Tanya Bella kembali. Keysa dan Rosa pun menatap pada Keenan yang tengah berpikir. "Ke time zone boyeh aunty?" Bella tengah berpura-pura berpikir untuk menjawab Keenan, dengan tangan yang di usap-usapkan pada dagunya. "Boleh dong sayang, jadi Kee maunya ke time zone aja?" Bocah kecil itu pun menganggukan kepalanya penuh antusias. "Ok, jadi kita ke mall ya berati!" Kata Bella dan mendapatkan anggukan kepala kembali. "Key, lo ikut ya?" Ajak Bella kepada sahabatnya itu, karena semenjak kepergian Rei, Keysa lebih banyak diam. "Lo aja Keenan, ajak ibu juga. Ibu pasti penat banhet karena di rumah terus'" ujar Keysa. "Kamu saja berangkat bersama Keenan dan juga Bella, nak!" Kata Rosalind ibunda Keysa. "Ya sudah, kita semua aja berangkat, gimana?" Saran Bella dan mendapat penolakan dari Keysa. "Gue gak ikut Bel, lo aja sama Keenan dan Ibu, gue lagi pengen di rumah dulu buat saat ini!" Katanya dan membuat Bella serta ibunya Rosalind tidak bisa memaksakannya lagi. Membuat Rosalind menatap iba kepada putri semata wayangnya ini. Begitu pun dengan Bella yang juga ikut menatap sahabatnya itu. "Habiskan sarapannya ya Kee, habis gitu ganti pakaiannya, terus berangkat jalan-jalan sama aunty dan nenek ya sayang!" Kata Keysa kepada putra semata wayangnya ini. "Mama gak ikut jayan-jayan sama kita?" Tanya Keenan. Keysa tersenyum, lalu menjawab pertanyaan putranya dengan tenang. "Mama gak ikut dulu ya sayang, Mama capek, Mama mau istirahat saja di rumah. Gak apa-apa kan Kee jalan-jalannya sama nenek dan aunty saja ya!" "Mama sakit?" Tanya Keenan. Keysa kembali tersenyum dengan kepala yang dia gelengkan. "Mama cuman mau istirahat saja kok, Mama gak sakit. Sudah, habiskan sarapannya ya!" Ujar Keysa dan dituruti oleh sang putra. Sedangkan Rosa menatap percakapan anak dan cucunya membuat perasaannya sedikit menghangat dan juga khawatir. Menghangat karena Keysa memiliki sosok putra kecil yang teramat sangat menyayangi Keysa sosok ibu bagi Keenan, dan juga kecerdasaan yang di miliki Keenan, dan khawatir dengan Keysa yang masih enggan untuk melakukan aktifitas lain di luar rumah, semoga putrinya akan kembali ceria seperti dahulu. Itulah harapan Rosalind untuk putri tercintanya. Mereka pun telah selesai dengan sarapannya, Keysa membawa Keenan ke kamarnya lalu menggantikan pakaian rumahan Keenan dengan yang lebih rapih. "Jangan buat nenek sama aunty Bella repot ya sayang!" Pesan Keysa kepada sang putra. "Siyap Mama!" Ucap Keysa, membuat Keysa tersenyum dan menangkup wajah Keenan. "Anak Mama!" Ucapnya, lalu Keysa pun mengajak Keenan keluar kamar dan menghapiri sang ibu Rosaling juga sahabatnya Sifabella yang sudah raoih dan menunggu mereka berdua di ruang tamu. "Keenan sudah siap?" Tanya Bella saat Keenan dan Keysa sudah berada di hadapannya. "Sudah aunty!" Jawabnya penuh antusias. "Let's Go!!" "Yet's Go aunty!" "Salim dulu sama mama sayang" kata Rosa dan Keenan pun menyalimi punggung tangan sang Mama. "Hati-hati ya sayang, jangan buat repot nenek sama aunty ya!" Pesannya lagi. "Iya Mama!" "Kamu gak apa-apa sendiri di rumah nak?" Tanya khawatir Rosa. Keysa tersenyum menatap wajah sang ibu. "Gak apa-apa bu!" "Ya sudah, ibu dan Bella berangkat ya, kalau ada apa-apa segera hubungin ibu atau Bella ya nak!" Pesan Rosa kepada Keysa. Keysa kembali tersenyum tipis. "Iya ibu!" "Ya sudah, kita berangkat dulu ya Key!" Pamit Bella. "Kalian hati-hati ya!" Ucap Keysa, lalu mereka bertiga pun berjalan menuju mobil dan meninggalkan pekarangan rumah ini. Setelah itu, barulah Keysa menutup pintu rumahnya dan berjalan menuju sofa ruang tamu ini, mendudukan dirinya di ataa sofa, lalu membuka album foto dirinya bersama alm suaminya dan juga sang putra. Melihat setiap lembar foto yang berada di album tersebut, membuat dirinya merasakan kembali sesak di dad-anya, inilah salah satu cara ketika dia merindukan sosok suaminya, dengan melihat-lihat foto kebersamaan mereka. Di saat tengah asik melihat foto-foto keluarga kecilnya, bel rumah berbunyi, Keysa sedikit mengkerutkan keningnya ketika mendengar bunyi bel yang kembali di tekan. Wanita itu pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu, lalu membukakan pintu untuk melihat siapa yang bertamu di jam yang masih terbilang pagi ini. Saat Keysa membuka pintu, tampilah sosok pria tampan dengan mengenakan celana bahan warna hitam dan di padukan dengan kemeja berwarna putih, dan wajah yang sedikit pucat, juga terdapat beberapa luka goresan di wajahnya. Keysa mengkerutkan keningnya karena dia tidak mengenali sosok di hadapannya ini. "Maaf, cari siapa ya pak?" Tanya Keysa sopan. "Apa benar ini kediaman Bapak Reinaldo?" Tanyanya kembali. Keysa pun menganggukan kepalanya dengan raut wajah yang sedikit bingung. "Iya benar, saya dengan istrinya, ada apa ya pak?" "Apa bisa kita berbicara sebentar?" Tanyanya kembali. Keysa kebali di buat bingung, apakah suaminya memiliki hutang, ah dari pada terus berandai-andai lebih baik mereka segera berbicara. "Mari masuk pak" ajaknya kepada pria tersebut, Keysa mengajaknya untuk duduk di ruang tamu. "Sebentar saya ambilkan minum" "O, tidak usah bu, saya tidak lama" katanya membuat Keysa mendudukan dirinya di atas sofa single sebelahnya. "Maaf, dengan bapak siapa? Dan apa hubungan bapak dengan suami saya?" Tanya Keysa. "Perkenalkan saya Arion Mahendra Aksa, sebelumnya saya ingin meminta maaf sudah menganggu waktu ibu Keysa, apa benar?" Keysa pun menganggukan kepalanya. "Saya kesini ingin meminta maaf atas kesalahan saya delapan hari lalu, saya meminta maaf yang sebesar-besar kepada ibu Keysa dan keluarga" ucaonya yang membuat Keysa benar-benar bingung. Keysa mengkerutkan keningnya dengan raut wajah bingungnya, "Maksud bapak apa ya?" Tanya Keysa bingung. Arion sedikit gugup, "Saya minta maaf atas kecelakaan yang telah menimpa suami ibu pak Rei dan juga temannya pak Arsen, karena kecelakaan itu berawal dari saya" ujar Arion. "Ma-maksud bapak?" "Mobil saya telah menabrak mobil Pak Rei, hingga mobil beliau kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan" ucapan Arion terhenti "Hingga, pak Rei hatus kehilangan nyawany begitu pun dengan pak Arsen yang mengalamai koma selama dua hari di rumah sakit. Tubuh Keysa mematung, aliran darahnya seperti terhenti, kedua bola matanya yang membulat sempurna, dan raut wajah yang begitu shock. Keysa masih mencerna setiap ucapan yang pria di hadapannya ini ucapkan. "Saya meinta maaf atas semua kesalahan yang telah terjadi beberapa hari lalu, karena insiden itu ibu harus kehilangan sosok suami dan juga putra kalian yang harus kehilangan sosok papanya" ucap Arion dengan tulus dan hati yang berdebar takut sekali akan reaksi yang akan diberikan oleh Keysa. Kalian ingat, saat pemakaman Rei berlangsung ada sosok pria yang tengah melihat dari kejauhan, dan melihat tangis pilu yang Keysa keluarkan juga putranya yang berada dalam pangkuannya. Ya, pria itu adalah Arion Mahendra Aksa. Dia melihat semua prosesi pemakaman Rei sampai selesai, dia merasa bersalah karena rem blong pada mobilnya mengakibatkan kecelakaan beruntun hingga menghilangkan nyawa seseorang. Maka dari itu, Arion meminta asistennya untuk mencari tahu kediaman Rei, dan dia bertekad akan meminta maaf dan siap mengambil resiko yang akan dia terima. "Saya meminta maaf untuk semua yang telah terjadi, itu semua benar-benar berada di luar kendali saya. Saya siap menanggung resiko dan hukuman yang akan saya terima!" Ujar Arion kepada Keysa. Sedangkan Keysa, wanita itu masih diam terpaku dengan kondisi tubuh yang meresponnya dengan tidak baik atas kebenaran yang telah dirinya dengar rem blong, tabarakan beruntun. Sungguh, Keysa seperti mendapatkan surprise akan semua yanh Arion ungkapkan. Dad-a Keysa benar-benar sesak sekali rasanya, hatinya bagaikan di remas dengan sangat kencang hingga membuat sesak yang begitu amar dalam. Wanita itu masih tetap diam dan belum menjawab permintaan maaf yang telah Arion ucapkan. Keysa menatap lamat wajah Arion, dengan ekspresi wajah datarnya. Wanita itu masih merasakan shock, tubuhnya mulai melemas dan juga pikiran yang berkecamuk. Karena dirinya tengah berhadapan dengan orang yang telah mengakibatkan kecelakaan ini terjadi hingga merenggut nyawa sang suami tercinta. Apakah Keysa akan memaafkan Arion, dan melupakan semua ini?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD