Tersiksa

1054 Words

“Nona, syukurlah kamu sudah siuman. Aku sangat khawatir dengan keadaanmu, dan bayi dalam kandunganmu.” Deg! Anjani terkejut. Dia menatap wajah tampan di hadapannya. Dia menelisik penampilan pria itu yang masih mengenakan jas. Kini Anjani sudah mengingat siapa dia, yaitu pria yang waktu itu hampir menabraknya ketika dia tengah menyeberang jalan. ‘Bagaimana pria ini bisa tahu jika aku sedang mengandung? A-apa yang harus aku katakan padanya bila dia bertanya tentang ayah dari bayiku ini. Dan … betapa malunya aku apabila aku berkata jujur bahwa aku hamil di luar nikah.’ Anjani menunduk. ‘Dan yang lebih memalukan lagi karena pria yang menghamiliku tidak mau bertanggung jawab. Lalu apa yang harus kulakukan? Lebih baik aku pergi saja dari sini, lebih baik aku pura-pura tidak mendengar ucapann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD