Bian mengendarai mobil menuju ke kontrakan Anjani. Dia turun, tetapi tidak dengan Juna. Karena hanya menunggu di dalam mobil dan melihat situasi sekitarnya. Terlihat Bian tengah berbicara dengan tetangga kontrakan Anjani. Tak berapa lama kemudian dia kembali dan masuk mobil. Juna menatap serius wajah Bian. “Bi, kenapa muka lo ditekuk gitu? Ada apa emangnya?” Bian menghirup oksigen berulang kali, lalu menatap Juna. “Jun, Anjani udah nggak ada di kontrakannya.” “What? Apa maksud lo? Ngomong yang jelas dulu, jangan bikin gue penasaran!” “Tadi kata tetangga kontrakannya, Anjani udah diusir sama warga sini karena dia ketauan hamil di luar nikah. Dan ini semua akibat lo yang nggak mau tanggung jawab!” Juna sangat terkejut, wajahnya seketika berubah muram. Matanya menatap kontrakan Anjani y

