Zevanna

1134 Words

Farhan tersenyum bahagia mendengar permintaan Anjani. Setidaknya dia masih mau meminta pertolongannya. “Tentu saja, Anjani. Aku akan selalu membantumu dengan senang hati. Kamu tidak usah meminjam uang padaku, aku ikhlas membantumu.” Hati Anjani semakin terenyuh mendengarnya. Bibirnya menyunggingkan senyum yang sangat manis. “Terima kasih banyak, Pak Farhan. Atas semua kebaikan Anda kepada saya. Tapi maaf, saya tidak bisa jika hanya menerima pemberian Anda. Saya hanya ingin meminjam uang, dan nanti jika saya sudah bekerja akan saya ganti.” Farhan terdiam. Dia sangat memahami maksud dari ucapan Anjani, dan dia menghargainya, jadi dia tidak akan memaksa. “Baiklah, Anjani. Oh, iya. Kamu butuh pekerjaan apa? Aku akan membantumu mencari pekerjaan yang layak.” “Saya tidak memiliki keahlian, Pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD