Bab 178. Gilang yang Tenang

1072 Words

Rita terenyuh dengan perkataan Gilang yang pasrah, dan dia menyadari bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk menyinggung hubungan pernikahan mereka. Apa boleh buat, sikap dan kata-kata mama dan Sara membuat Rita kepikiran, dan dia bingung kepada siapa dia harus mengungkapkan perasaannya. “Aku … aku sebenarnya nggak terlalu memikirkan soal itu, Gilang. Maaf. Tapi … aku kesal—” “Aku tau.” “Kamu benar, lain kali aku nggak akan mau diajak mama bertemu Sara dan sebisa mungkin aku menghindar. Aku … aku juga nggak mau ketemu mama.” “Jangan begitu. Mama Dwi itu mama kita, mama kamu, mama aku juga.” Rita menghela napas pendek, dan dia diam. “Ya? tetap jaga hubungan baik dengan mama,” ujar Gilang. “Iya, Gilang.” “Semua mama itu sama, ingin anak-anak mereka baik-baik saja dan memiliki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD