Kerja di Bali, jangan yang kalian bayangkan itu pantai, surfing, berenang, sun bathing, happy-happy. Hell No! Gue kerja men, dari pagi sampe sore, dari sore sampe malem, dari malem sampe pagi, kerja shifting, sebagai kepala IT, manager lah ya, harus masuk terus, setiap hari, mau libur nasional, mau ada bencana harus masuk, bahkan sekalipun ada kiamat kami harus masuk, karena siapa tahu Tuhan dan para malaikatnya akan menginap di hotel kami. Ya, emang ini hiperbola a.k.a lebay, tapi yang pasti kerja keras bagai kuda dicambuk dan didera ku rasa berat ku rasa berat beban hidupku hu... Lah kok malah nyanyi sih? Tarik Sis... Semongko!
Gaya dandan gue beda kalau lagi kerja sama lagi nyari 'mangsa'. Kalau kerja gue ga dandan, paling bagus alas bedak sama bedak aja, lipstik juga pagi hari doang, selebihnya efek gorengan aja. Gaya gue cenderung tomboy, pakai kemeja, jas, celana panjang, kalau pakai rok ya rok panjang, rambut lurus gue ga gue kriting, gue kuncir atau gue konde pake pulpen sebagai tusuk kondenya, kacamata bulat besar yang biasa gue pake. Pokoknya ga akan ada yang melihat kecantikan gue yang paripurna, karena diantara mereka semua ga ada yang layak buat lihat.
Hari ini udah lewat seminggu dari malam bulan madu itu, gue udah beli test pack, mau ngetes, hamdam ga nih. Baca petunjuk pemakaian sebaiknya digunakan di pagi hari, oke check, sekarang mumpung pagi, gue coba dulu deh. Tunggu dua menit katanya, ya udah mandi dulu aja, sekalian siap-siap berangkat kerja.
Udah wangi udah ganteng, udah siap berangkat kerja, gue intip deh itu test pack, deg deg ser ser ser... dan eng ing eng... garis satu saudara-saudara... itu artinya, eh tunggu, lupa garis satu itu negatif apa positif ya? Baca dulu petunjuk penggunaan, dan... ternyata negatif... hu hu hu hu ku menangis... yah, masa udah 4 kali nembak juga masih negatif, duh dapet dimana lagi laki kayak Sofio, kaya, ganteng, seksi, gede, panjang, berurat. Hiks hiks hiks.
Dengan lemas aku berangkat kerja. Gagal deh punya anak, nyari Sofio dimana? Jatah cuti udah habis, masa nyarinya tahun depan? Keburu menepous deh. Kalau sekarang hamilkan, pas melahirkan umurku pas 30.
"Mas Beni..." Ada yang manggil, pagi-pagi udah ada yang manggil, udah ada masalah aja.
"Apa?" Jawabku ga semangat.
"Duh lecek amat itu muka, udah jelek nambah jelek aja." Ledek Linda seorang manager accounting di hotel ini.
"Bomad! Kenapa!"
"Galak amad sih? PMS ya?"
"Nggak! Apaan buruan, mau naik nih gue!" "Sistem pembayaran ga ngelink mas, ga bisa bisa masuk ke kas."
"Ya aku cek dulu."
Namaku Bening, Bening Wisesa. Tapi karena terlalu laki dandanannya jadinya di panggil Mas Beni, aku sih cuek aja, ga masalah.
"Oh iya mas, siap-siap ganti tanda tangan digital Presdir, mau ganti Presdir."
"Oh ya? Pak Nicholas pensiun?"
"Iya, mau di ganti anaknya."
"Oh oke. Thanks infonya."
Ya begini deh kerjaan IT di hotel, nyantai juga sih sebenernya pemrogramannya juga yang biasa aja, cuma harus kuat-kuat lawan hacker, banyak banget hacker yang mau masuk ke sistem, pengen nyolong data konsumen. Mereka ga tahu, raja hacker ada disini.
***
Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan penamaan tokoh, tempat dan atau lainnya itu hanyalah sebuah ketidaksengajaan.
Palgiator dilarang nyolong!
Terimakasih buat para pembaca, tolong kasih bintang 5, like dan komen.