Senyuman Khalid Wandawarma itu ... unik. Binar geli sekaligus nakalnya seperti anak kecil. Tak pernah Khumaira terbersit bahwa malam ini akan disuguhkan sikap kekanakan dari sosok karismatiknya yang penuh wibawa. Tentang hadiah yang disiapkan Khalid untuknya, Khumaira menggeleng. Tebakannya cukup bervariasi. Khumaira punya bunga, cokelat, kain sutra, perhiasan, aksesori, buku, bahkan lagu dan puisi. Hal-hal aneh yang pernah dibawa para pria yang melamarnya dulu. Ia tak sangat yakin apa yang mungkin diberikan Khalid, pastinya tak akan jauh berbeda dari yang sudah pernah diterimanya setahun belakangan. Khairan buka suara lagi. “Kalau Khumaira begitu istimewa untukmu, apa yang akan kau berikan dari hati berbeda dari yang akalmu cetuskan.” Khalid mengacak rambut Khairan sembarangan. Rasa gem

