Selain karena sudah malam, Khumaira juga mulai tak nyaman akan pembicaraan terus terang mereka. "Anda punya hal lain untuk disampaikan kepada saya?” tanya Khumaira sebelum mengakhiri pembicaraan pribadi ini. “Ada." Sebuah kelakar singgah di kepala Khalid. "Tak apa, Mai. Aku bisa merubah perasaanmu dan membuatmu jatuh cinta kepadaku hingga melupakan rasa sakit yang Rahman tinggalkan,” kutip Khalid geli. Itu kalimat yang Khumaira ucapkan tadi, yang dijadikan bahan lelucon oleh pria tak serius di depannya. Khumaira menanggapinya serius, “Saya sungguh-sungguh, Tuan. Saya mungkin saja selamanya tak akan bisa membalas cinta Anda. Sama halnya dengan takhta, saya tidak ingin dipaksa. Saya tidak mau dipaksa melepaskan takhta, dan saya tidak mau dipaksa mencintai Anda.” “Kau tak mungkin tahu, M

