8 Mei 2021
Lily mengumpulkan semua hal yang telah didapatkannya selama seminggu ini. Ada berbagai hal aneh yang Lily tidak bisa menemukan benang merahnya, tapi ada banyak juga yang saling melengkapi dan membuat Lily sedikit demi sedikit mengerti. Sebenarnya ia cukup kaget ada hal seperti ini yang disembunyikan orang tuanya. Entah sejak kapan orang tuanya menyiapkan ini.
Lily tidak pernah berpikir akan ada hal seperti ini di rumahnya. Ia sendiri terkadang bertanya-tanya kenapa orang tuanya meninggalkan banyak hal yang penuh dengan teka-teki seperti ini, apalagi beberapa jam yang lalu ia menemukan hal yang sangat mencengangkan, ada sebuah lorong bawah tanah di bawah meja makan. Setelah membuka lorong itu, Lily segera menutupnya lagi karena ia tidak tahu ujung lorong itu akan membawanya kemana dan juga ia tidak tahu apakah ada orang lain di dalam lorong itu.
Setiap kali menemukan hal baru, ia terdiam sejenak sambil berpikir, "Sejak kapan rumah yang dulu digunakannya bermain dan bersembunyi di tiap sudutnya menjadi menyimpan banyak misteri aneh yang terasa sangat nyata."
Sesekali sempat terlintas di pikirannya, apakah semua ini hanyalah coretan aneh yang dibuatnya saat kecil dan disimpan orang tuanya? Tapi rasanya tidak mungkin Lily kecil membuat tulisan dan bentuk serapi ini.
Semakin ia menemukan banyak hal, Lily semakin penasaran apa inti dari semua hal ini. Kedua orang tuanya tahu betul jika Lily tidak suka bercanda, jadi tidak mungkin semua teka-teki ini berakhir dengan candaan. Di sisi lain, Lily merasa takut karena ia sama sekali tidak tahu apa yang sedang dihadapinya. Lily tidak mengetahui segala sesuatu dengan lengkap, ia hanya mengetahui potongan-potongannya.
Kedua orang tua Lily juga tidak pernah memberitahu Lily tentang hal ini, memberi kode sedikit pun tidak. Ia hanya bisa mengandalkan pengetahuan yang dimilikinya dan juga kemampuan berpikir yang sudah dilatihnya.
"B-F-A-F kalau dihubungkan dengan kata-kata yang disini, jadinya Bridge, Forest and Fire." ucap Lily menunuk-nunjuk beberapa lembar kertas. Lily terdiam lagi sambil melihat kertas-kertas lainnya. Huruf BFAF ditemukannya dari angka 1505, jika diubah ke huruf dengan sandi huruf A=0. Sedangkan kata-kata Bridge, Forest and Fire ditemukannya di salah satu bab di buku catatan kedua orang tuanya. Buku catatan yang dimaksud adalah buku catatan dengan bahasa aneh itu.
Lily memutuskan untuk membuka peta kerajaannya. "Sepertinya tidak ada jembatan di dekat hutan," gumam Lily setelah melihat peta kerajaan sebanyak lima kali. Ia berpikir tentang kemungkinan lain. "Coba kutandai dulu dimana saja letak jembatan dan hutan," gumam Lily lagi. Ia langsung mengambil pensil dan menandai semua jembatan dan hutan yang ada.
Satu per satu ditandai Lily, ia bahkan memastikan berulang kali agar tidak melewatkan jembatan dan hutan yang ada di kerajaan. Ia mengukur dengan teliti setiap hutan yang ada agar menemukan titip tengahnya.
Setelah selesai menandai, Lily mencoba menarik garis terluar dari titik-titik itu dan hasilnya adalah sebuah bentuk berlian. Lagi-lagi Lily terdiam sejenak, ia tidak merasa pernah menemukan sesuatu yang berhubungan dengan berlian. Atau adakah hal yang dilewatkannya? Ia kembali menghela napasnya dengan berat karena lagi-lagi menemui jalan buntu.
***
14 Mei
Lily bersiap untuk pergi. Ia selesai memecahkan teka-teki yang ada. Sebenarnya tidak sepenuhnya selesai, tapi sepertinya ia tidak punya waktu lagi untuk melengkapi pecahan-pecahan lainnya. Sejauh ini, yang ditemukannya adalah orang tuanya yang menyuruhnya pergi dari rumah menggunakan lorong bawah tanah yang sudah mereka buat sebelum tanggal 15 Mei di tahun kerajaan musik membuat pengumuman aneh tanpa dasar yang jelas. Lily tidak boleh membawa barang-barang yang mencolok dan menandakan bahwa dirinya sedang tidak berada di rumah. Lily hanya boleh memakai dan membawa pakaian, sepatu dan tas yang berada di bawah tempat tidur orang tuanya.
Selain itu, Lily harus membawa buku-buku yang ditemukannya serta semua coretan saat ia berusaha menemukan teka-teki ini. Tidak boleh ada yang tertinggal satupun. Lily juga harus menutup lorong bawah tanah dengan rapi, layaknya lantai aslinya. Itulah isi bab pertama dari buku catatan dengan bahasa aneh itu. Bab-bab selanjutnya hanya dipecahkannya sebagian. Yang jelas, salah satu bab ada membahas tentang Diamond Kingdom.
Lily memastikan sekali lagi semua hal yang ada di rumahnya. Ia mengecek hingga ke bagian-bagian kecil sekalipun. Lily bahkan sengaja tidak mematikan lampu kamarnya dan malah mematikan lampu ruang makan agar orang-orang berpikir bahwa Lily sedang belajar di ruangannya seperti yang biasa ia lakukan.
Setelah semuanya aman, Lily membuka lorong bawah tanah itu dan masuk ke dalamnya. Sebenarnya bagian tesulitnya bukanlah mengecek semua hal agar terlihat normal, tapi menutup lobang bawah tanah dengan sempurna. Lily tidak mencobanya sama sekali sebelumnya, karena ia takut ada kunci otomatis atau hal lain yang membuatnya tidak bisa dibuka dari bawah lagi.
Perlahan Lily memasukkan tubuhnya ke dalam lorong yang hanya sebesar satu manusia dewasa itu. Ia menata karpet ruang makan dengan rapi, memastikan agar saat pintu lorong itu tertutup, karpet yang ada di atasnya juga menutupinya dengan sempurna, seperti tak ada apapun di area itu.
Saat proses menutup lorong bawah tanah, tiba-tiba Lily mendengar suara ketukan pintu di depan rumahnya. Seingat Lily, seharusnya jadwal pembagian makanan itu besok, tapi kenapa hari ini ada yang mengetuk pintu rumahnya? Tidak mungkin warga lain karena sebelum mencapai rumahnya, pasti warga itu sudah diserang hewan pendamping milik tentara kerajaan.
Lily mempercepat gerakannya. "Nona Amelia, mohon buka pintunya!" Terdengar teriakan dari luar. Tangan Lily mulai bergetar mendengar teriakan itu. "Nona Amelia!" Teriakan itu semakin kencang, bahkan ia bukan hanya memanggil Lily sekali atau dua kali melainkan sepuluh kali. Bahkan semakin banyak ia berteriak, Lily semakin menyadari bahwa nada kemarahan yang ada di dalam teriakannya itu semakin membara.
Semakin nyaring suara itu berteriak, semakin Lily mulai mengenali suaranya. Suara yang tidak asing baginya.
Brak!
Tepat saat pintu rumah Lily didobrak, Lily juga selesai menutup lorong bawah tanah. Setelahnya, ia hanya bisa terduduk di lorong sambil mendengar beberapa langkah kaki masuk ke rumahnya dengan kemarahan. Lily hanya diam di tempat, ia berusaha tidak mengeluarkan suara sedikit pun agar ia dan lorong itu tidak ketahuan.
"Cari anak itu ke semua bagian rumah ini! Cepat!" Suara orang yang memanggil Lily tadi terdengar dengan lebih jelas. Lily tahu betul siapa orang yang memiliki suara itu. Namanya George, salah satu pemimpin pasukan utama kerajaan, ia bekerja di bawah orang tuanya dan terkadang mampir ke rumahnya.