SEBELAS -Discendenti Della Luna

1002 Words
Charles sudah kembali ke markas. Sebenarnya ia tidak mau kembali secepat itu, tapi Xen dan Rose memaksanya sampai mengancam dengan berbagai macam hal. Ancaman Xen dan Rose sebenarnya tidak mempan untuk Charles, tapi ia menyadari sesuatu yang tersirat di wajah Xen dan Rose. Sehingga akhirnya ia mengalah dan kembali. Charles sendiri tidak kembali ke kemah utama, ia hanya duduk di atas salah satu pohon yang berada tepat di belakang perkemahan. Ia tidak mau memimpin perang, tapi juga tidak mau mengingkari perkataannya dengan Xen dan Rose. Ia sudah berjanji tidak akan kembali ke rumah pohon sampai p*********n dimulai. Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 semua anak di Music Kingdom sudah pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan Lily masih tertidur di pangkuan Rose. Lalu Xen hanya memandangi sungai yang terlihat dari atas rumah pohon. Charles juga masih berada di atas rumah pohon, ia melihat dan memantau semua pergerakan dari sana. Sistem p*********n dan juga penataannya jauh berbeda dengan sebelumnya, tapi bahkan sebelum perang dimulai pun semua orang pasti tahu bahwa sistem p*********n ini sangatlah mengerikan. Semuanya lebih tertata, rapi dan kokoh. "Seharusnya aku tidak terlalu bersemangat saat membuat perencanaan dan sistem kali ini. Aku sempat terlalu bersemangat ketika tahu bahwa Xen dan Rose tidak di sana, tapi aku lupa bahwa perang ini bukanlah perang antar kerajaan biasa," gumam Charles sambil memainkan daun-daun di sekitarnya. Sekarang tidak ada yang bisa diubah Charles lagi, mengundur waktu perang sudah tidak memungkinkan. Alasan apa lagi yang harus diberikannya? Yang ada ia malah akan dicap sebagai prajurit yang plin-plan. Tidak ada sejarahnya seorang prajurit dengan mudahnya menarik ucapannya dan mengubah rencana tanpa alasan kuat. Charles memandang semua prajurit dari sekutunya yang sibuk memproses rencana terbaru dan mulai bersiap ke tempat masing-masing. Tidak sedikit yang protes karena posisinya berubah jauh dibandingkan rencana sebelumnya, tapi sebagian besar anak langsung mengangguk mengiyakan dan bersiap. "Xen, kamu pasti sudah mendapat sinyalnya berulang kali sejak pagi ini kan?" Rose mengalihkan pandangannya ke Xen yang berada di sebelahnya. "Tentu saja," jawab Xen tanpa mengalihkan pandangannya dari Lily. "Sebentar lagi kita menyentuh batas waktunya," ucap Rose dengan nada sedih. "Apakah kita harus memberitahunya atau melakukannya secara diam-diam?" Xen melihat ke arah Rose untuk meminta jawaban darinya. Rose tidak langsung menjawab, ia berpikir agak lama. "Sepertinya kita harus melakukannya diam-diam," ucap Rose yang akhirnya memutuskan. Xen hanya mengangguk mengikuti keputusan Rose karena ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Keputusan apapun yang mereka buat sekarang, pasti akan membuat Lily sedih, cepat atau lambat. Pilihannya hanya memberikan informasinya secara langsung, atau membuat Lily menyadarinya sendiri. Jam 15.00 Seluruh pasukan sudah siap. Jika sebelumnya mereka hanya memiliki satu barisan p*********n dan menyerang semua sisi secara bersamaan, kali ini mereka hanya menyerang 4 titik utama dengan masing-masing titik p*********n memiliki beberapa lapis pasukan yang terdiri atas pasukan darat dan udara. Sebenarnya mereka ada pasukan untuk bawah tanah dan pasukan di dalam air, tapi Charles merasa hal itu kurang efisien sehingga ia memasukkan pasukan itu sebagai pasukan cadangan dan sekarang hanya berfungsi untuk mengumpulkan informasi. Xen dan Rose sudah selesai menyiapkan semuanya dan mulai berjalan menjauhi rumah pohon. Sedangkan Music Kingdom menyadari keberadaan kerajaan lain sejak empat jam yang lalu. Mereka hanya tidak bergerak dan berusaha terlihat seolah-olah mereka belum menyadarinya agar mereka memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan semuanya. Jam 15.45 Charles sudah kembali ke kemah utama, ia meminta agar dirinya tidak diletakkan di pasukan manapun dan hanya memantau saja. Tanpa perlu banyak alasan, para pemimpin pasukan lain mengiyakan permintaan Charles. Charles sendiri tidak dalam kondisi yang baik. Pikirannya kemana-mana sejak ia tidak sengaja melihat Xen dan Rose malah kembali ke Music Kingdom. Charles memikirkan kata-kata Rose tadi pagi. Kata-kata itu sudah terngiang-ngiang dia kepalanya sejak tadi, tapi semenjak ia melihat Xen dan Rose beberapa saat yang lalu, ia mulai memikirkan arti sebenarnya dari perkataan Rose itu. "Semua pasukan sudah dalam posisi siap menembak! Berikan aba-aba maka kami akan langsung menyerbu," ucap salah satu pemimpin pasukan yang baru saja masuk ke kemah utama. Ia baru saja selesai menyiapkan pasukan di kubu Selatan dan mengecek kubu-kubu lainnya. Beberapa pemimpin pasukan dan petinggi-petinggi yang ada di kemah utama mengangguk setelah mendapatkan informasi itu. "Untuk permulaan p*********n besar ini, kami menyerahkan peran penting ini untuk Charles sebagai salah satu bentuk apresiasi karena dia telah membuat perencanaan dengan sangat baik," ucap salah satu petinggi kerajaan sambil mempersilahkan Charles. Charles mengangguk, ia sempat tidak sengaja mendengarnya bahwa ia yang akan memulai peperangan ini. Semua pihak sudah setuju dan tidak ada yang membantah keputusan itu. "Baik, akan saya lakukan berdasarkan waktu yang ditentukan dengan memperhatian situasi dan kondisinya," jawab Charles mengangguk. Rasanya ia tidak suka mendapat tugas ini, tapi lebih baik begini karena ia bisa mengendalikan p*********n sesuka hatinya. Charles terdiam begitu lama. Pikirannya mengatakan bahwa Xen dan Rose diancam agar kembali ke kerajaan, jika mereka kembali kemungkinan besar mereka akan mendapat posisi yang tinggi dan biasanya diletakkan di tengah area kerajaan. Sedangkan butuh waktu untuk menuju area utama/inti kerajaan, jika ia melakukan p*********n terlalu cepat, Xen dan Rose harus berperang lebih cepat. Kurang lebih itulah yang dipikirkan Charles. Entah hal itu benar atau tidak, hanya itu yang bisa dipikirkannya. Sedangkan di tempat lain, Lily terbangun dari tidur panjangnya. Ia memang baru tertidur tadi pagi dan sempat terbangun beberapa kali sebelumnya, tapi kali ini dia terbangun dengan keadaan yang berbeda. Rumah pohon kosong dan Lily bisa melihat bahwa rumah pohon dikelilingi dengan sihir untuk melindunginya. Ia tidak berusaha mencari kedua orang tuanya karena hanya ada satu ruangan di situ dan jawabannya jelas bahwa kedua orang tuanya tidak ada di sana. Lily tahu bahwa ia akan ditinggalkan lagi entah kapan, tapi ia tidak mengira akan terjadi begitu cepat. Rasanya baru sebentar ia kembali berkumpul dengan kedua orang tuanya, tapi sekarang ia tidak tahu apakah akan bertemu orang tuanya lagi, dan kalau pun bertemu, berapa lama lagi akan terjadi. Ia mengintip dari lubang yang ada di dinding dan mendapati barisan pasukan yang berbeda dari kemarin. Selain itu, ia juga mendapati selembar kertas yang hanya berisi satu kalimat. "Tidak ada yang bisa mengubah takdir seorang Discendenti Della Luna"-Xen, Rose-
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD