SEPULUH - CHARLES

1008 Words
Charles, divisi 1 dari Ice Kingdom. Sebenarnya dia bukan anggota biasa melainkan pemimpin divisi 1. Xen dan Rose mengenalnya karena bekerja sama dalam beberapa misi. Ice Kingdom dan Music Kingdom sebenarnya tidak memiliki ikatan atau perjanjian apapun, hanya saja dalam beberapa hal mereka sependapat sehingga bekerja di pihak yang sama. Itulah kenapa sekarang Charles bisa berada di kumpulan kerajaan yang ingin menjatuhkan Music Kingdom. Walaupun Charles mendapat tugas untuk menyerang Music Kingdom, ia merasa bahwa hal itu tidak benar. Walaupun begitu, ia tidak bisa menolak atau melarikan diri dari tugas yang didapatnya. Mau tidak mau Charles berusaha mencari-cari alasan agar ia tidak terlalu banyak terlibat dalam perencanaan maupun p*********n. Charles yang biasanya sangat aktif dalam melaksanakan misi, untuk kali ini ia menjadi sangat pasif. Biasanya Charles memberikan banyak ide dalam membuat rencana, kali ini ia hanya diam dan mendengarkan perencanaan yang mereka buat. Charles adalah perencana jenius yang merencanakan segala sesuatu dengan sempurna, ia menyadari bahwa ada beberapa celah di rencana yang dibuat oleh kerajaan lain, tapi ia memilih untuk diam saja. Menjadi seorang prajurit apalagi menjadi pemimpin divisi terpandang merupakan impian Charles sejak kecil. Ia memang menyukai pekerjaannya sebagai prajurit, bukan karena popularitas tapi karena ia memang menyukai segala hal yang terkait dengan seorang prajurit. Charles suka berlatih hingga larut malam atau bahkan tidak tidur berhari-hari hanya untuk meningkatkan kemampuannya sedikit demi sedikit. Rasanya sangat menyenangkan ketika ia menyadari bahwa kekuatannya bertambah walaupun hanya sedikit. Charles juga suka berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Ia suka membuat prediksi-prediksi aneh, dan merasa sangat bangga jika prediksinya benar. Charles kecil merupakan orang yang hanya diam di keadaan apapun. Bukan diam tidak mengerti, melainkan ia menganalisis semua hal yang dilihat dan didengarnya. Sehingga saat ia besar dan mendapat kesempatan untuk membuat perencanaan sendiri, ia langsung menguasai bidang itu dan membuatnya dipromosikan dengan sangat cepat. Tentu saja Charles juga menyukai tantangan yang ada dalam semua misi yang didapatnya, ia juga suka bertemu dengan orang baru dalam misi yang didapatnya. Apalagi orang baru seperti Xen dan Rose, atau bisa dibilang orang yang lebih kuat darinya agar ia bisa mempelajari sesuatu dari mereka. Sayangnya kali ini Charles kenal terlalu dalam dengan Xen dan Rose walaupun mereka tidak selalu satu kubu. Akhirnya, untuk pertama kalinya Charles merasa hampa dalam melakukan tugasnya. Rasanya kosong. Ia memang tidak memiliki keluarga asli, Ayah dan Ibunya adalah seorang prajurit yang meninggal dalam sebuah misi, tapi ia menganggap semua orang yang baik dengannya dan juga membantunya dalam berbagai kondisi adalah keluarganya. Di lain sisi, Xen dan Rose juga menganggap Charles sebagai seorang saudara. Mereka sering bertukar pikiran dan menceritakan kehidupan satu sama lain. Alur berpikir mereka yang kadang aneh, tapi kadang masih masuk akal, membuat mereka bisa memahami satu sama lain. Lalu, sekarang mereka harus berdiri sebagai musuh(?). "Apa rencana kalian setelah ini? Kalian pasti tahu, bahwa tepat saat pertarungan dimulai tempat ini kemungkinan besar akan terkena dampak dari perang." Charles menanyakan hal dasar yang harus ia ketahui jika ingin membantu Xen, Rose dan Lily. Xen dan Rose tidak langsung menjawab Charles, mereka hanya memandang jauh ke luar, melihat pemandangan indah yang dalam hitungan jam akan hancur menjadi area perang. Sekarang sudah jam 8 pagi. Setelah berbicara sepanjang malam, Charles segera kembali ke markas dan menunda p*********n dengan berbagai alasan yang sudah dipersiapkannya. Ia menata kata satu per satu untuk mengubah arah berpikir teman-teman sekutunya kali ini. "Sebaiknya kita tunda dulu p*********n malam ini. Semua orang di kerajaan itu pasti sedang bangun dan dalam keadaan yang sangat baik karena festival baru berlangsung selama beberapa jam. Kita tunggu besok saja, besok adalah penutupan festival. Setelah acara selama dua hari berturut-turut, sebagian besar warga dan pasukan pasti kelelahan dan mereka tidak bisa memikirkan rencana pertahanan dengan baik, kekuatan mereka juga pasti melemah." Kurang lebih Charles mengatakan hal ini kepada para petinggi kerajaan lainnya. Mungkin terdengar sebagai pendapat sederhana yang bisa dikatakan siapapun, tapi dengan kedudukan Charles yang tinggi, perkataan itu bisa mengundur p*********n yang sudah hampir siap itu. Semua barisan di kembalikan ke markas dan perkemahan. Lalu, Charles membuat sebuah rencana p*********n yang lebih sistematis dan rapi untuk dilaksanakan. Charles menjadi bersemangat melakukan hal yang disukainya itu karena ia mengetahui dengan pasti bahwa Xen dan Rose tidak ada di area kerajaan dan tidak berniat mendekati area kerajaan. Setelah selesai membuat perencanaan yang baru, Charles ijin untuk jalan-jalan ke hutan dan akan kembali nanti. Ia juga sudah berpesan, agar mereka tetap melaksanakan rencana dengan atau tanpa adanya dia. Ia juga menambahkan catatan lain bahwa tidak ada satupun orang yang boleh mengikutinya masuk ke hutan atau ia akan marah besar dan Ice Kingdom tidak akan bersekutu dengan mereka lagi. Kekuatan ucapan Charles merupakan hal yang sangat mengerikan. Semua orang tahu bahwa ia sangat pintar berbicara dan merencanakan sesuatu, menjadi musuhnya adalah suatu kerugian yang sangat besar. Apalagi jarang ada orang yang bisa menebak cara berpikir Charles. Sejauh ini hanya Xen dan Rose yang bisa menyamai bahkan melebihi cara berpikir Charles. "Kami tidak punya tempat untuk pulang jika area kerajaan menjadi area perang. Pada akhirnya kami akan ikut perang, tapi hanya sebatas untuk melindungi diri kami. Mungkin nanti kami akan bersembunyi atau melihat dari jauh sampai kami tidak bisa menghindar lagi. Seperti keadaan yang terlihat saat ini, setidaknya kami harus menunggu sampai Lily mendapatkan kekuatan sihirnya dan bisa mengendalikannya," jawab Xen setelah berpikir cukup lama. Charles mengangguk pelan. Ia mengerti maksud dari perkataan Xen, memang tidak ada tempat untuk mereka kabur selamanya. Apalagi pertarungan ini diperkirakan akan memakan waktu yang lama. Charles senang setidaknya ia bisa membantu Xen dan Rose dengan mengundur sedikit waktu p*********n. Penyerangan yang tertunda sehari ini membuat Xen dan Rose bisa lebih mempersiapkan Lily dan mengurangi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. "Xen, ada sebuah gua tidak jauh dari sini. Aku menemukannya kemarin saat perjalanan menuju ke sini. Mau kuantarkan ke sana?" Charles menunjuk sebuah tempat dengan jarinya. Memang tidak terlihat dari jarak pandangnya sekarang, tapi ia ingat pasti bahwa tempatnya ada disana. "Tidak usah Charles. Karena ada takdir yang tidak kamu ketahui. Takdir yang tidak bisa kami hindari," ucap Rose sambil melihat ke arah Lily yang tertidur di pangkuannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD