Xen, Rose, dan Lily hanya duduk dan melihat keramaian dari jauh. Mereka membuat lubang kecil yang sesuai dengan tinggi mata mereka dan hanya duduk selama berjam-jam. Tidak ada yang memulai pembicaraan karena mereka menikmati pemandangan di luar.
Sejak setengah jam yang lalu para kerajaan yang berencana menyerang Music Kingdom sudah memulai mengambil posisi, sehingga pemandangannya semakin menarik untuk dilihat. Xen, Rose, dan Lily bisa melihat dengan lebih jelas makhluk apa saja yang dibawa oleh kerajaan-kerajaan itu, isi kepala mereka sekarang penuh dengan banyak praduga mengenai kenapa posisi barisan diatur seperti itu.
Lily bahkan memperhatikan dari ujung ke ujung beberapa kali sambil membayangkan pasukan mana yang akan duluan menyerang, bagaimana cara menyerangnya, dan kira-kira bagaimana cara kerajaannya merespon.
Sebagian besar dari mereka sudah berada di posisi, dan Lily semakin bingung kenapa tidak ada yang menyadari banyak makhluk besar yang mengelilingi kerajaan, padahal untuk sekarang, sudah pasti terlihat dengan jelas bentuk dari para makhluk tersebut.
Cukup menarik sampai mereka tidak menyadari ada seorang pria yang berdiri tepat di bawah rumah pohon. Lebih tepatnya pria itu adalah Charles, orang yang sudah membuat sepuluh lubang di rumah pohon dan masih tidak yakin bahwa rumah itu kosong. Charles sampai ijin untuk mengecek lagi dan kembali saat pertarungan dimulai.
Sebelumnya Charles tidak bisa mengecek langsung karena barisan akan terpecah dan membuat kerusuhan, awalnya Charles yakin bahwa menembak sebanyak sepuluh kali sudah cukup untuk membuktikan tidak ada orang yang tinggal disitu, tapi setelah memperhatikan baik-baik tangga yang menempel di pohon, ia tersadar bahwa rumah pohon itu tampak terawat.
Charles mulai menaiki tangga yang menempel di pohon itu dan membuat sedikit suara. Xen dan Rose segera tersadar bahwa ada orang yang berada di dekat rumah pohon. Xen dan Rose tidak mungkin membuat lubang sebesar tubuhnya untuk kabur karena pasti akan membuat suara nyaring dan membuat mereka langsung ketahuan. Sedangkan tidak mungkin juga mereka keluar melalui pintu utama karena pintu utama berhadapan langsung dengan tangga.
Di sisi lain tidak ada loteng di rumah pohon mereka yang sederhana ini. Xen mengecek melalui lubang yang ada di lantai, tapi tidak terlihat apapun karena hari sudah malam.
"Kita berdiri di dekat pintu. Aku akan langsung menyerang orang yang masuk tepat saat orang itu menggunakan sihir cahaya. Setelah itu kita langsung kabur ke arah perkemahan mereka. Pasti ada tempat persembunyian di antara barang-barang atau kemah mereka," bisik Xen yang dibalas dengan anggukan dari Rose dan Lily.
Mereka berjalan mendekati pintu dan bersiap. Rose sudah memegang tangan Lily dan Xen sudah bersiap dengan semua skenario alias sudah mempersiapkan diri memakai sihir apapun.
Charles membuka pintu dan langsung menggunakan sihir cahaya di tangan kanannya karena bagian dalam rumah pohon memang sangat gelap. Xen, Rose dan Lily tidak merasa segelap itu karena mereka memang sudah daritadi berada di rumah pohon dan selain itu mereka sudah setiap hari beraktivitas dalam gelap.
Tepat saat Charles menggunakan sihir cahaya, Xen langsung menyerangnya. Sedangkan Rose dan Lily langsung berlari ke luar dan melompat ke pohon lain. Rose agak kaget karena ia membayangkan bahwa ada pasukan kecil yang berada di sekitar rumah pohon atau setidaknya beberapa orang, tapi ternyata hanya ada satu orang yang datang.
Rose tidak langsung membawa Lily sesuai rencana, karena Xen tidak kunjung keluar dari rumah pohon juga. "Lily, sepertinya tidak seberbahaya yang kita pikirkan. Kita kembali sebentar," ucap Rose memberi pengertian terlebih dahulu kepada Lily sebelum melompat kembali ke rumah pohon. Lily mengangguk dan menyamakan gerakannya dengan Ibunya.
Bukannya saling menyerang, mereka malah berbicara dengan tenang. Lily kebingungan sedangkan Rose berjalan dengan santai. "Kupikir orang kerajaan mana yang datang, ternyata kau," ucap Rose sambil menghembuskannya napas dengan kasar karena merasa tidak ada gunanya ia khawatir tadi. Saat keluar dari rumah pohon tadi, Rose sama sekali tidak memperhatikan wajah orang yang datang dan hanya fokus kabur karena ia membawa Lily.
"Aku juga kaget setelah menyadarinya. Untungnya aku belum sempat mematahkan lengannya," ucap Xen santai. Ia berjalan menuju lubang tempatnya mengintip tadi dan melanjutkan aktivitasnya.
"Jangan mengatakan hal mengerikan seperti itu dengan santai. Kalian sudah berkali-kali hampir membunuhku karena mengira aku adalah musuh. Contohnya saja barusan," ucap Charles kesal karena rasanya Rose dan Xen menganggap hal itu sebagai hal yang tidak perlu dipermasalahkan.
"Kami tidak mengira bahwa divisimu akan mendapat tugas seperti ini lagi. Lagian kami tidak melihat teman-temanmu selama kami memantau," ucap Rose yang memang daritadi tidak menemukan teman-teman satu divisi Charles. Itulah alasan Xen dan Rose tidak mengira bahwa ada Charles.
"Kami ditugaskan secara terpisah. Anggota divisiku hanya sedikit dan sekarang ditugaskan secara terpisah. Pada akhirnya para anggota divisi harus berjuang sendiri-sendiri dan berharap bisa bertemu lagi nanti tanpa kehilangan anggota. Karena harus berjuang sendiri-sendiri, anggota divisi menjadi cukup sensitif dan terlalu peka akan sekitar. Apalagi divisiku selalu menjadi pemimpin pasukan besar, tapi aku sungguh-sungguh tidak mengira bahwa kalian ada disini. Aku menembak rumah pohon ini dan kembali untuk memeriksa hanya untuk menjadi alasan agar aku tidak harus berperang dengan Music Kingdom. Karena aku tahu kalau kalian masih menjadi bagian dari kerajaan itu." Charles mengatakan banyak hal sampai curhat keadaan divisinya dan alasannya menembak rumah pohon ini.
"Jadi, kamu yang hampir membunuh putri kami tadi. Seharusnya kupatahkan saja tanganmu saat kamu masuk tadi," ucap Xen sambil melihat ke arah Charles dengan tatapan membunuh. Charles masih menggunakan sihir cahaya sehingga bisa melihat dengan jelas tatapan yang ditujukan Xen padanya.
"Putri? Disini ada putri kalian yang sering kalian ceritakan itu?" tanya Charles sambil melihat sekitar. Rose bergeser untuk menunjukkan Lily yang daritadi bersembunyi di belakang Rose, tapi Lily seakan-akan tidak mau badannya terlihat oleh Charles sehingga ia terus mengikuti Rose bergerak.
Akhirnya Rose duduk di lantai dengan tiba-tiba sehingga Charles bisa melihat Lily walaupun hanya sebentar karena Lily segera duduk di belakang Rose dan bersembunyi lagi.
"Lily," panggil Charles yang sudah tahu nama Lily karena Xen dan Rose sering mengungkitnya kapanpun mereka berbicara. Lily menampakkan kepalanya pada Charles untuk melihat Charles sebentar lalu terdiam.
"Perkenalkan dirimu jika kamu tidak mau membuatnya takut. Sebenarnya dia bersembunyi sejak kamu mengatakan bahwa kamu yang menembak tadi," ucap Xen yang baru pertama kali melihat Lily seperti itu.
"Iya juga ya, dia pasti takut. Perkenalkan namaku Charles, divisi I dari Ice Kingdom." Charles akhirnya memperkenalkan dirinya dengan singkat.