Aish, semuanya berakhir ditengah jalan! Menyebalkan memang, tapi apa yang kita lakukan tadi siang, cukup jika disebut percobaan sebelum melakukan yang sebenarnya. Apa-apaan, setelah mengajak aku mendi bersama, dan semakin berharap karena apa yang sempat aku lakukan, sama sekali tidak di tolak oleh wanita itu. Tapi nyatanya, saat sudah semakin jauh dan terbuai, dengan tampang tanpa dosa dia mengatakan jika sedang halangan. Hari ke dua! Ingat, hari ke dua! Lalu kenapa dia diam-diam saja dan menerima setiap-- ah sudahlah seperti yang aku katakan, anggap ini sebagai latihan awal. Lagipula, setelah kejadian itu, baik aku dan Zahra tidak ada yang merasa canggung atau gugup setelahnya. Kita anggap itu hal yang wajar. Benar kan? Sekarang sudah sore hari, hampir mau menjelang malam, tapi tid

