Zahra menatap kertas putih, yang menjadi bukti jika dirinya diterima menjadi dokter di rumah sakit milik keluarga Mardentan. Surat pemberitahuan itu sampai, satu jam sebelum mereka pulang dari pemeran lukisan. Dan selama diperjalanan, sampai rumah dan sekarang Zen berada di kamar mandi, Zahra sama sekali tak menemukan cara yang pas untuk menahan agar suaminya itu tidak jadi pergi. Lebih tepatnya, membatalkan janji temu. Sekarang saja, Zen sedang bebersih diri di kamar mandi, dan setelahnya akan langsung berangkat menjemput Camelia. Huft, menyebalkan sekali. Kalau saja tadi Camelia tidak meminta pergi bersama, mungkin Zahra tidak perlu repot-repot mencari cara agar pertemuan itu batal. Ini semua karena Camelia! Ya meskipun awalnya Zen lah yang menawari berangkat bersama apa tidak. Tap

