Napas Zen tercekat saat melihat wanitanya tertidur dengan posisi duduk diatas sofa. Zahra masih lengkap dengan hijabnya, dan dia terlihat damai saat tertidur pulas seperti itu. Niat hati meminta maaf karena sudah membuat khawatir menjadi urung. Tak tega juga membangunkan tidur lelapnya. Setelah menaruh jas, tas dan kunci mobilnya, Zen memposisikan diri menggendong Zahra ala bridal style Dengan penuh kehati-hatian Zen melangkah menuju kamar mereka berdua, merebahkan tubuh Zahra di atas ranjang, dan mengamati wajah cantik itu sesaat. “Maaf.” Zen mendekat dan mengecup singkat kening Zahra, dilanjut tangannya yang terulur melepaskan jilbab istrinya. “Cantik.” gumamnya. Zen sendiri tidak langsung tertidur, pria itu keluar kamar dan berjalan menuju dapur. Tiba-tiba saja kerongkongannya ter

