Bergandengan Tangan Memberi Harapan

1981 Words

Setelah dibuat ilfeel oleh Suhono, Anggi akhirnya juga tidak bisa apa-apa. Sekarang dia malah duduk bersebelahan dengan lelaki itu di atas bangku taman, menghadap ke kolam ikan hias. Belum ada kata yang terucap dari mereka berdua. Hanya keheningan yang menyelimuti di antara keduanya. Angin malam terasa sedikit menusuk mengingat restoran ini terdapat di wilayah pegunungan. Anggi sempat merinding kedinginan, tapi dia hanya diam, tak mengeluh sedikit pun. Lebih lagi yang ada di sebelahnya ini adalah orang sombong yang menyebalkan. "Pakai aja. Aku bakalan dikatain cowok enggak berperasaan kalau biarin kamu kedinginan. Iya, kan?" Suhono memberikan tuksedonya kepada Anggi. Namun, tidak ada sambutan yang baik dari gadis itu. Tentu saja Anggi gengsi menerimanya. Suhono pun tidak menyerah. Dia s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD