73

875 Words

Ajaibnya, putriku mengangguk dan membalas pelukanku, dia berbisik dan berjanji bahwa akan menjadi anak yang baik dan penuh serta akan membantuku untuk menjaga adiknya. "Iya, Ummi, tidak apa apa, Fatimah janji akan menjadi anak yang baik dan juga janji untuk menjaga Fatin." "Terima kasih ya." "Kita akan saling menjaga kan Um?" "Iya, hanya kita dan keluarga ini saja," balas pesan darimu siapa air mata dan mencoba meninggikan senyum di hadapannya. "Baiklah, kalau begitu kita harus semangat dan tidak boleh menangis lagi." "Iya, Ummi setuju." Kurangkul putriku dan kuajak mereka untuk pergi ke kamar masing-masing untuk ganti baju lalu dilanjutkan dengan makan siang. * Pukul 03.00 sore saat aku sedang membaringkan diri di kursi ruang tengah Sementara anak-anak sudah tertidur di kamar mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD