"kenapa kamu babak belur begini, siapa yang lakukan ini?" "Sudahlah, pulanglah, aku akan menyusulmu nanti," ujar suamiku sambil mendorongnya perlahan, membawanya ke pintu depan. Aku yang penasaran dengan anak anak mengintip dari jendela kamar, tak mau keluar agar pertengkaran tidak terjadi dan menarik perhatian tetangga. "Tapi siapa yang lakukan ini padamu, kenapa biadab sekali perlakuannya!" "Sudahlah, aku hanya kecelakaan." "Kecelakaan di mana, apa kau bohong padaku Mas?" "Tidak, aku tidak bohong." "Semalaman aku menunggumu pulang, dan kau dengan santainya menyiram bonsai di tempat ini." "Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan Umi Fatimah, aku harap kau paham bahwa ...." "Bahwa apa?! Kau ingin rujuk padanya!" Tiba-tiba wanita itu menangis sedih dan terisak di depan Mas

