"Astaga,. Pagi pagi begini, sudah timbul drama," gumamku sambil mengajak ayah masuk ke dalam rumah. "Ayo masuk Yah, tumben ayah datang pagi pagi ke sini," ucapku sambil menggandeng ayah. "Aku merasa khawatir akan apa yang terjadi tadi malam, kurasa masalah itu akan berbuntut panjang sehingga aku memeriksa keadaanmu," jawab ayah sambil melangkah masuk ke ruang tamu lalu duduk. Mas Albi yang masih malu pada ayah hanya menunduk masuk tanpa mengatakan apa apa. Dia melenggang ke dapur setelah meminta ayah duduk dengan tenang. "Ayah duduk dulu ya, aku akan ke dalam," ujar Mas Albi. "Iya, aku memang akan duduk," jawab ayah dengan ketus. Mungkin karena masih mereka kesal pada menantunya aku memang ayah sengaja memasang sikap seperti itu, aku tak tahu juga. Kunyalakan kompor untuk menjerang ai

