81

1146 Words

"Jangan lancang, kami bisa menikah karena kami berjodoh, tidak ada yang bisa memisahkan kami." "Aku hanya menyesalkan ... coba ... dari awal kau menjadi wanita yang bersabar dan sadar bahwa ini adalah pernikahan harus selalu dibagi, maka niscaya tidak akan pernah terjadi keributan ini. Pasti hingga saat ini, kita semua bahagia," ucapku pelan. "Arggggr.... Aku benar benar geram, Mbak. Kamu sengaja kan bikin Mas Albi menjauh, kamu dendam dan mau membalas perbuatanku, iya kan?" "Perbuatanmu yang mana?" pancingku. "Semua hal yang aku lakukan." "Jadi, kau mengaku kaulah yang ingin menyakitiku tempo hari, kau ingin membunuhku kan?" "Tidak. Kenapa kau masih membahasnya padahal masalah itu sudah tuntas, aku gerah mendengarnya." "Tidak ada yang membuat lebih gerah kecuali kau memang melakuka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD